Actions

Work Header

Howaito dē

Summary:

"Kau memberikan hadiah untuk kedua adikmu dan juga gadis shinigami itu. Tapi tidak untukku? Aku ini pacarmu, 'kan?"

Ichigo yang berniat menjahili Grimmjow malah mendapatkan balasannya.

Notes:

Disclaimers: Semua karakter yang dipakai dalam fanfiksi ini bukanlah milik saya. BLEACH adalah milik Tite KuboNamun karya fanfiksi ini adalah sepenuhnya milik saya.

Pairing: seme!Grimmjow × uke!Ichigo.

Genre(s): Family, General.

Status: Oneshot

PERINGATAN: Fanfiksi ini bertema Boys Love; yang menceritakan hubungan antara laki-laki dan laki-laki. A lil' bit OOC, tapi diusahakan tetap in chara. Jangan bilang saya tidak memperingatkan kalian. Tidak menerima apresiasi negatif atas semua hal yang sudah saya peringatkan.

 

 

Untuk merayakan White day yang jatuh pada hari ini! (。・ω・。)ノ♡


Work Text:

"Kau tahu tidak kafe yang baru buka di dekat stasiun? Kemarin saat aku lewat, gadis-gadis pelayan yang bekerja di dalam kafe itu cantik dan manis! Bahkan juga punya oppai yang menakjubkan. Jadi, apa kau mau ikut aku dan Kojima untuk mampir ke kafe itu sepulang sekolah nanti, Ichigo?" Asano Keigo menatap dengan kedua alis terangkat.

Tanpa perlu berpikir lama, Ichigo langsung menjawab dengan wajah dan suara datar, "Tidak."

Pemuda yang duduk di depannya berdecak. Lagi-lagi penolakan. Padahal hampir setiap hari ia selalu mengajak Ichigo untuk main bersama! Sementara Kojima Mizuiro yang duduk di samping Ichigo hanya terkekeh geli. Sudah hafal dengan tabiat pemuda bersurai oranye itu; dipaksa atau tidak, Ichigo tetap tidak akan pergi jika bukan kemauannya sendiri.

Bel pulang akhirnya berdering nyaring. Guru yang ada di depan kelas keluar lebih dulu. Meninggalkan murid-muridnya yang masih sibuk membereskan properti di atas meja masing-masing.

"Ayolah, Ichigo! Hari ini saja ikut dengan kami berdua!" Masih belum menyerah dengan ajakannya, Keigo memasang wajah memelas.

"Aku sudah bilang tidak, kenapa kau masih bersikeras? Bukannya kau masih bisa pergi ke sana dengan Mizuiro?" balas Ichigo dengan wajah setengah kesal. "Lagipula hari ini aku ada urusan."

"Kau selalu ada urusan tidak jelas setiap hari!" dengus Keigo. 

"Jaa ne, Mizuiro." Ichigo hanya berpamitan pada pemuda bertubuh pendek di sampingnya, sebelum menuju pintu kelas. Ia tak memedulikan Keigo yang masih mengomel-ngomel sambil menyerukan namanya tanpa jeda.

Sembari menuruni tangga, Ichigo melirik arloji yang melingkari pergelangan tangannya yang menunjukkan angka digital 17:38. Masih ada waktu sebelum makan malam di rumah. Sebelum pulang, ada satu tempat yang harus dikunjunginya.

Tanpa disadari pemuda oranye itu, seseorang sedang mengawasinya dari atas langit.

...[cut]

.

.

.


Selesai