Actions

Work Header

Rating:
Archive Warning:
Category:
Fandoms:
Relationship:
Characters:
Additional Tags:
Language:
Bahasa Indonesia
Stats:
Published:
2022-03-20
Words:
614
Chapters:
1/1
Comments:
2
Kudos:
13
Bookmarks:
2
Hits:
197

Hidup

Summary:

Karena Toge Inumaki hanya ingin hadirnya sosok yang mau menerima dirinya apa adanya.

Dan sosok itu adalah Yuta Okkotsu.

Notes:

cw // tw bullying, harsh word, OOC

'...' : perkataannya ditulis
italic : perkataannya menggunakan bahasa isyarat

(See the end of the work for more notes.)

Work Text:

Terlahir menjadi seorang yang tuna wicara, itulah kenyataan yang harus diterima oleh Toge.

Di tempat tinggal Toge kala itu, seorang yang memiliki kekurangan dianggap sebagai suatu kutukan oleh masyarakat. Begitu pula dengan orang tua Toge. Toge hanya dipenuhi kebutuhan sehari-harinya tanpa diberikan kasih sayang.

Rundungan, cacian, makian, pukulan. Semuanya itu menjadi makanan sehari-hari bagi Toge.

"Gak bisa bicara gitu mau jadi apa?"

"Kalau mau ngomong yang jelas dong! Ups lupa, kamu kan bisu."

"Lihat sampah masyarakat ini. Buat apa kamu masih hidup?"

Dan kata-kata lainnya yang rasanya sudah Toge hafal di luar kepala.

Toge tidak pernah minta untuk dilahirkan seperti ini. Mengapa semuanya seakan-akan menyalahkan dirinya? Apa salahnya menjadi tuna wicara? Toge juga manusia.

Toge hanyalah manusia biasa, sama seperti lainnya.

Toge lelah. 10 tahun ia habiskan waktunya untuk hidup dan menghadapi semuanya. Kasihan sekali. Padahal Toge masih kecil, tapi ia sudah mengenal kejamnya dunia.



Kehadiran keluarga Okkotsu di daerah tempat tinggal Toge menjadi suatu hal yang memberikan perubahan pada kehidupan Toge.

Hal ini diawali dengan seorang anak laki-laki bernama Yuta Okkotsu, anak tunggal keluarga Okkotsu yang seusia dengan Toge.

Yuta tidak seperti yang lainnya. Ia melindungi Toge saat Toge dirundung dan tidak pernah menyampaikan kata-kata kejam pada Toge.

Toge merasa asing dengan semuanya itu. Ia pun menanyakannya pada Yuta.

'Yuta, kenapa Yuta baik sama Toge?' Tulis Toge pada sebuah kertas.

"Karena Toge pantas untuk diperlakukan dengan baik." Ucap Yuta.

'Tapi Toge aneh, gak bisa bicara.'

"Siapa bilang Toge aneh karena gak bisa bicara? Toge itu Toge," "Gak masalah Toge gak bisa bicara, kita bisa pakai bahasa isyarat. Yuta sudah diajari Ibu."

Bahasa isyarat. Sebuah bahasa baru yang tidak pernah Toge ketahui sebelumnya.

'Bahasa isyarat?'

Yuta yang segera menyadari bahwa Toge tidak mengenal bahasa isyarat pun langsung membawanya ke rumah untuk diajari bahasa isyarat dengan ibunya.

Sejak saat itu, Toge mengenal bahasa isyarat dan dapat menggunakannya.



8 tahun kemudian

Tidak terasa 8 tahun telah terlewati sejak hadirnya Yuta Okkotsu dalam hidup Toge Inumaki. Hari-hari  Toge yang dahulu kelam, kini sudah semakin cerah.

Dahulu Toge hanya punya Yuta sebagai teman. Namun, kini ia memiliki Maki, Panda, Megumi, Yuuji, dan Nobara pula.

Dahulu Toge merasa tidak ada yang spesial dari dirinya. Namun, kini melukis menjadi hal yang spesial dari dirinya. Setiap karya yang ia buat selalu mengundang decakan kagum dari berbagai orang.

Masyarakat maupun orang tuanya yang dahulu memandang ia rendah, sekarang sudah memperlakukan dirinya dengan baik.

Kini, hidup Toge Inumaki telah berbanding 180° dibanding sebelumnya.



2 tahun kemudian

Hari itu cuacanya cerah. Toge dan Yuta sedang menghabiskan waktu bersama di apartemen yang ditempati mereka berdua (mereka saat ini sudah berpacaran). Mereka sedang asyik berbincang di sofa hingga tiba-tiba memori dari hidup Toge sejak kecil hingga saat ini terlintas pada pikirannya.

Toge terdiam. Yuta yang melihatnya pun bertanya-tanya.

"Ada apa, Ge?"

"Gak apa-apa, Ta. Aku cuma tiba-tiba keinget sama masa lalu."

Yuta yang mengetahui maksud Toge tentang masa lalu segera memeluk Toge. Toge lalu melanjutkan perkatannya,

"Yuta, terima kasih sudah memberikan banyak kebaikan di hidup Toge. Tanpamu, aku tidak bisa sampai di hari ini."

Yuta terkekeh pelan. Yuta kemudian mengusap-usap pelan  kepala Toge dan menjawab,

"Bukan, Toge. Bukan karena aku, tapi karena kamu sendiri. Kamu begitu kuat mendorong dirimu sampai titik ini tanpa menyerah. Aku hanya berperan kecil dengan mendukungmu untuk mencapai semuanya itu."

Toge yang mendengar Yuta berkata demikian pun terharu, memeluk Yuta lebih erat, dan berkata,
"Yuta, Toge sayang sama Yuta."

Yuta menjawab,

"Yuta," kecup pipi kiri.

"Jauh lebih sayang," kecup pipi kanan.

"Sama Toge," diakhiri dengan lumatan lembut pada bibir Toge.


Dunia memang kejam. Tapi, ketika kamu menemukan orang yang tepat, semua akan terasa baik-baik saja dan bisa terlewati. Tidak selalu pasangan hidup, teman pun bisa.

Toge dan Yuta, bahagia terus, ya!

Notes:

Halo! Terima kasih sudah mau membaca au ini sampai beres.

Ini pertama kalinya aku nulis au, jadi mohon maaf kalau banyak kurangnya ya😭

Kalau ada yang dirasa kurang, feel free buat tulis feedback di comment ya! Pasti akan aku baca dan jadikan bahan untuk mengembangkan diri.

-wofuzee