Chapter Text
Angin laut seolah membelai wajahnya, Seorang anak laki laki dengan raut wajah yang sulit di artikan melihat ke arah laut seolah memperhatikan setiap gerak gerik darinya. Mata se-biru lautan nya itu seakan jatuh cinta dengan setiap suara ombak dan aroma lautan dari pantai yang sepi itu.
Seakan Ter hipnotis, Shinichi kecil terus maju menuju lautan dalam seraya merasakan setiap usapan halus dari air yang berombak. Matanya terus tertuju pada gambaran dari Matahari terbenam yang seakan hilang ke dalam lautan.
Tangan Shinichi ter ulur ke depan, seakan menawarkan pegangan tangan untuk sang matahari. Shinichi terus berjalan perlahan menuju dalamnya lautan.
'HAP!
Shinichi kecil terkejut, sekelilingnya berubah menjadi gelap secara tiba-tiba. Seseorang dengan sengaja menutup matanya entah dengan alasan apa.
"o-Otousan, apa yang kau lakukan??"
Pria yang dia panggil 'Otousan' dengan tenang tersenyum padanya.
"Ohh, bagaimana kau bisa tahu kalau ini ayah?"
"Tangan besar yang suka mengetik dan menulis hanya dimiliki oleh Ayah, siapa lagi di tempat ini yang memiliki tangan seperti itu?"
Yusaku tertawa sebentar, setelah itu melepaskan kedua tangannya dari wajah anak satu-satunya tersebut. Ia memperhatikan raut wajah shinichi sebentar, setelah itu kembali tersenyum untuknya.
"Indah bukan?"
Shinichi menengok "Ya?"
"Maksudku laut nya.."
Shinichi mengangguk bingung, "Kenapa kamu bilang laut itu indah? Bukankah matahari dan pemandangan lainnya juga indah?"
kali ini giliran Yusaku yang menatap Shinichi, "Bukankah itu kau yang terus saja memperhatikan lautan ketimbang yang lain?"
"Bagaimana ayah tahu?" Shinichi terkejut saat Yusaku tahu apa yang sedang ia pikirkan saat ini.
"Kau tahu? itu sangat terlihat jelas dari matamu. Di saat kau menatapnya, lautan seolah bersatu dengan matamu. Warna biru dari matamu. "
"Bahkan shinichi hampir ter hipnotis seperti itu, untung saja ayah menangkap mu duluan sebelum kau maju lebih jauh dan akhirnya tenggelam.."
Shinichi memajukan bibir mungil nya, "Aku tahu kok. lagi pula aku tidak ter hipnotis atau apapun itu!"
Yusaku tertawa kecil sambil menyeret Shinichi kembali ke tepi pantai.
"lagi pula, sepertinya aku tahu alasan kau begitu terpesona sampai jatuh cinta pada lautan."
Shinichi kecil semakin memajukan bibirnya, "Aku tidak terpesona dan jatuh cinta pada apapun, lagi pula lautan bukan manusia jadi bagaimana bisa aku jatuh cinta padanya?"
"Benarkah? aku pikir itu tidak perlu sebuah makhluk hidup untuk kau cintai. Lautan saja sudah cukup untuk membuat mu jatuh cinta bukan?
Shinichi diam, mulutnya tiba-tiba saja tertutup rapat tepat di depan ayahnya.
"itu karena, aku merasa seakan dia memanggil namaku.."
"hm?" Yusaku mendengarkan perkataan kecil dari putranya tersebut.
"Laut itu, entah mengapa seakan memanggil ku. seakan dia mengajak ku untuk berpelukan atau semacamnya.."
Tiba-tiba saja semburat merah terlukis di wajah Shinichi kecil, "Jangan Beritahu kaa-san tentang apa yang aku bilang barusan! aku tidak mau di goda olehnya untuk waktu yang lama..!!"
Yusaku hanya tersenyum lembut, setelah itu ia duduk di pasir sambil membenarkan posisinya untuk melihat pemandangan malam. Yusaku mengangkat tubuh mungil Shinichi ke atas pahanya dan memposisikan nya agar dapat melihat lautan dengan jelas.
"Kau tahu Shinichi, Lautan adalah salah satu misteri terbesar di bumi."
Tiba-tiba saja Otak shinichi langsung tertuju pada kata misteri yang baru saja diucapkan oleh Yusaku.
"Coba kau lihat permukaan laut. walaupun terombang-ambing, laut akan kembali tenang dan datar bukan? walaupun ilmu dan peneliti sudah memecahkan mengapa hal tersebut bisa terjadi, setelahnya masih ada banyak misteri tentang lautan yang bahkan sampai sekarang belum bisa di pecahkan oleh siapapun."
mata shinichi kembali berbinar setelah mendengar kata misteri, baginya itu seperti tujuan hidupnya sejak ia lahir.
"Lautan yang terlihat menghipnotis itu memiliki banyak makhluk indah dan misterius di dalamnya bukan? dan bahkan jika lautan terlihat sangat tenang, di dalam sana ada bahaya yang bahkan tidak bisa dibayangkan oleh siapapun."
Yusaku kembali melihat ke arah putra semata wayang nya itu, wajahnya kini semakin berbinar saat melihat lautan setelah pidato kecilnya mengenai lautan menjadi misteri yang besar.
Shinichi kecil tiba-tiba saja terdiam, menundukkan kepalanya yang sebelumnya menatap jauh ke arah lautan.
"Ayah, bolehkah aku bertanya?"
Yusaku berbalik, "Tidak apa-apa? Apa yang ingin ditanyakan Shinichi?"
"Jika laut adalah misteri besar dunia, dapatkah saya menjadi bagian darinya juga?"
Yusaku terkejut, kini ia tidak tahu apakah shinichi sedang ter obsesi pada lautan, misteri atau pun keduanya, "apa maksudmu?"
"Aku juga, ingin menjadi misteri bagi seseorang."
Yusaku tersenyum lembut, "kau tahu shinichi, sejak awal kita semua di lahirkan dengan misteri. mau itu masa lalu atau pun masa depan tentang mu adalah misteri yang tak akan pernah terjawab."
Shinichi menjawab dengan senyum kecil, "ya, ayah benar."
Yusaku dengan gemas mengacak-acak rambut rapi putranya.
"Shinichi, asal kau tahu. Selain lautan ada lagi misteri yang terlihat sama, namun sebenarnya mereka adalah dua hal berseberangan yang jauh berbeda.
Shinichi seketika terdiam menatap ayahnya sebentar dan terlihat berpikir, "memang nya apa itu?"
Yusaku kembali membelai rambut putra mungil nya itu,
"Itu adalah ....."
