Chapter Text
penulis:
justletmebemyself
Akun Twitter:
@brobroskies
Kode Prompt:
--
MEANT TO BE
Siapa yang tidak tahu Donghyuck dan Renjun? Pastinya seluruh penghuni camp half-blood mengetahui mereka. Bukan karena popularitas atau pencapaian—ya itu sebagian dari bagaimana orang mengetahui mereka namun lebih spesifiknya, yaitu fakta bahwa tidak pernah sekali orang-orang menemukan kedua demigod itu duduk diam berdampingan karena mereka akan selalu ditemukan dalam kondisi lebam, dan mata mereka yang melihat satu sama lain dengan tatapan sebal.
Terlebih sekarang, setelah posisi rank 1 milik Donghyuck untuk kemampuan bertarungnya baru saja diambil alih oleh si anak dari Dewi Athena. Donghyuck akui bahwa ia menganggap remeh si pria bertubuh kecil itu, tapi tetap saja.. harga dirinya serasa dipukul jatuh oleh Renjun.
“Semuanya silahkan pergi ke meja makan, kecuali Renjun dan Donghyuck. Tolong menghadap padaku terlebih dahulu,” kata si Dewa anggur, Dionysus yang masih menjalankan hukuman yang diberikan Zeus kepadanya. Renjun menghela nafas kesal, ia jujur saja kelaparan karena ia bahkan melewatkan jam makan siang dan terus-terusan berlatih untuk ini, dan sekarang dia harus ditahan bersama pria menyebalkan itu, and the feeling is mutual for Donghyuck as well.
“Kalian berdua akan kukirim untuk melakukan tugas dari Kak Aphro,” kata Dionysus.
”Jangan sebut namaku dengan sebutan aneh-aneh, Dionysus..” kata Aphrodite yang tiba-tiba muncul di hadapan mereka. Keduanya langsung berdiri, “Hormat kepada Dewi Aphrodite.”
“Kalian benar-benar tidak nampak seperti musuh bebuyutan seperti apa yang Dionysus terus keluhkan padaku,” Aphrodite hanya tertawa.
“Mereka sudah saling menyumpah-serapahi satu sama lain, Kak .. itu cukup jelas,” kata Dionysus. Dewi Aphrodite hanya tertawa dan kedua demigod itu hanya tersenyum masam, jeli sekali matanya.
“Astaga, kalian lucu sekali .. akan lucu jika kalian menjadi pasangan, ya?” tanya Aphrodite. Mata keduanya membelalak, “Tidak mungkin!” ucap Donghyuck. Renjun hanya menggidikkan bahunya ngeri.
Aphrodite sedang dalam suasana hati yang baik pastinya. Dewi ini dikenal dengan sifatnya yang pemarah, dan suka menuntut. Tapi sepertinya hari ini adalah hari yang menyenangkan untuknya.
“Baiklah, maafkan aku .. ibumu baru saja mengancam akan membakar kebun mawarku, ada-ada saja Kak Athena ..” kata Aphrodite. “Aku ingin kalian berdua untuk mencari anakku.”
“Err .. yang mana ..?” tanya Donghyuck.
“Jaga cara bicaramu, bodoh— dia adalah salah seorang Dewi olympian! ” Renjun membisikkan bagian kedua dan reflek mencubit pinggang Donghyuck. Tapi, si Dewi cinta dan kecantikan itu hanya tertawa, “Santai saja denganku .. well, putraku, Eros .. ia meninggalkan Olympus beberapa waktu lalu dan tidak bisa kuhubungi kembali. Aku tidak mau dia bersama perempuan-perempuan yang lebih cantik dari diriku—aku akan membunuh mereka,” katanya yang kemudian membuat kedua demigod itu meringis. Dia memang benar-benar Aphrodite ..
“Aku akan mengkomunikasikan lokasi terakhirnya besok pagi dengan Iris. Pukul 7, kalian sudah harus berada di halaman gedung si gendut bodoh ini ..” kata Aphrodite dan dia menghilang saja di hadapan mereka, meninggalkan beberapa kelopak mawar di tempat semulanya berdiri.
“Kenapa harus aku dan pria ini ..” Renjun langsung mengeluh kepada Dionysus. “Aku sudah cocok dengan Jeno ..”
“Ikuti saja perintahku, kalian hanya manusia dan aku bisa memutuskan untuk mengakhiri hidupmu kapan saja,” kata Dionysus, geram. Memang seperti itu, tetapi Dionysus tidak suka ketika orang mulai menyinggung kondisi fisiknya yang sejak berada di bumi makin membesar.
Kedua demigod itu kemudian berjalan ke arah meja makan yang sudah setengah penuh dan mengambil makanan dengan santai. Renjun kemudian duduk di kursi sebelah Jeno yang memang sudah disiapkan saudara seibunya itu untuknya.
“Ada apa denganmu dan Donghyuck?” tanya Jeno yang baru saja menghabiskan makanannya. “Misi, aku dipasangkan dengan Donghyuck ..” Renjun menghela nafas. Tawa laki-laki di hadapannya tidak bisa dihentikan. Renjun mendecak dan mencekokinya dengan sepotong semangka yang dia ambil tadi.
Renjun kemudian memakan makanannya selagi Jeno mengembalikan tempat makan yang dia ambil tadi. Seorang dari kabin Apollo kemudian duduk di hadapannya, Jaemin.
“Kamu benar-benar bertemu Dewi Aphrodite? Apakah dia sangat cantik?” tanya pria itu. Renjun hanya bisa tertawa, “Seingatku dia cantik, pastinya .. tapi sepertinya aku lebih terintimidasi karena aku takut dengan perubahan moodnya .. jadi aku tidak terlalu memperhatikan .. juga tadi Mr. D—Dionysus sepertinya marah, aku tidak berani mendiskusikan apapun lebih lanjut,” katanya.
“Wah .. Mr. D marah?” tanya Mark dari kabin Hermes.
“Apakah akan hanya disebut marah jika dia mengancam akan mencabut nyawaku dan si kecil itu?” kata Donghyuck yang tengah mengunyah makanannya. “Telan dulu makananmu sebelum berbicara, dan jangan panggil aku kecil, nomor 2,” kata Renjun.
“Tidak ada hari tenang jika kalian bersama, ya?” Mark hanya menghela nafas. “Jangan harap, kak—"
"Teruslah bermimpi, Mark .." kata Donghyuck yang langsung direspon dengan pukulan pelan di kepalanya. "Sopanlah terhadap yang lebih tua," titahnya. Renjun kemudian membereskan makanannya dan pergi ke area berlatih—jadwal bebas, namun ia memilih untuk tetap berlatih karena entah apa yang akan dia hadapi untuk misi ini, terlebih lagi, ini dia lakukan dengan Donghyuck.
Ia berlatih sendiri, seniornya baru saja pergi dari camp untuk menjalankan misi juga. Setelah beberapa saat, ia hanya merebahkan badannya di atas lapangan selagi pada demigod lain masih berlatih, menikmati langit sore yang semakin gelap dan lampu di sekitar perkemahan yang semakin terang.
Bel berbunyi dan kemudian ia pergi ke tempat makan untuk makan malam dan duduk di dekat Mr. D setelah Dewa itu memanggilnya.
“Kak Aphro berubah pikiran, jejak Eros terakhir terlihat di taman hesperides tapi sepertinya ia tidak berdaya .. terdapat jejak bulu sayapnya, dan juga jejak ichor .. Kak Aphro berasumsi dia terluka ..” katanya. Renjun hanya meng-oh kan.
“Donghyuck, kamu juga kesini,” panggil Mr. D, dan ketika kedua demigod ini bertatapan, tampak sekali bahwa mereka memang tidak menyukai satu sama lain. “Kamu sudah pernah bertemu Eros, kan?”
Donghyuck mengangguk, “Ya, aku membantu misinya sekali .. tapi kan kita tidak tahu ia berubah atau tidak?” katanya dan kemudian dilanjut dengan satu suap makanannya setelah tadi bermain bersama teman-temannya.
“Oh, berarti ia tidak bisa berubah, ya, Mr. D?” tanya Renjun. Dionysus mengangguk, “Ya, maka dari itu harus kalian berdua. Kamu mengenal salah satu dari para nymphs disana .. dan kamu, Donghyuck pernah bekerja bersama Eros, maka lengkap sudah ..” kata Dionysus. Renjun dan Donghyuck hanya mengangguk. Terlepas dari fakta bahwa mereka adalah musuh bebuyutan, misi ini sudah diberikan, jadi mau tidak mau, mereka harus bekerja bersama.
Oh little did they knew …
to be continued~
