Actions

Work Header

Rating:
Archive Warning:
Category:
Fandom:
Relationship:
Characters:
Additional Tags:
Language:
Bahasa Indonesia
Stats:
Published:
2021-08-04
Words:
1,055
Chapters:
1/1
Kudos:
5
Hits:
42

Surprise in Summer

Summary:

Byungchan hanya ingin memberi kejutan untuk teman-temannya di liburan musim panas.

Work Text:

Setiap tahun selalu ada saja yang membuat liburan musim panas Byungchan gagal. Temannya ada banyak, tapi setiap tahun ia hanya menghabiskan liburan musim panasnya dirumah, hanya sekedar rebahan sendirian, terkadang ditemani Seungwoo, teman semasa kecilnya sekaligus tetangganya. Tapi temannya itu lebih banyak tidurnya dibanding menemani Byungchan bermain.

Seperti tahun ini contohnya, Byungchan sudah merencanakan kejutan untuk mengajak teman-temannya berlibur di musim panas, tapi ternyata ia yang justru mendapat kejutan dari temannya.


Undangan menikah.


Byungchan melempar undangan itu ke Seungwoo saat ia baru saja tiba di kamar Seungwoo dan merebahkan dirinya ke kasur yang lebih tua.

"Eh? beneran nikah mereka?"

"Lah lo kira bercanda apa?"

"Iya, pas Sejun ngasih undangan gue kira dia bercanda, soalnya dia ngasihnya ditempel di punggung gue, terus kabur gitu aja."

Byungchan sedikit tercengang, tapi setelahnya mengangguk pelan, memaklumi tingkah salah satu temannya itu.

"Ya kali nikah aja dijadiin becandaan kak."

Seungwoo mengangguk, "Terus kenapa lo cemberut gitu mukanya?"

Byungchan kembali mendengus lalu mendudukkan dirinya, alisnya menukik tajam dan bibirnya maju beberapa centi tanda ia akan mengoceh panjang lebar.

"Gue tuh kesel banget kak! tiap mau ngerencanain liburan musim panas pasti adaaaa aja halangannya, tahun kemarin Hanse gak bisa karena dia pergi ama pacarnya sekalian foto prewed, terus sekarang gue mau bikin kejutan ngerancanain jalan-jalan, justru malah gue yang dibikin kaget! Kak Sejun mau nikah pas summer! Kak Seungsik jahat banget ih gak cerita-cerita sama gue! ini pada ninggalin gue nikah apa gimana sih?!"

Seungwoo terkekeh mendengarnya, melihat Byungchan mengoceh tuh emang jadi hiburan tersendiri baginya.

"Lo mah malah ketawa, gue tuh kesel!"

"Ya lagian, lo begini aja ngedumel, biasa juga liburan rebahan doang."

"Gue tuh mau jalan-jalan kaaaakkk."

Seungwoo cuma tertawa kecil, dirinya mendekati Byungchan dan mengusak rambutnya pelan.

"Yaudah, itu kondangan sekalian jalan-jalan. Gak baca itu mereka nikahnya dimana?"

"Kagak, gue keburu kesel."

"Gak boleh gitu, temen mau nikah harusnya turut berbahagia."

Seungwoo kembali menunjukkan isi undangannya ke Byungchan, dan setelahnya Byungchan langsung melongo.

"Bali?! Anjir Kak Sejun ngepet dimana ya bisa dapet duit banyak." tangan Seungwoo langsung menarik bibir Byungchan yang membuat Byungchan meringis kesakitan.

"Sakit!"

"Lagian sembarangan banget ngomongnya."

Byungchan terkekeh, raut wajahnya udah balik ceria lagi pas tau bakal jalan-jalan liburan tahun ini.

"Tapi kak, ini kita dibayarin kan?"

"Lu bilangnya mau jalan-jalan tapi otaknya gratisan mulu."

"Lah?? kan kita diundang? masa gak diongkosin? Gue mau protes ke Kak Sejun bodo amat." Byungchan udah ngeluarin ponselnya dan ngechat Sejun sampai akhirnya Seungwoo ngerebut ponselnya.

"Sejun cuma bayarin tiket pesawat, kita disana nginep aja di rumah saudaranya katanya."

Byungchan langsung bersorak riang, dirinya langsung melompat turun dari kasurnya dan lari menuju pintu kamar.

"Gue balik dulu kak mau prepare! BALI I'M COMING!"

Seungwoo cuma ketawa aja liat kelakuan temannya yang satu itu.

 


 

Byungchan saat ini sedang menyantap makanan di meja yang disediakan. Padahal belum nyamperin sang pengantin, tapi dia keburu laper jadi dia milih makan dulu, Seungwoo yang nemenin sih nurut aja walaupun dari jauh Sejun udah nunjuk-nunjuk ke mereka dan keliatannya nge dumel ke Seungsik karena dua orang itu malah sibuk ngambilin makanan dulu, bukannya kasih selamat ke mereka berdua.

Gak lama ada Hanse yang gabung ke mejanya bareng pacarnya, tapi pacarnya langsung pamit ngobrol sama temannya setelah nyapa Byungchan dan Seungwoo singkat.

"Chan, lo kapan?"

"Apanya?"

"Nikah. Gak bosen apa jomblo terus?"

Byungchan langsung mendengus kencang, temannya yang satu ini senang sekali menjahilinya dengan pertanyaan seperti itu.

"Gue mulu anjir yang ditanya, Kak Seungwoo gak pernah lo tanyain?!" oceh Byungchan.

"Lah kalo Kak Seungwoo mah gue udah tau." ucap Hanse enteng.

Byungchan langsung menoleh cepat ke Seungwoo, matanya membola tidak percaya.

"Lo mau nikah kak?!" tanya Byungchan

Seungwoo langsung gelagapan, terus dia natap Hanse tajam, sedangkan Hanse berusaha nahan tawanya.

"Enggak!"

"Bohong!"

"Astaga, Chan.."

Hanse ketawa kenceng, dan itu bikin Seungwoo mendengus keras.

"Ucapan Hanse ngapain lo dengerin sih." 

"Lah gue kan bener? lo kan lagi nungguin orang?"

Seungwoo langsung memberi tatapan yang mengartikan *"mending lo diem sebelum gue garuk muka lo!"* ke Hanse.

"Nungguin?"

"Iya, nungguin jodoh." ucap Seungwoo berusaha tenang. Byungchan cuma ngangguk ragu.

"Daripada lo berdua jomblo, kenapa gak pacaran aja?" ucap Hanse lagi. Seungwoo langsung tersedak minumannya dan melotot menatap Hanse, sedangkan yang ditatap hanya menunjukkan cengiran tidak bersalahnya.

Tapi berbeda dengan Seungwoo, reaksi Byungchan saat ini justru hanya diam, tatapannya seakan menerawang dan ia sedang berpikir keras.

"Iya juga."

"Gimana?" Kalau Seungwoo sedang menelan makanan pasti ia akan tersedak untuk yang kedua kalinya saat mendengar jawaban Byungchan.

Seungwoo langsung membeku pas Byungchan natap dia dengan tatapan serius.

"Kita pacaran aja yuk kak?"

Hanse cengo, Seungwoo apalagi. Tapi dia berusaha gak keliatan kaget dan nanggepinnya secara santai.

"Yaudah. Pacaran."

"Yes!! gue gak jomblo! Lo gak bisa ngejekkin gue lagi ya, Se!" teriak Byungchan girang sambil nunjuk-nunjuk Hanse.

Hanse masih bengong liat mereka berdua, "Udah? gitu doang?" 

Byungchan sama Seungwoo ngangguk, Hanse bingung kok ada ya dua orang aneh begini.

"Yuk kak, ke sana, ntar Kak Sejun ngomel lagi." Byungchan langsung berdiri dan berjalan duluan. Seungwoo cuma ngasih tepukan ringan di pundak Hanse sambil tersenyum tipis.

"Thanks, Se." ucap Seungwoo pelan, lalu dirinya berjalan menyusul Byungchan meninggalkan Hanse yang masih memasang wajah bingungnya.

Byungchan hampir aja tersentak saat tangannya tiba-tiba ditautkan, lalu tersenyum lega saat melihat Seungwoo pelakunya.

"Kaget! ngapain pegang-pegang?"

"Kan kita pacaran."

Byungchan terdiam, matanya mengerjap bingung tapi entah kenapa pipinya memanas.

"Kenapa? Mau narik kata-kata lo tadi di depan Hanse?"

Jujur saja, yang tadi ia ucapkan di depan Hanse murni karena spontan. Byungchan juga tidak mengerti ada apa dengan dirinya, setelah mendengar kalau Seungwoo katanya lagi *nunggu jodoh*,di kepala Byungchan langsung melintas ide tersebut pas Hanse mengusulkan mereka untuk berpacaran.

"Gue paham kok, tadi lo ngomong gitu cuma biar Hanse gak ngoceh soal itu lagi kan?" ucap Seungwoo dengan nada tenangnya, tapi Byungchan yakin ia sempat mendengar nada kecewa dari cara Seungwoo berbicara, bahkan sekarang yang lebih tua mulai melonggarkan genggaman tangannya.

Saat genggamannya hampir lepas, detik itu juga Byungchan kembali mengeratkan genggamannya dan menautkan jari-jari mereka.

"Enggak lah." ucap Byungchan, dirinya maju satu langkah lebih dekat ke Seungwoo, "Aku serius, Kak Pacar."

Seungwoo tertawa kecil mendengarnya, senyumnya melebar dan itu tertular juga ke Byungchan yang saat ini menampilkan lesung pipinya dalam.

"Aku lebih serius sama kamu." ucap Seungwoo, lalu dirinya menarik Byungchan untuk kembali berjalan menuju Sejun dan Seungsik di depan sana. 

Musim panas kali ini, Byungchan berhasil memberi kejutan ke temannya, tentang status hubungannya dengan Seungwoo.

 

 

—fin.