Work Text:
Sekarang, lorong sudah sepi dan siswa-siswi duduk di belakang meja masing-masing. Kecuali Miyuki yang sedang menuruni tangga. Kecuali Sawamura yang bersandar di sisi tangga, wajah muram dan badan membungkuk. Miyuki melihat bundelan rambut yang acak-acakan, dan melarikan jari-jarinya di sana, menikmati cara Sawamura melompat kaget dan menatap tajam dirinya.
“Kazuya Miyuki,” ucap Sawamura. “Kenapa kau ada di sini?”
“Aku juga bisa bertanya hal yang sama padamu. Kau lagi bolos, ya?”
“Tidak! Aku—“ Sawamura menggeram. “Oke, aku bolos.”
“Kenapa?”
“Malas saja. Pelajarannya membosankan.” Sawamura memandang lekat Miyuki. “Mau main lempar-tangkap?”
“Kau mengajakku bolos bersamamu,” kata Miyuki, tak menambahkan tanda tanya di nadanya. Sawamura mengangguk. Miyuki membayangkan rumus-rumus yang ditulis oleh kapur dan keheningan kelas sebelum melingkarkan lengannya di leher Sawamura. “Baiklah, Sawamura. Aku ikut denganmu.”
Mata Sawamura melebar, emas dan cerah. “Sungguh?”
“Yep,” kata Miyuki sebelum menyeret Sawamura ke lapangan dan menahan hasrat untuk menciumnya di lorong kosong. “Sungguh.”
Pada saat itu, Sawamura mengulum senyum lebar, berkata wow beberapa kali, dan Miyuki hanya bersenandung, memandang cahaya matahari melimpahi ujung-ujung dua pasang sepatu yang berdampingan.
