Work Text:
Saat itu, awan malam yang pekat sedang menggantung di udara. Anginnya dingin.
Cangkir berisi teh ditaruh. Sendok di dalamnya berputar sedikit. Buku ditutup, diletakkan di atas meja kayu yang sama. Kaki yang tersilang kini diluruskan dan dia berdiri.
Langkahnya sedikit berisik karena dia memakai sepatu berhak tinggi, namun dia tidak begitu peduli. Robin menggenggam erat mantel berbulunya dan menghampiri sosok yang mendengkur di geladak.
Tubuh itu tetap terlihat kuat dengan kedua tangan tersilang di depan dada walaupun tertidur. Ketiga pedang siap dipakai kapan saja untuk mempertahankan diri (atau menyerang).
Robin membungkuk dan menyelimuti Zoro dengan mantel berbulunya.
Selamat tidur, Pendekar.
