Actions

Work Header

Unwanted feeling

Notes:

I decide to make this ff and don't have specific plan or anything since this is the first. But I present it for all beikazu fans who lack of food hihi. I'm sorry for not being able yet to write it to international fans. Anyway this pure my headcanon and nothing related to the canon story so all characters belong to Mihoyo. Hope u enjoy

Work Text:

Hari-hari menjelang lantern rite, festival tahunan yang selalu ditunggu oleh masyarakat Liyue, beragam kesibukan akan diberhentikan sementara agar semua orang bisa menikmatinya. Termasuk para awak kapal crux fleet. Mereka mengambil kesempatan ini untuk kembali kepada keluarganya, kerabat juga teman-teman. Tanpa terkecuali, Kazuha.

Ia juga menemui temannya namun, bukan untuk menikmati festival bersama. Hanya saja, inilah saat-saat yang bisa ia pakai untuk mengunjungi kawan lamanya. Bercerita tentang perjalanan hidup, walau tanpa tanggapan yang didapat. Meski begitu ia sudah cukup senang, bisa berbagi beban hidupnya kepada sahabatnya itu.

Namun kali ini, permasalahannya tidak sesederhana seperti saat ia mengayunkan pedang, melawan monster laut, ataupun menerjang badai. Ia butuh jawaban, ia ingin sesuatu yang bisa menjawab kegelisahan dihatinya yang sedikitnya pernah ia alami, sekali lagi.

Sehabis menyingkirkan dedaunan di sekitar makam temannya, ia duduk di samping pedang yang tertanam, menyenderkan kepala padanya.
"Aku harus bagaimana? Hhh.." ia menghela napas berat, "Sepertinya aku telah jatuh hati pada kaptenku."

///

Seminggu dua minggu setelah usainya festival, disaat semua pekerjaan mulai beroperasi, kazuha belum juga kembali. Itu tidak terlepas dari penglihatan Beidou, sang kapten armada. Ia tahu Kazuha memang memiliki jiwa yang bebas, tapi ia bukan orang yang tidak bertanggungjawab. Walau terkesan tinggi hati, Beidou berpikir salah satu awaknya ini sangat menghormati dirinya. Kalaupun ingin mengundurkan diri, pasti Kazuha akan pamit secara baik-baik, selayaknya seorang samurai.

"Juza, Kazuha belum juga kembali?" Tanya Beidou menghampiri wakilnya yang sedang mengawas.

"Belum kapten, apa dia baik-baik saja?"

"Entahlah, masa iya dia sengaja kabur?" Tanya Beidou ragu.

"Hahaha, mana mungkin dia berani seperti itu, bukan sifatnya sama sekali." Tawa Juza besar menggelegar seperti tubuhnya.

"Maka dari itu, tapi kalau dia kenapa-napa juga.. nggak mungkin, ya 'kan? Dia kan bukan buronan lagi, ia juga sangat bersahabat dengan alam, apa yang bisa membuatnya terluka?"

Melihat sang kapten berdiri diujung keyakinannya, ia menawarkan, "Apa perlu kami cari?"

"Tidak, tidak usah dulu. Kapan kunjungan kita ke Inazuma?"

"Oh, itu setelah mengangkut peralatan dari Fontaine. Tujuan kedua."

"Oke, mungkin kita akan bermalam di sana untuk beberapa hari nanti."

"Siap kapten." Juza memberi hormat sebelum pergi melanjutkan pekerjaannya.

///

 

Beberapa bilah jangkar diturunkan. Membuat suara percikan besar dan gelombang bulatan dipermukaan yang saling beradu. Tepat setelah matahari memancarkan cahayanya, kapal crux sampai di pelabuhan Ritou, Inazuma. Barang-barang yang meminta tujuan diangkut para awak menuruni kapal. Kemudian dicek oleh para utusan klien untuk memastikan keakuratan. Walau sudah tidak perlu diragukan bahwa armada yang dipimpinnya tidak pernah salah perhitungan.

Saat memastikan semuanya beres, Beidou menyuruh awak kapalnya untuk beristirahat. Tidak lupa bahwa mereka akan menetap disini untuk beberapa malam, untuk mencari salah satu dari anggotanya yang tak kunjung kembali itu.

"Kapten serius akan pergi sendiri?" Tanya salah satu anak buahnya.

"Yapp, lagi pula ini bukan perang. Bersantai-santailah disini selagi aku menyeret bocah itu pulang."

"Haha, baiklah. Hati-hati kapten."

Beidou mengedipkan sebelah matanya sambil mengarahkan kedua jari ke atas kepala. Jangan khawatir.

Seperti dugaan, banyak hal yang belum ia ketahui dari Kazuha, wajahnya yang sendu, senyumnya yang tenang, bicaranya yang runyam, semuanya sulit dipahami. Beidou sangat menghargai privasi setiap orang dan tidak akan memaksa siapapun yang tidak ingin memberitahukan kisahnya. Namun disaat-saat seperti ini, hal-hal seperti ini sedikit menghalangi jalannya.

Ia menggunakan secuil informasi yang ia ketahui untuk mencari keberadaan Kazuha yang kemudian membawanya tepat ke gundukan tanah didepannya saat ini, kediaman kawannya. Namun, ia hanya menemukan seekor kucing putih sedang bermain-main dengan dedaunan yang jatuh. Sial. Aku tidak punya petunjuk lain. Celetuknya. Tapi, ia tidak bisa menyerah begitu saja kan?

Sesaat ia berpikir untuk kembali dan mengabari awak kapalnya bahwa ia mungkin tidak akan ikut bermalam bersama yang lainnya, seorang lelaki telah berdiri dibelakangnya.

"K-kapten?" Lirih lelaki itu terbata-bata.

"Kazuha?!" Matanya membulat sesaat kemudian terdengar suara helaan. Untunglah. Mungkin itu maksudnya.

Walau sebentar saja, dengan egois, ia sedikit berharap Beidou akan berlari dan memeluknya.

Beidou berjalan kearahnya dan berkata pelan, "Apa ada masalah, Kazuha? Tidak bisakah kamu mempercayai keluarga barumu? Atau setidaknya aku?"

Kazuha menunduk, dalam hati ia merasa malu. Pertama, akan harapan bodohnya yang sesaat terbesit. Kedua, akan perasaannya yang memenuhi hatinya. Ketiga, akan perhatian murni yang diberikan oleh kaptennya.

"Mau ke bar? Bukannya banyak yang harus kamu jelaskan?" Ia menepuk-nepuk pundaknya lalu berjalan melewatinya. Kemudian disusul oleh Kazuha yang terhalang oleh keraguan sesaat.

///