Chapter Text
Ketika dua beruang sedang berkencan di mal
"Oppa, ayo kita beli es krim." Min Ha menyeret beruang kesayanganya menuju konter es krim kesukaannya. Sayangnya terdapat antrian yang lumayan panjang di sana.
"Kau duduklah dulu, biar aku yang antri." Pinta Seokhyeong.
Min Ha menggeleng.
"Biar aku saja, nanti kaki Oppa sakit mengantri terlalu lama." Jawabnya sambil tersenyum menggoda Seokhyeong.
Seokhyeong merengut.
"Aku belum setua itu. Kakiku tidak akan sakit kalau hanya mengantri es krim. Sana, duduklah. Dari tadi kau sudah memutari mal ini begitu lama. Pasti kakimu yang sakit."
Min Ha tertawa.
"Baiklah, Oppa. Kakiku memang capek sekali." Sahutnya sambil tersenyum.
Min Ha mengambil segambreng tas belanjanya yang dibawakan Seokhyeong dan membawanya ke tempat duduk. Dia memang pergi duluan ke mal ini karena harus berbelanja beberapa barang. Sementara Seokhyeong yang baru pulang dari rumah sakit untuk operasi darurat tiba beberapa menit yang lalu untuk menjemputnya.
Ketika Min Ha duduk tiba-tiba saja seorang laki-laki menghampirinya. Min Ha hampir saja tidak mengenali laki-laki itu jika dia tidak menyebutkan namanya.
"Ini aku, Seo Sung Jae. Kau tidak ingat aku?"
"Aah, kau rupanya. Kau berubah sekarang. Aku jadi tidak mengenalimu."
Setelah mereka bercakap-cakap beberapa lama, Seokhyeong tiba dengan membawa pesanan es krim mereka. Dia berdeham sehingga Min Ha dan temannya menoleh. Min Ha menyambut es krimnya dan memperkenalkan Sung Jae kepada Seokhyeong. Sung Jae kemudian pamit untuk pergi terlebih dahulu.
Min Ha mulai menikmati es krimnya sambil memperhatikan wajah Seokhyeong. Raut muka pacarnya tampak keruh. Min Ha kemudian membuka obrolan.
"Oppa..."
"Hmmm..?" Seokhyeong menyahut sambil memandangi es krimnya.
"Kenapa mukamu cemberut begitu?"
Seokhyeong gelapan mendengar pertanyaan Min Ha.
"Aku? Tidak, mukaku biasa saja." Jawabnya sambil mencoba tersenyum. Namun sayangnya senyuman yang terlihat oleh Min Ha adalah senyum terpaksa.
"Kau marah ya? Karena aku belanja terlalu banyak? Atau karena aku pergi ke mal duluan? Atau karena aku mengejekmu tua tadi? Maaf..." Min Ha memasang wajah memelas sambil memegang tangan Seokhyeong.
Melihat wajah Min Ha, Seokhyeong tidak dapat menahan diri untuk tidak tertawa.
"Bukan, sungguh aku tidak marah." Katanya sambil menggelengkan kepalanya.
Kali ini wajah Min Ha yang berubah menjadi cemberut.
"Kalau begitu kenapa wajah Oppa begitu? Oppa tidak suka ya menemaniku jalan-jalan?"
Seokhyeong menarik napas. Beginilah menghadapi wanita. Padahal dia yang awalnya cemberut. Sekarang dia harus menghadapi kekasihnya yang cemberut karena dia tidak mengungkapkan alasannya cemberut.
"Tidak, bukan begitu. Aku hanya bertanya-tanya siapa laki-laki yang tadi menghampirimu. Kalian kelihatan akrab."
Min Ha akhirnya mengerti. Inilah alasannya mengapa beruang kesayangannya tadi cemberut. Seo Sung Jae penyebabnya.
"Oppa cemburu?"
Seokhyeong menggelengkan kepalanya berusaha membantah.
"Aku? Tidak, aku tidak cemburu. Cuma penasaran saja."
Min Ha tertawa.
"Jujur saja kalau Oppa cemburu. Aku akan sangat senang karena artinya Oppa menyayangiku. Tapi sayangnya ternyata Oppa tidak cemburu."
"Baiklah, aku mengaku. Aku memang cemburu. Jadi, siapa laki-laki tadi? Wajahnya tampak familiar? Bukan staf rumah sakit kan?"
Min Ha menggeleng.
"Bukan, dia bukan staff Yulje. Wajahnya familiar karena mungkin Oppa pernah melihatnya di televisi. Dia pemain bulutangkis terkenal. Sering bertanding di pertandingan internasional."
"Aah, pantas saja. Lalu, kalian saling kenal?"
Min Ha mengangguk.
"Ya begitulah. Kami pernah dekat. Kenal saat kencan buta beberapa tahun lalu."
"Lalu kalian pacaran?"
Min Ha menghela napas.
"Oppa, apa kau sungguh ingin tahu?"
Seokhyeong mengangguk. Mukanya tampak penasaran.
"Ya, kami pacaran beberapa bulan lalu putus. Dia terlalu sibuk. Latihan selama 12 jam sehari, tujuh hari seminggu, lalu pergi ke luar negeri untuk pertandingan. Sungguh bukan pacar yang aku inginkan."
"Lalu pacar seperti apa yang kau inginkan?"
Min Ha menatap wajah Seokhyeong dengan serius.
"Pacar seperti beruang yang ada di hadapanku sekarang. Yang selalu mengerti aku, dan selalu ada di dekatku."
Seokhyeong merasakan wajahnya memerah.
"Oppa, tidak perlu cemburu dengan mantan pacarku. Sekarang, yang ada di hatiku cuma Oppa. Jadi, oppa tidak usah khawatir ya."
Seokhyeong mengangguk sambil tersenyum.
"Baiklah, ayo habiskan es krimnya. Nanti aku belikan tteokbokki yang paling enak setelah ini."
Min Ha mengangguk dan menghabiskan es krimnya. Dia tidak menyangka bahwa beruangnya yang anti sosial ini ternyata beruang yang pencemburu. Namun dia menyukainya.
