Work Text:
Setiap pagi, Jay akan terbangun dari tidurnya dengan keadaan segar bugar karena ia disuguhi oleh pemandangan indah disampingnya, siapa lagi kalau bukan Park Hyungseok, kekasihnya yang tengah tertidur dengan pulas diatas kasur yang ditempati untuk mereka berdua.
Park Hyungseok adalah seorang laki-laki yang dengan seenaknya masuk kedalam kehidupannya dan mengacaukan hatinya dengan sifat manisnya.
kadang Jay berpikir bahwa Hyungseok adalah orang yang benar-benar seperti seorang manusia pilihan. Bagaimana tidak? Ia memiliki wajah yang tampan, manis, dan juga... Cantik! Dan tak hanya itu, badannya yang tinggi serta lumayan berisi dengan otot tersebut membuatnya hampir sempurna. Namun, sifatnya yang kadang terlalu baik tersebut membuat Jay harus menjadi siap siaga dengan siapapun yang akan melukai maupun memanfaatkan sifatnya tersebut.
Meskipun sudah agak lama Jay satu atap dengan Hyungseok, tetap saja ia tak bisa berhenti untuk tertegun dengan bagaimana menggemaskannya kekasihnya tersebut, lagi-lagi ia dibuat jatuh padanya.
Entahlah. Ia tak tahu mengapa setiap tindakan yang Hyungseok perbuat selalu membuatnya jatuh cinta, lagi.
Jay pernah berpikir, tak adakah dari diri Hyungseok yang membuat Jay untuk tak jatuh cinta padanya? Jawabannya, tidak ada.
Hyungseok seperti memiliki suatu magnet yang membuat Jay untuk tak ada pilihan lagi selain mendekat kepadanya. Tidak, tidak. Itu bukan berarti Jay terpaksa untuk mendekatinya, ia malah sangat bersyukur ia bisa dekat dan menjadi kekasih dari seorang Park Hyungseok.
Kalau diberi permintaan, ia hanya ingin untuk terus bersama dan jatuh cinta pada Hyungseok. Meskipun sampai mereka dipisahkan oleh maut, Jay, termasuk Hyungseok, berharap yang mereka temui pertama kali saat itu adalah satu sama lain.
