Work Text:
Morgiana menganggap Masrur sebagai sosok teladannya, sebagai seorang kakak perkasa dengan segala tanggung jawab yang bersedia dipikul, sebagai seorang pengajar taman kanak-kanak yang ramah dan selalu penuh perhatian, sebagai seorang pengampuh klub judo yang tegas dan tidak segan berbagi ilmu pada para amatir.
Hidup berdua dengan Masrur, tanpa kedua orangtua yang dahulu mendampinginya, sudah tidak terasa asing buatnya. Morgiana sekarang terbiasa bangun dengan sarapan telur dadar yang sama tiap paginya, motor yang mengantarnya pulang seusai latihan ekstrakurikuler, dan pelajaran hidup yang diam-diam ia serap dari tiap-tiap tindakan Masrur.
Sesungguhnya, mungkin Morgiana sedikit merasakan cinta yang berbeda pada sang kakak sepupu.
