Actions

Work Header

Rating:
Archive Warning:
Categories:
Fandom:
Relationship:
Characters:
Additional Tags:
Language:
Bahasa Indonesia
Stats:
Published:
2021-08-29
Words:
342
Chapters:
1/1
Kudos:
14
Hits:
226

Better

Summary:

Orang-orang menganggap semua telah menjadi lebih baik sekarang, tetapi apa benar begitu?

Notes:

(See the end of the work for notes.)

Work Text:

Saat kabar Jamil meninggal dunia menyebar, selain duka, semua orang menjadi khawatir dengan Kalim. Terlebih kematian Jamil disebabkan karna ia sedang melindungi anak malang itu. Mengetahui bagaimana putra pertama Asim ini, duka pasti tengah mencengkramnya tanpa perasaan sekarang.

Hal itu benar terjadi, untuk hari pertama sampai ketiga kematian Jamil. Hanya duka yang mengelilingi Kalim, yang kehilangan label "sunshine" nya saat itu juga. Tetapi, semua berubah di hari ke 4. Ia kembali ke dirinya yang bercahaya dengan tambahan perubahan yang luar biasa.

Semua orang melihat ketua asrama Scarabia itu menjadi jauh lebih mandiri dan tanggap. Sebuah image yang jauh sekali dari dirinya yang sebelumnya. Hingga menuai perkataan terkutuk berupa "Ah ada baiknya juga Viper meninggal" yang diutarkan dengan teganya dari mulut ke mulut.

Sebuah perkataan penuh ketidak tahuan dan apatisme yang tinggi. Hanya sebagian orang yang menyadarinya, tapi cahaya Kalim sekarang terlihat begitu redup dan sekarat. Mata rubi nya terlihat telah kehilangan jalan hidupnya. Bahkan tawanya terdengar seperti aktor picisan.

Tidak ada yang tau, tapi setiap gerakan Kalim sekarang semua dikarenakan perkataan dan perilaku Jamil yang terngiang dalam otaknya. Mengapa ia bisa melakukan semuanya, itu karena Jamil pernah mengajarkannya. Tidak ada satu hembusan nafas pun dimana Jamil pergi dari pikirannya.

Dan saat matahari tenggelam, begitu ia menghempaskan dirinya ke kasur yang seharusnya nyaman itu. Semua hal kembali menghantuinya. Putaran ingatan saat Jamil menghembuskan nafas terakhir nya beserta perasaan saat tubuh Jamil mendingin di pelukannya, terpampang dengan jelas.

Pemikiran-pemikiran tidak mengenakan dan penuh rasa bersalah tidak bisa untuk tidak meninggalkannya. Kalim ingin pergi dari sini, dari dunia dimana Jamil tidak ada disisinya. Ia lelah. Ia ingin menyerah. Tapi Jamil memintanya untuk terus hidup, karena itu dia disini.

Alasannya bertahan hanya Jamil. Orang itu telah bekerja keras sepanjang hidupjya, jadi permohonan apapun darinya akan Kalim kabulkan.

Tetapi ia harap Jamil bisa memaafkannya, karena ia tidak bisa lagi tidur tanpa bantuan obat atau berharap ada pembunuh datang menghampirinya. Namun untuk saat ini, setidaknya Kalim akan berusaha bertahan hingga akhir yang menghampirinya sendiri.

"Apakah semua menjadi lebih baik setelah Viper 'pergi'?" adalah pertanyaan yang tidak masuk akal.

Notes:

Apa yang harus dilakukan kalau ga bisa tidur sampai jam 3 pagi? Nangisin otp tentu saja 😭