Work Text:
Suasana gedung kepolisian tersebut biasa saja. Aktivitas berjalan normal. Orang-orang berseragam serupa berlalu lalang disekitar sana. Setting cerita ini berpusat pada ruangan di balik pintu yang berada di sebuah lorong tersebut. Ruangan dimana orang yang memimpin divisi ini berada. Cerita ini dimulai ketika seseorang berseragam mengetuk pintu tersebut.
“Masuk!” terdengar sahutan dari dalam. Merespon sahutan tadi, orang tersebut membuka pintu tersebut dan melangkah ke dalam.
Di dalam ruangan tersebut, tampaklah sang kapten dan wakilnya.
“Kapten Neil Masefield! Saya melapor!” sahutan dari sang anak buah menggema di seluruh ruangan.
“Silahkan”
“Hari ini, pukul 10.30 AM, pasukan I dan pasukan II berhasil mengevakuasi seorang anak naga dan mengamankan beberapa perampok” lapornya.
“Bawa anak itu ke panti asuhan. Sedangkan perampoknya serahkan pada divisi penyelidikan. Nanti akan saya pantau keadaannya. Terimakasih atas laporannya” jawab sang Kapten sembari tersenyum pada sang anak buah.
“Baik, Kapten! Siap, Kapten! Saya permisi” lalu sang anak buah berbalik dan pergi keluar dari ruangan tersebut dengan perasaan kagum dan berbunga-bunga terhadap Kapten tersebut.
“… Kapten..” sang wakil kapten membuka suaranya beberapa saat setelah si anak buah berlalu.
“Apa, Brett?” ujar sang Kapten.
“Boleh saya duduk sekarang?”
“Oh, maaf. Silahkan duduk” Neil mempersilahkan wakilnya tersebut untuk duduk di kursi yang terletak di sebelahnya. Brett menghela nafasnya, “Kapten…, memangnya kenapa aku harus berdiri di sebelahmu kalau ada yang datang?”
Muncul seringaian kecil di bibir Neil, “Sudah sewajarnya sebagai seorang kapten yang populer menjadi panutan bagi anak buahnya, kan? Salah satunya adalah dengan menunjukkan sang wakil” alis Brett berkerut.
‘Dasar gak inget umur’ gumam Brett dengan OOC-nya. Seketika Dia teringat akan sesuatu.
“Bicara soal umur, tahun ini umur Kapten berapa?” Tanya Brett. Seketika Naga Immortal tersebut terdiam.
“Hm, Aku tidak tahu pasti. Mungkin usiaku sudah 100 tahun lebih” ucap Neil. Dagunya berpangku pada tangannya. Brett tersenyum.
“Tetapi, yang pasti hari ini umur kapten bertambah satu tahun, kan?”
“Eh?” Neil spontan mengangkat dagunya. Dia melihat Brett mengeluarkan sebuah cupcake cokelat dengan sebuah lilin menyala diatasnya.
“Sebenarnya aku mau membawakan kue yang lebih besar dari ini. Tetapi aku melihat ada pedagang roti keliling di depan tadi. Jadi aku membelinya disana. Tidak apa-apa, kan?” Jelas Brett. Neil tertegun. Dia lupa, bahkan sama sekali tidak ingat bahwa hari ini adalah ulang tahunnya.
“Selamat-“
BRAAKKK!!
Ucapan Brett terputus ketika pintu dibuka secara kasar oleh seseorang. Di depan pintu terdapat seorang perempuan membawa sepiring kue ulang tahun.
“Maaf saya terlambat, Wakil Kapten Brett! Selamat ulang tahun, Kapten Neil!!” seru gadis tersebut. Nafasnya terengah-engah. Sepertinya dia kelelahan karena terburu-buru menuju ke sini.
“Tenangkan dirimu dulu, Iris. Tidak apa-apa, kok. Aku tahu kau tadi sibuk menyelidiki perampok itu, kan?” kata Brett. Perempuan yang kita ketahui bernama Iris tersebut mengangguk dan mengambil segelas air putih dari galon yang ada disana.
“Ke-kenapa kalian bisa tahu hari ulang tahunku?” tanya Neil.
“Kapten bicara apa? Tentu saja kami tahu! Karena ini ulang tahun kapten, jadi kami tahu!” Jawab Iris.
“Ayo, ditiup lilinnya, kapten~” sahut Brett.
“… Mengapa…, kalian mau melakukan ini?” tanya Neil. Iris dan Brett terdiam sebentar, menatap satu sama lain, lalu tersenyum.
“Karena kami sayang Kapten Neil!” ujar mereka. Neil terdiam. Lalu senyumnya perlahan-lahan merekah.
“Terimakasih…” kata Neil dari dalam lubuk hatinya. Brett dan Iris membalasnya.
“Sekarang, tiup lilinnya!” seru Iris sambil membawa kedua kue tersebut. Neil memohon permohonan dalam hati dan meniup lilin-lilin tersebut.
“Apa permohonan Kapten?” tanya Iris setelah Neil meniup lilin tersebut.
“Permohonanku adalah, agar kita bisa terus bersama seperti ini selamanya”
Kedua naga tersebut tersenyum mendengar pernyataan Kaptennya itu.
“Eh, lalu.. kadonya bagaimana?” ujar Brett sambil memandang Iris.
“Ah! Maaf! Aku lupa” ucap perempuan naga tersebut.
“Sudahlah, kalian tidak usah repot-“ tiba-tiba kedua naga itu memeluk Neil bersamaan.
“Selamat ulang tahun, Kapten!” seru Iris.
“Hanya ini hadiah yang bisa kami berikan!” sahut Brett.
Neil balas memeluk mereka berdua, “Terimakasih, ini hadiah terindah yang pernah kudapatkan” ucapnya. Ketiga naga tersebut saling bertatapan satu sama lain, tersenyum, dan kemudian tawa bahagia memenuhi ruangan tersebut.
Mungkin, Neil tidak ingat sudah berapa lama dia hidup di dunia ini. Mungkin, Dia juga tidak ingat kalau setelah ini berbagai macam pekerjaan dan misi menantinya. Mungkin, dia sempat lupa kalau ini adalah hari ulang tahunnya. Mungkin, dia juga tidak tahu ini ulang tahunnya yang keberapa. Tetapi, satu hal yang pasti.
Menurutnya, ini adalah ulang tahun yang terbaik seumur hidupnya.
