Actions

Work Header

Si Paling Manja

Summary:

Si paling manja, begitulah Getou Suguru mendeskripsikan kekasihnya, Gojo Satoru.

Notes:

(See the end of the work for notes.)

Work Text:

Si paling manja.

Begitulah Suguru akan mendeskripsikan kekasihnya, Gojo Satoru. Si empunya netra biru muda yang dapat membuat beberapa pasang mata enggan menengok ke arah lain, termasuk Suguru. Seharusnya Suguru bersiap-siap untuk segera berangkat ke kantor namun, Satoru masih saja memeluk erat tubuh Suguru untuk mencari kehangatan.

Tentu saja Suguru tidak akan menolak jika Satoru sudah meminta diberikan atensi. Lelaki bersurai malam itu pun membalas pelukan Satoru dengan senang hati walaupun ia sesekali melirik jam yang terdapat di atas nakas. Tetap saja yang Suguru prioritaskan adalah Satoru.

Seorang yang kerap kali membuatnya pusing sendiri hanya karena si surai putih itu bertingkah manja. Seperti sekarang ini, Satoru masih setia mengaitkan tangannya pada pinggang Suguru. Sesekali Suguru mengusap puncak kepala Satoru hingga Satoru menoleh ke arah Suguru. Suguru tak pernah bosan menatapi pahatan wajah indah milik kekasihnya.

"Gimana ya kalau waktu itu kita ga ketemu di acara kampus?" Tanya Satoru sambil mengusap-usap tangan Suguru lembut.

Mari kita sorot balik sejenak pada awal pertemuan pasangan muda yang terkadang tak tahu malu sebab bermesraan di tengah jalan tanpa memedulikan orang yang berlalu-lalang.

Pertemuan sederhana yang membekas bagi Suguru dan Satoru. Kala itu acara tahunan kampus akan diadakan. Kebetulan mereka berada di satu divisi yang sama yaitu divisi publikasi dan dokumentasi. Keduanya kerap membawa kamera DSLR ke sana kemari untuk mendokumentasikan acara tersebut.

Namun, alih-alih memotret acara. Dalam beberapa kesempatan, Suguru justru mengarahkan lensa kameranya pada raga Satoru dan diam-diam mengambil foto. Rekan Suguru sempat khawatir karena yang ada di kamera DSLR milik Suguru lebih banyak potret Gojo Satoru ketimbang panggung acara.

Satoru memang cantik. Suguru tak pernah bosan berdiam diri selama beberapa jam hanya untuk menatap ke arah teman satu divisinya itu. Suguru selalu tertawa jika temannya bercerita padanya bahwa mereka sedang jatuh cinta pada pandangan pertama.

Sampai akhirnya Suguru merasakan pengalaman itu sendiri. Iya, Suguru jatuh hati kepada Satoru yang memang membuatnya lupa tugas utamanya sebagai divisi publikasi dan dokumentasi.

Suguru tak pernah menyesali keputusannya kala itu untuk mengajak Satoru makan malam bersama yang membuat mereka semakin dekat.

Suatu hari, ketika mereka sedang berdua di kafe karena ingin melihat hasil foto-foto selepas acara. Satoru tak sengaja melihat file di laptop Suguru. Satoru terkejut karena file tersebut diberi nama 'Satoru' yang berisikan file khusus untuk foto-fotonya ketika di acara maupun sedang rapat.

Herannya Satoru sama sekali tak marah kepada Suguru dan justru senang sebab diam-diam Satoru juga menaruh rasa pada Suguru. Karena rahasia kecilnya sudah ketahuan, Suguru memutuskan untuk mengajak Satoru untuk menjalin hubungan asmara. Seperti lelaki yang lainnya, Suguru tidak mau orang yang ia cintai nantinya akan diambil orang jika ia terlambat untuk mengungkapkan rasa.

Berita baiknya adalah tentu saja Satoru menerimanya. Dan kini hubungan itu berlanjut sampai sekarang mereka berada di atas ranjang yang sama, enggan melepas dekapan.

"Kalau waktu itu kita ga ketemu, ya kita ga bakalan berdua di sini sayang." Ucap Suguru mengelus puncak kepala Satoru.

Satoru tersenyum memperlihatkan deretan giginya yang rapi. Segalanya dari Satoru itu Suguru suka. Mulai dari pahatan wajahnya yang selalu Suguru simpan rapat di dalam otaknya hingga mata kaki Satoru, semua indah menurut Suguru.

Bahkan sifat kekanak-kanakan yang juga sering dilakukan oleh Satoru sudah menjadi asupan sehari-hari bagi Suguru. Namun, Suguru tidak pernah risi dan tidak pernah juga marah. Rasa sayangnya terlalu besar untuk Gojo Satoru. Sehingga mau marah pun ia tak sanggup.

"Kamu kenapa kok bisa suka sama aku?" Tanya Satoru penasaran.

"Cinta," koreksi Suguru dengan suara lembutnya.

"Iya, kenapa kamu kok bisa cinta sama aku?" Satoru mengulangi lagi pertanyaannya.

"Cuman kamu Satoru," ujar Suguru menggantung. Satoru mengernyit karena bingung lalu menoleh ke arah Suguru.

"Cuman kamu doang yang bisa tenangin saya kalau saya lagi kalut," ujar Suguru.

Memang Satoru seorang yang dapat mengerti bagaimana cara untuk menenangkan lelaki sedingin kutub utara seperti Suguru. Sungguh Suguru ingin mengucapkan banyak-banyak berterima kasih kepada pencipta semesta karena sudah mempertemukannya dengan Satoru.

Namun, tak jarang pertengkaran kecil terjadi dalam hubungan mereka. Suguru tahu betul rasa cemburu Satoru cukup besar. Tetapi, apa pun itu yang mereka tengkarkan, Suguru maupun Satoru akan tetap menyelesaikannya pada hari itu juga.

Sebab di antara Suguru dan Satoru, keduanya tak ingin berlama-lama bertengkar. Menurut mereka, lebih baik mereka menghabiskan waktu bersama. Entah itu menonton film bersama atau bertukar pikiran ketimbang bertengkar.

Meskipun begitu, Suguru tetap mencintai Satoru yang dapat memahami dirinya. Suguru tak peduli jika Satoru menunjukkan sifat kekanak-kanakannya. Suguru sudah mencintai Satoru yang seperti itu.

Satoru kembali tersenyum lalu mempererat dekapannya pada sang pujaan hati. Suguru hanya bisa membalas dekapan Satoru lalu ikut tersenyum.

"Kamu memang si paling manja, Satoru."

Notes:

Terima kasih sudah membaca. Semoga kalian suka!