Actions

Work Header

Rating:
Archive Warning:
Category:
Fandom:
Relationship:
Characters:
Additional Tags:
Language:
Bahasa Indonesia
Stats:
Published:
2021-12-29
Words:
521
Chapters:
1/1
Comments:
3
Kudos:
13
Hits:
272

goodnight n go

Summary:

Sedikit tentang Adhis dan Desta.

Notes:

Yedam as Adhis, Doyoung as Desta. Side story from BWB AU (hajeongwoo).

Work Text:

Seorang Adhiswira Pratama itu terpaku buku-buku tengah jalur tubuh dengan laptop. Sang pikiran berkelana dalam unsur kimia yang baru dipelajari. Sementara Desta, diam entah berharap apa dalam baring.

Minggu depan sudah memasuki fase yang paling ditakuti dalam lunar sekolah, ujian. Jelas seorang Adhiswira Pratama akan lebih memperdulikan cacing huruf dalam buku daripada cacing besar seperti Desta.

Dari niat yang paling terdalam, Adhis tidak sejahat itu. Ia tetap menyayangi sang kekasih, namun tak apa untuk meninggalkan prioritas romansanya sebentar.

Dan Desta ..., maaf, tentu saja merasa tersakiti. Walau sedikit.

Tiada harap Adhis akan kembali dalam peluk. Desta yang sudah seperti mayat hidup ini mungkin Adhis tidak sadar. Desta butuh obatnya, butuh Adhis dalam pelukan.

"Dhis, buat apa aku nginep di rumah kamu kalo akunya aja gak kamu liat bahkan?!" Desta sedikit membentak bercanda.

Adhis tertawa. Bahkan belum sepuluh menit ia terpaku kursi belajar. Memang, Desta itu selalu berlebihan, dan Adhis selalu suka.

Adhis berdiri dari duduknya, lalu menghampiri Desta yang terbaring. "Yaudah tidur duluan aja. Aku mau lanjut belajar sampe jam sebelas."

"Lama banget?" Alis pemuda itu terangkat. "Kapan cuddle-nya?"

"Cuddle mulu. Belajar! Udah mau ujian."

Desta berbalik, membelakangi Adhis yang di tigaperempat ingin marah. "Besok gak bakal kiamat jadi mending besok-besok aja."

"Ih kok ngomongnya gitu? Lagian hari akhir itu gak ada yang tau!"

"Soalnya besok minggu."

Lihat, kan? Desta itu selalu konyol. Seribu orang bilang Desta itu gila. Dan seribu orang itu tak ada nilainya dalam tahta asmara, ia tetap mencintai Desta.

Adhis diam sebentar. Tak lama mulai membaringkan diri, meratakan badannya dengan laki-laki yang sepertinya sedang marah.

Ia membuka ponsel. 

Nyaring suaranya di telinga Desta. Namun rusuh tangan laki-laki di belakang itu redup diganti alunan musik yang menyerbu ruang.

One of these days
You'll miss your train and come stay with me
(It's always say goodnight and go)
We'll have drinks and talk about things
And any excuse to stay awake with you
And you'd sleep here, and I'd sleep there
But then the heating may be down again
(At my convenience)
We'd be good, we'd be great together.

"Why'd you have to be so cute? It's impossible to ignore you." Dan Adhis ikut mengalun. "Why must you make me laugh so much? It's bad enough we get along so well."

"Just say goodnight and go."

Manis, manis, dan manis. Adhis itu selalu manis. Di langit bawah atap yang temaram, tak cukup mampu menyembunyikan semburat merah muda dalam pipi salah satu pemuda. Miliknya sendiri.

Dan Desta tak mampu menahan segalanya. Adhis terlalu manis. Sangat manis. Manis luar biasa.

Desta tak punya kata selain manis.

Dari suara, pipi dengan warna, senyum yang kadang tiada,

Desta suka semuanya.

Semua benar ada, cinta itu membabi buta. Hidup dengan rumah permen, gulali, cokelat, dan stroberi.

Adhiswira Pratama, sang tani gula, cokelat dan stroberi.

Pemuda itu tersenyum. Mustahil bila mau disembunyikan. Nyata refleksi tak mau dibalap. Desta akhirnya menengok, menatap sang kekasih yang masih malu-malu.

"Ini lagu tidurku." Adhis membelai kepalanya. "Udah sana tidur."

"Makasih."

Desta menuruti, mulai menutup mata sendiri. 

Oh, bintang mau menemaninya malam ini. Walau dalam rumah, ia tetap merasa.

Jangankan bintang, seorang Adhiswira Pratama bahkan bisa membuat galaksi dalam hatinya.