Chapter Text
Frank sadar dia bukan tipe pacar yang sangat perhatian dan manis, Frank cenderung diam tapi Frank selalu memastikan dia selalu ada jika kekasihnya membutuhkannya. Tapi setelah 3 tahun menjalin hubungan dengan pacarnya(mantan pacarnya), semua yang telah dilakukannya, semua usahanya tidak cukup. Beberapa hari yang lalu ditengah kencan mereka, Frank tak pernah terpikirkan akan mendapat pegakuan yang membuat dunianya runtuh dalam sekejap. Frank terluka, marah dan sedih. Segala emosi negatif memenuhi hati dan pikirannya. Sehingga ketika Frank menerima undangan untuk bersenang-senang dari seniornya First, dengan senang hati Frank mengiyakan. Frank butuh pelampiasan, butuh melepaskan semua emosi yang menjeratnya. Tapi pesta dan minuman beralkohol tidak pernah menjadi teman baiknya selama ini.
Ditengah-tengah kesadarannya yang mulai memudar tanpa sengaja tatapanya bertemu dengan Chimon, ahh anak itu. Frank sebenarnya tidak cukup dekat dengan Chimon, maka ketika dia melihat pemuda itu berjalan mendekatinya dengan tatapan dan senyum yang Frank sendiri tidak bisa mengartikannya wajar jika Frank merasa sedikit curiga. Frank tidak ingin berususan dengan Chimon sekarang. Didekat Chimon membuat Frank waspada dan Frank masih belum bisa menemukan alasan yang pasti untuk itu.
“Tumben sekali melihatmu ditempat seperti ini?” Chimon duduk disamping Frank.
“Hmm,” Frank tidak berniat menanggapi Chimon.
“Mereka sepertinya sangat bersenang-senang, First sangat tahu membuat orang-orang ini melupakan kalau mereka besok harus bekerja,” Frank juga tahu kalo First bisa diandalkan dalam hal seperti ini tapi sayangnya malam ini First gagal membuat Frank bersenang-senang.
“Bukanya tidak sopan memanggilnya hanya dengan nama, dia seniormu dan lebih tua darimu.” Kali ini Frank menatap Chimon. Chimon tersenyum mengejek, kemudian dia mendekatkan dirinya ke Frank.
“Aku hanya memanggil dengan namanya saja ketika dia tidak didekatku, bisa mati jadi bulan-bulannya aku kalo sampai dia tahu.” Chimon berbisik padanya, membuat Frank sedikit merinding. Chimon terkikik geli. Frank menoleh untuk menatap Chimon, jaraknya terlalu dekat, dan Chimon terlihat sangat berbeda. Sialan. Alkohol sialan.
“Sepanjang yang aku ingat kau juga tidak suka datang ketempat seperti ini, jadi apa alasanmu?”
“Hmm, jawab dulu pertanyaanku, baru aku akan menjawab pertanyaanmu.” Chimon mengambil gelas yang ditangan Frank, lalu meminumnya dalam sekali teguk. Frank hanya diam, Frank tahu Chimon sedang bermain-main dengannya.
“Baiklah kalau tidak mau menjawabnya. Karena aku baik padamu, akan kuberitahu.” Frank menunggu jawaban Chimon.
“Aku sedang patah hati dan kesepian, mungkin dengan datang ketempat ini aku bisa bersenang-senang.” Chimon mengatakannya dengan santai, bahkan Chimon sempat tersenyum.
“Jadi apa kau bersenang-senang?” Tanya Frank.
“Aku sedang memikirkan rencana untuk bersenang-senang Frank. Dan kau ada dalam salah satu rencanaku sekarang.” Chimon menatapnya sambil tersenyum menggoda. Frank benci melihat melihatnya.
“Aku tak tahu apa yang sedang kau pikirkan, tapi kalau kau hanya berniat main-main atau membuatku jadi salah satu bahan leluconmu, malam ini bukan waktu yang tepat. Aku tidak suka ribut dengan teman.” Frank tidak ada keinginan untuk menanggapi omong kosong Chimon.
“Ini juga bukan waktu yang tepat buatku untuk membuat lelucon Frank. Aku serius, ayo bersenang-senang. Aku dan dirimu. Dudukdiam disini hanya akan membuatmu terlihat menyedihkan.” Chimon berdiri, Frank menatapnya.
“Aku tidak terlihat menyedihkan!”
“Kalau begitu bantu aku bersenang-senang, aku sedang patah hati dan kesepian.” Chimon memaksanya berdiri menariknya, membawa ketengah-tengah lantai dansa. Anehnya Frank tidak menolaknya. Mengikuti apa yang Chimon ingin lakukan. Entah bagaimana Chimon akhirnya membuat Frank tertawa. Benar dia harus bersenang-senang. Bersedih terus-menerus akan membuatnya semakin terlihat menyedihkan. Untuk sesaat bersama Chimon dia melupakan kesedihan dan amarah yang menguasai hatinya beberapa hari ini. Hanya dalam waktu singkat dia merasa jatuh pada pesona Chimon. Pesona Chimon yang selama ini coba Frank hiraukan.
