Work Text:
"Byungchan, lagi ngapain?"
Seungwoo duduk di sebelah Byungchan yang sedang fokus menonton video di hpnya, lelaki itu benar-benar terlihat sangat serius, bahkan alisnya bertaut dan kerutan di dahinya sangat dalam, membuat Seungwoo penasaran dengan apa yang sedang lelaki itu tonton.
"Nonton apaan sih?" Seungwoo sedikit mendekat untuk mengintip hp Byungchan karena yang lebih muda enggan menjawabnya sedari tadi.
Matanya langsung membola saat melihat video apa yang sedang Byungchan tonton, tangannya langsung bergerak mengacak pelan rambut Byungchan sembari terkekeh.
"Nontonin orang ciuman aja serius banget liatnya."
Byungchan tidak menjawab, juga tidak menggubris perkataan Seungwoo, dirinya masih fokus melihat video tersebut. Seungwoo hanya menggelengkan kepalanya pelan, setelahnya ia membiarkan saja Byungchan mau melakukan apa, dirinya memilih untuk meraih remote TV dan memilih channel yang ingin di tontonnya.
"Kamu udah pernah ciuman kak?"
Kegiatan Seungwoo terhenti saat mendapat pertanyaan seperti itu, cukup terkejut karena Byungchan yang selama ini lempeng-lempeng aja ternyata penasaran akan hal seperti itu. Namun keterkejutan Seungwoo tidak terlalu lama karena saat Seungwoo menoleh ke Byungchan lelaki itu belum melepaskan tatapannya dari hpnya.
Seungwoo tertawa kecil melihatnya, "Kenapa tiba-tiba nanya begitu?" ucap Seungwoo sambil tersenyum geli karena ekspresi Byungchan saat ini benar-benar seperti anak polos yang mempertanyakan hal yang tidak semestinya.
"Jawab ajaaa." rengek Byungchan, kali ini ia sambil menatap Seungwoo dengan tatapan memelas.
"Pernah lah, tapi terakhir kali udah lama sih, waktu SMA."
Byungchan ber-oh ria, ia menurunkan hpnya dan tatapannya seakan menerawang yang membuat Seungwoo bingung sendiri melihatnya.
"Kenapa sih?" tanya Seungwoo lagi, Byungchan hanya menggeleng pelan lalu memposisikan dirinya menghadap Seungwoo.
"Rasanya gimana kak?"
Seungwoo mengerjapkan matanya bingung, "Emang kamu belum pernah?"
"Kakak nanya?" Byungchan memicingkan matanya tajam, dan setelahnya Seungwoo tertawa kencang.
"Engga usah ketawa! Aku nanya ya artinya belom pernah. Lagian gimana mau ciuman, mau pacaran aja musti kamu seleksi dulu!" oceh Byungchan sembari mengerucutkan bibirnya.
Seungwoo mencoba menghentikan tawanya, melihat Byungchan ngedumel seperti ini benar-benar lucu dimatanya. Memang benar, selama ini Seungwoo bisa dibilang overprotektif terhadap Byungchan, mungkin karena Seungwoo terbiasa menjaganya sejak ia masih kecil, jadinya hingga Byungchan sebesar ini pun Seungwoo masih sama protektifnya, maka dari itu beberapa orang yang mau mendekati Byungchan lebih memilih mundur saat Seungwoo maju untuk mengetes mereka.
Gimana gak mundur? Seungwoo selalu menatap semua lelaki yang mendekati Byungchan dengan tatapan tajam yang seakan-akan ingin menerkam mereka semua.
"Kamu tuh emang musti dijagain, Byungchan." ucap Seungwoo sembari menarik tangan Byungchan dan mengelusnya pelan guna menenangkan yang lebih muda.
"Tapi aku pengen ciuman!"
Seungwoo kembali tertawa geli, kalau bisa justru dirinya saat ini ingin mencium gemas yang lebih muda, tapi Seungwoo sadar dirinya harus tahu batasan.
"Kalau engga kamu aja yang ajarin aku ciuman."
"Gimana?" Tawa Seungwoo langsung terhenti saat mendengar ucapan Byungchan, ia juga langsung membeku saat yang lebih muda mendekatkan dirinya.
"Iya, kan kamu udah pernah. Aku penasaran!"
Seungwoo meneguk ludahnya perlahan, entah sejak kapan berada di jarak sedekat ini dengan Byungchan membuat hatinya berdebar tidak karuan.
"Aku udah lupa, kan udah lama." Seungwoo perlahan memundurkan badannya, tapi percuma saat ini justru Byungchan menarik kembali tangannya.
"Gak mungkin! Coba dulu kak!"
Seungwoo heran kenapa Byungchan seingin tahu itu soal ciuman, maka dari itu Seungwoo berusaha memutar otaknya, tidak mungkin kan dirinya mencium Byungchan beneran? Bisa-bisa dirinya hilang kontrol.
"Ck, sini." ucap Seungwoo sembari menepuk tempat disebelahnya, tanda menyuruh Byungchan untuk duduk lebih rapat dengannya.
Seungwoo membuka ponselnya dan menelusuri pencarian Youtube, sedangkan Byungchan melihatnya dengan antusias, dagunya ia letakkan di bahu Seungwoo dan tangannya ia lingkarkan di lengan Seungwoo.
"Kamu belajar aja dari cara ciuman aktor-aktor di film, karena jujur aku sih cuma lewat insting aja, jadi gak bisa jabarin dengan benar."
Byungchan hanya mengangguk pelan sembari mendengarkan Seungwoo, tangan Seungwoo bergerak memutar video yang ia pilih lalu mengarahkan layar ponselnya ke Byungchan.
"Aku kasih dua contoh ya, film western sama film korea."
Byungchan menonton cuplikan film tersebut dengan serius, sesekali Seungwoo melirik sekilas wajah Byungchan yang terlampau dekat itu, lalu menggelengkan kepalanya pelan saat pikirannya mulai melenceng ketika melihat bibir ranum Byungchan yang sedikit terbuka itu.
"Hm.. oke, terus?" ucap Byungchan setelah selesai melihat kedua video yang ditunjukkan Seungwoo.
"Tau perbedaannya?" tanya Seungwoo, namun Byungchan hanya menggeleng pelan membuat Seungwoo tersenyum.
"Cara ciumannya beda, Byungchan. Kalau menurut aku, di film western ini dia lebih banyak mainin lidah, lebih bergairah. Sedangkan di film korea yang ini, mereka lebih ke menyalurkan ketulusan karena ciumannya gak terkesan buru-buru." jelas Seungwoo panjang lebar, sebenarnya entah kenapa dirinya justru merasa malu menjelaskan ini secara detail ke Byungchan, pipinya tiba-tiba saja merasa panas.
"Ah... I see.." ucap Byungchan pelan, dirinya perlahan menjauh dari Seungwoo, namun raut wajahnya masih tampak berpikir keras.
"Udah paham kan?" ucap Seungwoo lagi, ia langsung meletakkan ponselnya begitu saja ke sofa.
"Kayaknya aku harus praktek langsung supaya lebih ngerti."
Seungwoo hampir saja tersedak mendengarnya, apalagi Byungchan mengatakan hal itu dengan nada yang datar.
"Gimana?"
"Kamu lagi gak ada pacar kan kak?"
"Byungchan?"
"Ayo ciuman!"
Rasanya seperti jantungnya di hantam ribuan kali, Seungwoo bahkan tidak bisa membalas perkataan Byungchan. Seungwoo paham, jika Byungchan penasaran akan sesuatu lelaki itu akan melakukan segala cara untuk menuntaskan rasa penasarannya itu. Udara panas diluar seakan menembus masuk ruangannya, padahal AC di ruangan itu masih berfungsi dengan baik, namun entah kenapa saat ini dirinya merasa panas saat Byungchan kembali mendekati dirinya.
"Byungchan, orang ciuman itu.. gak bisa sembarang ciuman.." ucap Seungwoo berusaha mengelak, karena jujur saja jantungnya saat ini serasa mau meledak.
"Emang kenapa?"
"Karena..." Seungwoo mengumpat dalam hati, matanya sedari tadi tidak bisa ia alihkan dari bibir ranum Byungchan. Dan sialnya Byungchan seperti tidak peka akan kondisi dirinya, entah beneran tidak peka atau hanya berpura-pura.
"Pokoknya, kalau ciuman itu buat yang udah pacaran.." ucap Seungwoo lagi.
"Oh iya?" tanya Byungchan lagi. Untuk kali ini Seungwoo benar-benar tidak paham apakah Byungchan benar-benar sepolos ini atau hanya ingin menggodanya saja.
"Kalau gitu.." Seungwoo dibikin tersentak saat Byungchan tiba-tiba naik ke pangkuannya.
Sebenarnya ini hal yang biasa, Byungchan sering naik ke pangkuannya untuk mendapatkan peluk ala koala dan tepukan dipunggungnya sampai ia tertidur. Tapi saat ini kondisinya berbeda, Seungwoo bahkan harus menahan napasnya saat Byungchan menunjukkan cengiran lebarnya.
"Kenapa kita gak pacaran aja?" ucap Byungchan lagi.
Seungwoo terdiam, tatapannya masih mengunci Byungchan yang saat ini masih menunjukkan senyum lebarnya.
"Byungchan-"
"Kamu lama."
"Hah?"
"Aku suka sama Kak Seungwoo, terus kata temen-temen aku katanya kamu juga suka sama aku." ucap Byungchan enteng, tangannya bahkan melingkar di leher Seungwoo, tapi lelaki itu benar-benar terlihat santai saat mengucapkan hal itu.
"Apa yang dibilang temen-temen aku bener kan kak?" Tanya Byungchan lagi, Seungwoo sempat membeku namun setelahnya mengangguk pelan yang membuat senyum kemenangan Byungchan tercetak lebar.
"Kalau gitu ajarin aku ciuman."
"Kamu pacaran sama aku biar bisa ciuman doang?" tanya Seungwoo dengan nada jahilnya.
Byungchan tertawa, "Kak, yang daritadi curi-curi ngelirik ke bibir aku siapa coba?"
Seungwoo tersenyum kecil mendengarnya, ternyata sedari tadi memang dirinya digoda oleh yang lebih muda. Tanpa menunggu lama lagi tangannya bergerak untuk menarik tengkuk Byungchan dan menempelkan kedua bibir mereka.
Seungwoo menciumnya dengan lembut, awalnya hanya kecupan-kecupan ringan dan perlahan berubah menjadi lumatan di bibir atas dan bawah Byungchan. Lidahnya menyapu permukaan bibir Byungchan dan perlahan menelusup masuk kedalamnya.
Byungchan awalnya masih kaget karena ini pertama kali untuknya, namun Seungwoo menuntunnya dengan sabar, tangannya bergerak mengelus pipi Byungchan saat yang muda kewalahan menyeimbangi ciumannya, namun setelah beberapa saat dirinya mulai terbiasa dan bisa mengikutinya dengan ritme yang sama, bahkan sesekali lenguhannya terdengar saat Seungwoo sibuk mengobrak abrik material di dalam mulutnya.
Seungwoo melepas ciumannya saat dirasa Byungchan membutuhkan oksigen, tangan kanannya masih bertengger di pipi Byungchan, sedangkan yang satunya masih berada di tengkuk Byungchan sembari mengelusnya lembut.
Jarak keduanya masih sangat dekat, tatapan mereka saling mengunci satu sama lain dan setelahnya keduanya tertawa pelan.
"That was so.. great." ucap Byungchan pelan, dirinya mengulum bibir merahnya yang sedikit bengkak berkat kegiatan mereka barusan.
"Udah gak penasaran lagi kan?" ucap Seungwoo sembari tangannya bergerak mengusap bibir bawah Byungchan karena yang lebih muda sedari tadi justru menggigit bibir bawahnya menahan malu.
Byungchan menggeleng pelan, "Tadi itu kamu pake cara yang di film western atau yang di film korea?"
Seungwoo tertawa, dalam keadaan seperti ini masih saja pertanyaan itu terlintas dipikiran Byungchan.
"Film korea."
"Oh?"
"Kenapa?"
"Enggak..."
Seungwoo menaikkan kedua alisnya bingung karena raut Byungchan kali ini kembali memerah, "Kenapa?"
"Kalau yang western.. kayak gimana?" ucap Byungchan pelan.
Seungwoo menunjukkan senyum miringnya, tangannya kembali bergerak menyingkirkan rambut yang menutup mata indah Byungchan.
"That will be so hot, of course." bisik Seungwoo yang membuat Byungchan seketika merinding, tapi tatapannya seakan menunjukkan kalau dirinya ingin mencoba.
"Wanna try?" ucap Seungwoo lagi.
Tanpa menunggu lama lagi, Byungchan langsung mengangguk menjawabnya dan Seungwoo tidak punya niatan untuk menolak hal itu.
—fin.
