Work Text:
"Hei Pangeran kecil, kalau dewasa nanti kamu mau menikah dengan siapa?" Salah satu tentara Kerajaan dengan tubuh perawakan tinggi dengan mata turun yang penuh manipulasi, sedikit menunduk menggoda anak laki-laki di atas kayu-kayu gelondongan yang sedang terduduk memeluk lututnya yang imut.
"Eh?" Sedikit terkejut anak laki-laki tersebut menatap sang lawan bicara.
"Akwkwkwk, Kak Dante ngapain tiba-tiba?? gabut bener akwkwkwkw!"
"Vanica, berisik."
"Hadeh, Zenon kaku amat, habisnya Kak Dante ngapain tiba-tiba nanya gituan ke Pangeran kecil kita, loe juga ngaku kaget kan tadi wkwkwkw?!"
"Sudah-sudah, kenapa malah kalian yang ribut, saya nanya ini ke Pangeran Yuno, kok. Bukan kalian. Ye gak, Pangeran? Jadi bagaimana jawaban pertanyaan saya tadi?" Dante sedikit menyamai posisi wajah dengan menatap Yuno yang masih terduduk dengan lurus.
Ditatap oleh Dante, Yuno sangat merasa kecil, tapi bahasa tubuhnya tetap menunjukkan usaha untuk tidak goyah. Sambil menggenggam kain celananya dengan erat, dalam diri Yuno sudah terdapat jawaban, yang tentu saja jawaban itu nanti tidak ada dalam daftar ekspektasi Zogratis bersaudara.
Katup bibir mungil mulai terbuka untuk bersuara, tapi terhenti ketika dua pria dengan seragam tentara Kerajaan yang sama dengan yang dipakai Zogratis bersaudara, menghampiri mereka dengan ekspresi seakan bersuara, lagi-lagi kalian ngumpul di sini.
"Oh Allen dan Ralph, kombinasi yang cukup mengherankan. kalian dari misi double api?"
"Apa-apaan sebutan itu?! Cuma rekap laporan dan Ralph membantu gue. Tentu saja nggak kayak si Zogratis bungsu yang ogah bantuin teman masa kecilnya!" Pria yang disebut Allen langsung menerjang Zenon begitu masuk di lokasi, Zenon cuma bereaksi dengan ekspresi, tapi itu salahmu sendiri nunda rekap laporan dari kemarin.
Dante sedikit tertawa dengan dalam, sambil perlahan mengabaikan Zenon yang mulai digelut oleh Allen dan ditertawai oleh Vanica.
Tatapan manipulasinya kembali mencari dan menangkap figur Yuno yang menghampiri Ralph di sekitar lokasi.
Tangan mungil Yuno yang masih berumur 6 tahun sangat terlihat kecil ketika menarik kedua tangan Ralph yang terpaut rentang 15 tahun. Sedikit menunduk, Ralph mengikuti Yuno ke arah Dante perlahan. Dari bahasa tubuh yang terlihat, Yuno berusaha menarik Ralph dengan gentle.
Masih belum paham apa yang akan terjadi berikutnya, dua mata Dante tetap tertanam pada sosok Yuno yg mulai kembali di hadapannya, bersama Ralph di samping.
Yuno sedikit menarik nafas dengan bola mata terfokus ke arah Dante yg berdiri lebih tinggi.
"Kalau aku sudah besar nanti, aku mau menikah dengan Ralph...."
Hening sejenak beberapa ketukan.
"Eh?" dimulai dari Dante.
"E-eh?" dilanjutkan dari Ralph yang memerah.
"Apa tadi barusan? Nikah? " Allen menyusul dengan posisi tangan masih mengunci leher Zenon.
".........." Dari Zenon yang entah antara hilang kata-kata atau memang lagi susah bernafas.
"AKWOWKWOWKWOWKKW MANTAB! RALPH KAMU TANGGUNG JAWAB, JANGAN LUPA!!AKWKWKWKWWK" Tentu saja ini dari Vanica.
Ekspresi manipulasi Dante seketika menghilang terganti ekspresi tidak percaya, goyah dengan sedikit memegang kening yang berkeringat, "Ti...tidak mungkin..."
Dante yang sedikit hilang tenaga berpijak, tersandar pada Vanica yang sekarang tepat di belakangnya, "...Kak Dante? Sehat?" Support dari Vanica dengan nada mengejek seperti biasa.
Yuno dan Ralph sedikit kaget dengan tingkah Dante yang tiba-tiba berubah, ekspresi Yuno terlihat cemas dengan aura apakah ada yang salah dengan jawabannya barusan, dan tak lama kemudian Dante kembali menatapnya.
"Pangeran Yuno..."
"...Y...ya?"
"....Bukannya di saat begini harusnya Pangeran menjawab ketika aku besar nanti aku kelak akan menikah dengan Ayah! Bukan kah seharusnya seperti itu?!"
"eh??"
"Tuan Loyce pasti akan menangis kalau mendengar jawaban Anda barusan, oh Pangeran!"
"Ok, Kak Dante kumat. Pangeran, lebih baik abaikan saj..."
"Nggak..."
Vanica terhenti melanjutkan kalimatnya ketika Yuno mulai menatap dirinya dan Dante dengan bola matanya yang imut, sembari menoleh sebentar untuk menggengam kain lengan baju Ralph, Yuno kembali menatap Vanica dan Dante, "...Soalnya menikah itu artinya akan bersama dengan orang yang paling kita harapkan kan? soalnya... Setiap Ralph pergi jauh untuk misi, aku selalu berharap Ralph untuk cepat pulang..."
Kalimat yang sangat imut tapi strike homerun tersebut langsung menancap ke telinga dan insan orang-orang di sekitar Yuno, walau di sini yang lebih terkena efek sampingnya adalah Ralph, "Tu... Tuan Yuno...?"
Mendengar Ralph bereaksi tersebut, Yuno balas menatapnya dengan malu-malu, "Ralph juga kali pertama bertemu denganku janji akan bersama terus, tentu dengan menikah nanti... berarti makin bersama terus, kan!"
"Sip, Tuan Loyce akan menangis mendengar ini."
"Apaan sih Kak Dante akwkwkwk."
Allen melepas cekatan lengannya dari Zenon dan mulai memasuki arena di sekitar Pangeran Yuno dan Ralph dengan wajah bangga, "Sudah-sudah dengan ini kita tahu kan siapa yang mau dinikahi Pangeran, dengan ini kita bisa tahu lebih cepat, dan itu sangat membantu. Maka dari itu, terima ini Ralph."
"... Apa ini?"
"cincin tunangan kalian, tapi buat mu doang."
"BUKANNYA ITU BORGOL, SERIUS CINCIN YANG SANGAT GEDE AKWKKWKW!"
"...Hei, kalian hentikan... Pangeran mau menangis tuh, mengira kalian mau menangkap Ralph beneran." Zenon dengan akal yang paling sehat mengakhiri keributan di halaman belakang Istana Kerajaan Spade tersebut.
