Chapter Text
Ah, sial.
Sebenarnya ia hanya ingin menghabiskan sisa waktunya menunggu keberangkatan dengan tenang. Namun, telinganya sudah cukup panas mendengar perdebatan antara seorang wanita dan pegawai donat di belakangnya. Dengan kesal, ia berdiri dan menghampiri mereka, berniat akan membayar donat milik wanita itu.
"Biar saya aja yang bayar," Kamishiro rui yang biasa disebut dengan rui itu menyerahkan dua lembar uang 5 ribu rupiah ke petugas donat.
Terkejut, wanita dengan koper mengkilap itu menoleh cepat, "gausah mas, nanti sekertaris saya aja yang bayar."
Rui hampir saja tertawa mendengarnya. Pasalnya, sudah lebih dari 10 menit wanita tersebut bersikeras akan membiarkan sekertarisnya yang membayar donat, karena ia tidak membawa uang cash, "10 ribu aja ga seberapa kok, mbak."
Bohong. Sebenarnya ia berniat pergi ke Jepang hanya dengan uang pas-pasan. Mungkin ia akan menyesal nantinya atau mungkin tidak, ia juga tak yakin. Yang jelas, untuk sekarang ia hanya ingin suasana tenang sambil menunggu waktu keberangkatan pesawatnya.
Setelah merasa semuanya selesai, rui kemudian memutuskan untuk duduk lagi bersiap memasang earphonenya sebelum wanita yang ia temui tadi duduk didepannya. Dengan wajah menyesal, wanita itu menyerahkan semua donat yang tadi dibeli.
"ya?" rui bertanya penasaran.
"maaf mas beneran tadi saya lupa bawa uang cash, hp saya juga mati jadi gabisa ngehubungin sekertaris saya buat kesini, ini donatnya saya balikin deh."
Rui tertawa kecil. Lucu, pikirnya.
"gausah gapapa kok, mbaknya ambil aja, lumayan buat perjalanan di pesawat nanti."
Menahan senyuman, wanita itu mengambil kembali donat yang tadi ia serahkan sambil bergumam terimakasih dengan suara kecilnya. Rui menatap wanita itu sebentar sebelum akhirnya berdecak. Ia ingat sekarang, wanita didepannya ini adalah kusanagi nene, seorang aktris pendatang baru yang mencuri banyak perhatian karna aktingnya yang memukau di film pertamanya.
Bagaimana ia tau? yah, bisa dibilang dunia perfilman merupakan cinta pertamanya sejak kecil. Jadi ketika dewasa ini, ia tentu saja berkecimpung dalam dunia perfilman. Sebenarnya, bulan kemarin, Rui hampir saja bisa mendebutkan film perdananya. Sayangnya semua itu gagal karena salah satu pemainnya tertangkap mengonsumsi narkoba. Maka dari itu, disinilah ia sekarang, di bandara bersiap untuk merehatkan pikiran sebentar
"kusanagi nene," Nene menyerahkan kartu namanya.
"ah, saya tau kok, kusanagi nene aktris pendatang baru yang mencuri perhatian semua orang itu kan?"
Nene mengerjapkan kedua matanya terkejut ternyata ada juga yang mengenalnya? lalu apa dia bilang tadi? aktris pendatang baru yang mencuri perhatian semua orang?
"kamishiro rui," rui mengulurkan tangan.
Dengan senyum di wajahnya, nene menyambut uluran tangan itu. Tak lama, pengumuman keberangkatan pesawat yang akan ia tumpangi berkumandang di seluruh penjuru bendara.
"Sekali lagi terimakasih banyak untuk donatnya, rui?" nene menatap rui seolah olah bertanya apakah ia boleh memanggil rui hanya dengan sebutan 'rui'
mengangguk kecil, rui tersenyum diikuti dengan senyuman nene yang makin melebar, "sepertinya aku harus berangkat sekarang, hubungi aku jika sewaktu-waktu kau butuh bantuan, anggap itu sebagai balasan donat ini."
Baru saja rui ingin membuka mulut, nene sudah berlari sambil menggeret kopernya kesusahan. Padahal ia baru saja ingin berkata bahwa ia tak perlu bayaran apapun.
'Kusanagi Nene' nama itu ia ulang-ulang di kepalanya. Sepertinya mereka akan bertemu lagi? atau tidak? karena setelah memasukan kartu nama ke kantongnya, rui mengambil koper hijau yang tergeletak itu dan berjalan hendak menaiki pesawat.
Ya, mereka berdua sama-sama akan berangkat ke Jepang.
