Work Text:
Usia sudah menginjak hampir 30 tahun, tapi berkencan atau sekedar mendapatkan pasangan cinta itu tak pernah dialami oleh Beidou. Jadi, ketika dirinya tiba-tiba diajak makan siang oleh junior nya di kantor, hanya berdua, benar-benar hanya berdua. Hal itu membuat Beidou yang selama ini cuek-cuek saja dan sudah pasrah akan hubungan asmara tiba-tiba mendapatkan suatu perasaan yang sulit dijelaskan didalam hatinya.
Juniornya itu, seorang pria yang beberapa tahun lebih muda darinya. Memiliki perawakan yang ramping juga senyuman yang manis. Meski Beidou telah beberapa kali melihatnya tampil dengan tegas. Tapi Beidou tetap menganggap wajah pria itu tak lebih dari seorang pretty boy pada umumnya. Sehingga ketika pria yang sedang duduk dihadapannya itu membuka jasnya dan menaruhnya di paha Beidou yang sedang memakai rok, yang sebenarnya tidak terlalu pendek itu, membuat si wanita sadar bahwa pria ini lebih dari itu. Ia terlihat gagah dan aura gentleman yang dapat dilihat dari tindakannya pun mampu membuat pipi Beidou sedikit merona.
“Te-terimakasih, Kazuha.”
Beidou berbicara dengan kikuk. Sedangkan pria bernama Kazuha itu menunjukkan senyumannya yang lembut.
Sebenarnya alasan Beidou menjadi aware akan Kazuha itu sebenarnya bukan hanya karena pria itu tiba-tiba mengajaknya makan berdua di hari Valentine. Tak sesederhana itu. Beidou mungkin pada dasarnya memang tipe yang batu—alias tidak pekaan. Tapi, kalau pria itu selalu menunjukkannya tiap saat, meski halus, Beidou bagai menjadi batu yang terbelah karena tetesan air.
“Sambil menunggu makanan nya tiba, ada yang ingin saya bicarakan pada anda, Nona Beidou.”
Kazuha yang meski berani mengajak seorang atasan untuk ‘kencan’, dia tahu betul posisinya untuk saat ini, sehingga ia harus menerapkan formalitasnya—meski agak dikurangi.
“Ah, Iya? Ada apa?”
Beidou kemudian mengigit bibir bawahnya, kedua tangannya juga mencengkram jas Kazuha yang masih betah menutupi pahanya itu.
“Saya menyukai anda.”
Benar, semua orang tahu Kazuha, yang meski kadang berbicara sulit dimengerti, tapi dia adalah tipe yang akan menunjukkan perasaannya dengan jelas—entah itu rasa marah, sedih, kecewa apalagi perasaan cintanya.
Kazuha jelas tahu bahwa mereka bukan anak remaja lagi, jadi dia sedikit mengubah taktik, ia tak langsung menabrak Beidou untuk dijadikan pacar. Dia ingin lebih dari itu, jadi dia berusaha menjadi sebaik mungkin dalam mendekati wanita yang ia sukai selama 3 tahun belakangan ini.
Beidou diam tak menjawab, ia sudah tahu ini akan terjadi, tapi tetap saja hatinya tidak siap. Apalagi saat menyadari bahwa dia memiliki perasaan lebih pada Kazuha.
“Saya benar-benar minta maaf jika tidak sopan. Tapi saya benar-benar menyukai anda.”
Kazuha tidak membiarkan suasana menjadi canggung.
“Ehm, memangnya apa yang kau sukai dariku?”
Beidou berani mengajukan pertanyaan. Dia tidak boleh terlihat lemah disini—padahal ia tahu Kazuha tak akan berpikir sebodoh itu tentang dirinya.
“Saya akan jujur… ceritanya mungkin agak sedkit panjang dan anda mungkin tidak ingat..”
Kazuha berhenti ditengah-tengah untuk menarik nafas panjang, membuat Beidou juga menjadi fokus pada apa yang akan ia dengarkan selanjutnya.
--
Sore itu, hujan deras mengguyur permukaan Inazuma. Kazuha yang kala itu masih duduk dibangku SMP hanya bisa memandangi langit yang telah membuat dirinya basah kuyup. Dirinya berteduh didepan toko yang sedang ditutup untuk melindungi dirinya dari hujan meskipun itu terlihat sia-sia. Ia merasa semakin menggigil saat itu, tak tertahankan. Tapi, suara pintu toko yang terbuka tiba-tiba dibalik punggungnya membuatnya terkejut.
“Haha, maaf aku mengagetkanmu, ya!”
Wanita itu, tidak, lebih tepatnya gadis itu—Beidou tertawa lebar menyaksikan ekspresi Kazuha. Dia sepertinya anak sang pemilih toko, apa gadis itu akan mengusirnya karena menganggu pemandangan depan toko mereka? Kazuha sedikit cemas. Namun sebaliknya, gadis itu malah memberikannya sebuah paying, handuk, dan sebotol teh hijau hangat yang ia jual.
“Gunakanlah ini, saya tahu handuk tidak akan menolong banyak setidaknya kau tidak akan terlalu basah sampai kau tiba dirumah.”
“Terimakasih, kak!”
Kazuha menunduk penuh rasa terimakasih dan mengambil semua itu dari tangan Beidou. Gadis itu sebenarnya tampak begitu rapi, seperti akan bepergian. Tapi Kazuha mengabaikannya karena memang bukan urusannya.
“Maaf ya sebenarnya aku mau membiarkanmu masuk, tapi aku harus pergi bersama keluargaku. Untuk payungnya tidak perlu kau kembalikan, tak masalah.”
Jelas Beidou sambil menerima handuk kembali handuk yang telah digunakan oleh Kazuha.
“Te-terimakasih banyak, kak! Saya benar-benar minta maaf karena sudah merepotkan. Saya harap kakak selamat sampai tujuan.”
Beidou yang baru kali ini melihat anak cowok yang sopan membuatnya merasa senang, ia bahkan sampai mengelus kepala Kazuha.
“Sama-sama, kau juga segera lah pulang. Sudah hampir malam, nih.”
Kazuha langsung mengiyakan dan segera berpamitan.
“Sampai jumpa, kak!”
--
“Hah?! Itu kamu?! Wah kamu benar-benar tumbuh tinggi! Saya cukup mengingat kejadian itu karena kau sangat sopan, hahaha.”
Beidou yang sedari tadi diam dan canggung akhirnya tertawa lepas.
“Sejak saat itu saya selalu mampir ke toko untuk mengucapkan terimakasih tapi Nona Beidou tak pernah muncul. Saya juga tak enak untuk bertanya pada orang tua anda.”
“Ah, waktu itu saya memang memutuskan untuk kuliah di Liyue..”
Beidou kembali mengenang masa lalunya.
“Tunggu! Kau menyukaiku sejak saat itu?”
Beidou yang sudah merasa nyaman tiba-tiba bertanya secara blak-blakkan. Membuat keadaan berbalik sehingga kali ini wajah Kazuha yang memerah.
“Ahh.. kala itu sepertinya lebih ke perasaan kagum. Tapi, saat takdir mempertemukan kita disini. Saya yang selalu memperhatikan anda, membuat perasaan kagum itu tumbuh menjadi rasa cinta.”
Wajah Beidou kali ini memerah bagaikan warna setelan kemeja yang ia gunakan saat ini. Ia benar-benar tak menyangka takdir akan membawa pertemuan tak sengaja mereka sampai sejauh ini.
“Banyak alasan yang membuat saya jatuh cinta. Tapi yang bisa saya katakan kali ini, saya akan mencintai anda sampai kapanpun jika anda mengizinkan perasaan saya ini.”
Beidou tersenyum, ia pikir perasaan seperti ini seharusnya tidak bisa dirasakan untuk wanita seusianya. Tapi ternyata Kazuha membuktikan itu salah dan Beidou memiliki hak sepenuhnya untuk merasakan ini. Perasaan dicintai dan perasaan mencintai seseorang.
“Terimakasih sudah mencintaiku, Kazuha… saya…”
Beidou memantapkan dirinya untuk memandang lurus ke wajah pria itu. Sosok yang telah mencuri perhatiannya selama ini, sosok yang membuat hatinya menjadi aneh. Sedangkan Kazuha menahan nafasnya untuk mendengar jawaban wanita itu.
“Saya mohon untuk menjagaku mulai sekarang.”
Beidou menundukkan kepalanya. Saat ia mengangkatnya untuk melihat reaksi Kazuha, ia menemukan senyuman yang lebih manis dari biasanya dan lebih hangat. Pria itu menaruh tangannya diatas meja, meminta Beidou menyambutnya.
“Saya berjanji akan menjaga dan mencintai anda.”
