Actions

Work Header

Dan Rayakanlah Hari-Hari Terindahmu di Sana

Summary:

Desas desus menguar di seantero Liyue bahwa anggota dari Qixing akan menggelar pernikahan akbar. Seakan semua hal menjadi tidak penting, topik pembicaraan yang terdengar di pelabuhan Liyue hanyalah tentang kedua mempelai itu. Kabar bahagia tersebut jelas sampai di telinga Childe, bagaimana tidak, jika orang yang menjadi topik hangat di penjuru negeri adalah mantan kekasihnya sendiri, Zhongli.

Notes:

Brainrot karena kebanyakan denger Jakarta Hari Ini nya For Revenge. Bisa banget didengerin sambil baca. Thanks to my bestie I finally have the gut to post this. First Indonesian fic because I'm just suck at writing in Bahasa Indonesia but well

(See the end of the work for more notes.)

Work Text:

H-2.

Childe tak pernah sekalipun membayangkan hari ini akan terjadi. Liyue tampak lebih megah dan gemerlap daripada biasanya. Semua orang berkumpul, membicarakan acara itu tanpa memperdulikan hati Childe yang sudah remuk redam sejak Zhongli memutuskan untuk mengakhiri semua romansa mereka berdua.

Mungkin, mungkin.. semua memang salah Childe. Dia adalah alasan Zhongli harus mengubur banyak mimpi dan kebahagiaan demi bersanding dengannya, demi membangun masa depan yang sebenarnya hanya ilusi. Childe masih ingat saat itu, saat pertama kali Zhongli meneteskan air mata di hadapannya, memohon agar Childe tidak pergi. Semuanya masih jelas bak video reklame yang terus diputar ulang tanpa henti, masih menjadi mimpi buruk setiap kali Childe mencoba memejamkan mata.

Mungkin, mungkin.. Childe adalah antagonis di cerita mereka. Seorang sebaik Zhongli tidak berhak merasakan kesedihan, dia hanya berhak diselimuti kebahagiaan dan hal baik di dunia, ㅡ itu berarti Childe tak berhak menjadi bagian dari hidup Zhongli karena dia adalah sumber dari ketidakbahagiaannya.

Harusnya Childe bisa menerima, seharusnya ia sudah merelakan Zhongli, membiarkan dia menyala walaupun bukan Childe yang menjadi sumber cahaya. Membiarkan Zhongli merekah tanpa harus diterpa badai. Namun hati tak bisa berbohong. Meski sudah berulang kali Childe meyakinkan dirinya, mengucapkan dengan yakin bahwa dia sudah tidak lagi memiliki rasa pada lelaki bersurai coklat tersebut, hatinya masih meradang.

Zhongli pernah bercerita, jika seseorang pernah mencintai maka rasa cinta tersebut sebenarnya tidak akan pernah hilang ㅡ hanya terganti dengan rasa yang lebih kuat saja, dan Childe masih belum menemukan pengganti. Rasa itu masih sama seperti dulu. Masih membara dan perlahan-lahan menelan kedamaiannya.

 

27 Maret,

Childe sudah terbiasa dengan rasa sakit, namun kali ini dia benar-benar kalah telak. Seakan semua hal yang ia alami tak dapat dibandingkan dengan melihat Zhongli memeluk orang lain. Seharusnya Childe ikut merayakan hari ini, demi Zhongli, demi segala rasa yang masih tersisa dan menguar begitu saja. Seharusnya, Childe ikut mengucapkan selamat, ikut tersenyum bersama Zhongli yang terlihat lebih bahagia. Namun yang Childe rasakan hanya getir. Bahkan ketika ia memberanikan diri untuk menyapa Zhongli yang terlihat menawan berdiri di altar, semuanya masih terasa seperti mimpi. Jika saja dulu Childe tidak menyia-nyiakan Zhongli, hari ini tentu akan berbeda. 

"Selamat." hanya itu yang sanggup Childe katakan. Ia buru-buru berpaling setelah Zhongli tersenyum dan mengucapkan terimakasih kepadanya.

Semua memang harus dilalui, Zhongli bukanlah milik Childe lagi dan sudah saatnya bagi Childe untuk menyerah dan membiarkan seorang yang pernah mengisi hari-harinya untuk mengarungi kisah baru. Sudah saatnya bagi Zhongli untuk merayakan hari-hari terindahnya. Walaupun dalam lubuk hatinya, ingin rasanya Childe mengucapkan beribu maaf untuk mengubah masa lalu mereka, agar hari-hari yang ia lalui dengan Zhongli dapat kembali.

"Maaf sudah menyela kebahagiaanmu." ucap Childe lirih tanpa didengar oleh orang yang seharusnya menerima permintaan maafnya.

Hujan mulai mengguyur Liyue, seakan Celestia tahu Childe sedang berduka, namun Childe sudah lama mengutuk Celestia dan apalah arti semua itu jika di akhir kisah Zhongli masih tidak memilihnya.

 

"Selamat merayakan hari-hari barumu, xiansheng.”

Notes:

Thank you for reading <3