Actions

Work Header

admiring

Summary:

Ketika Satoru pulang, sepasang matanya menemukan satu pasang sepatu milik Suguru dan bergegas masuk untuk mencari sosok Suguru di rumah mereka.

Notes:

Hopefully this one is not bad. Aku gak pernah nulis stsgst fluff huhu this was my first time. T___T I hope you guys enjoy!

(See the end of the work for more notes.)

Work Text:

I’m home...

Netra terang milik Satoru menangkap satu pasang sepatu familiar berada di dekat rak sepatu yang dengan sengaja ia simpan tepat di belakang pintu, menandakan bahwa teman satu atap Satoru yang juga bisa disebut sebagai kekasih Satoru telah pulang lebih awal dari biasanya.

Satoru melepas sepatu miliknya dengan cepat, setelahnya sepasang sepatu berwarna hitam itu ia simpan tepat di samping milik sang pujaan hati yang sudah beristirahat dengan damai sejak tadi.

“Suguru?” panggil Satoru kala tungkainya menyentuh ruang televisi atau orang-orang selalu menyebutnya sebagai ruang keluarga, mencari sosok Suguru—kekasihnya.

“Oh? Udah pulang?”

Satoru mengangguk beberapa kali, menatap Suguru dari sofa depan televisi dengan tatapan kagum. Surai panjang sang kekasih menggantung dengan bebas dan sedikit lembab, terlihat seperti baru saja ia bersihkan.

Satoru menepuk tempat kosong disampingnya, meminta Suguru untuk duduk disana. “Mana welcome home buat aku?” ujar Satoru dengan bibir mengerucut yang ia buat dengan sengaja.

Suguru tertawa, mengambil tempat tepat di sisi Satoru sesuai permintaan sang kekasih seraya mengusak surai terang miliknya secara acak. “Welcome home, Satoru,” ucap sang tuan kemudian. “mau mandi atau mau makan dulu?”

Mereka berdua memang selalu memasak makan malam secara bergantian. Yang pulang lebih awal adalah yang bertugas untuk memasak.

“Mau lihatin kamu dulu,”

Suguru menatap Satoru dengan satu alis yang menaik juga kepala yang dengan sengaja ia miringkan sedikit, heran akan jawaban Satoru.

Salah satu tangan Satoru kini terangkat dan mengarah ke arah surai menggantung milik Suguru, menyentuhnya dan menyisir helai demi helai menggunakan jemari lentik miliknya dengan pelan. Sorot matanya menatap surai milik Suguru dengan penuh rasa kagum.

“Ternyata rambut kamu sehabis keramas bisa selembut ini, ya,” ujar Satoru sembari menarik tangannya dari sana. Kali ini iris biru terang miliknya mengunci kelereng hitam milik Suguru.

Suguru tertawa. Dari tingkah Satoru barusan, ia dapat menebak kalau laki-laki itu baru saja mendapatkan hari yang cukup berat dan membosankan bagi Satoru. Maka dari itu, tanpa Satoru minta, Suguru menarik bahu si pemilik surai terang menggunakan satu tangannya untuk ia berikan pelukan selamat datang—atau bisa juga diartikan sebagai charging energi yang terkuras habis.

You know, I always admired you since God’s knows,” ujar Satoru tiba-tiba. “kamu tahu, gak?”

“Kamu selalu bilang tentang itu dari awal kita pacaran,” balas Suguru menanggapi Satoru dengan santai. “kamu juga harus tahu kalau aku selalu admiring kamu setiap detik,”

Tawa renyah Satoru terdengar, melepaskan diri dari pelukan Suguru dan merubah posisinya menjadi berdiri. “Karena sekarang aku salting parah, aku mau mandi. Oh, karena hari ini kamu yang masak, aku mau request pasta sama es krim.” ujar Satoru seraya memutar tubuhnya menuju kamar mereka berdua. “oh, es krimnya nanti kita beli berdua di tempat yang jauh, sekalian jalan-jalan malam.” lanjutnya di bibir pintu.

Suguru mengangguk paham, membiarkan laki-laki dengan tinggi seratus sembilan puluh senti melakukan apa yang ia mau untuk beberapa jam yang akan datang, sampai hari berubah menjadi esok.

Notes:

If you find typos or grammatical errors, you can tell me on comment or hit me up on my Twitter or my Retrospring! any feedback will be appreciated. <3

Series this work belongs to: