Actions

Work Header

Rating:
Archive Warning:
Category:
Fandom:
Relationships:
Character:
Additional Tags:
Language:
Bahasa Indonesia
Stats:
Published:
2022-04-11
Updated:
2022-04-11
Words:
2,229
Chapters:
1/?
Kudos:
1
Hits:
109

Fell hard and move on

Summary:

Kiyoko Shimizu

Kiera Davira as OC

Notes:

Buat chapter pertama, cuma OC yang baru muncul.

Chapter 1: Confession but not really

Chapter Text

Tampilan video yang pertama kali terlihat adalah seorang perempuan menggunakan kemeja putih yang tersenyum lebar menatap kamera, “Hewloooo, it’s me again! Kieraaa. Hehehe, kali ini aku ada projek nih sama Abimanyu, ga sih, dia yang ada projek gituu, trus aku mau bantuin diaaa, so happy watching! Ah yaa, I think this video will be kinda serious? The question, the atmosphere, dan kalian juga paham kan ya aku tipe yang serius jugaa, soo if you want to watch it enjoy it! But if you want to stop from here and want to watch something else, then okayyy!! SOOOO BYE-BYEEEE.” 

Kini tampilan video menampilkan Abimanyu dan Kiera yang duduk berhadap-hadapan. 

Bima tertawa kecil ketika melihat Kiera, kemudian mengangguk sebagai tanda bahwa ia sudah siap yang dibalas dengan anggukan kecil oleh kiera. 

“Hello pretty, ready to discuss something with me?” 

“Hello to you Bim, yup, i’m ready, thanks for the mea l haha.” 

Although people who watch this (maybe) already know who you are, can you introduce yourself? Siapa tahu ada yang baru pertama kali nonton channel kamu.”

Sure , hmm, nama aku Kiera Davira, biasanya orang-orang panggil Key atau Eira. If you are wondering why I have lots of subs, I do some voice acting by doing storytelling ASMR and sometimes I do vlogging, and streamin. Selain itu, aku cuma mahasiswa psikologi yang hobi nulis juga.” Kiera menengok kearah Bima, “Is it enough? or?” 

 

“Perfect, it’s more than enough. Nice to meet you Key haha.” 

“Okay, first question , Menurut kamu cara kamu berkomunikasi atau berinteraksi sama orang-orang bisa dikategorikan bagus ga? Like you can easily hang out or meet and talk with new people? ” 

“Aku dulu ngerasa aku ekstrovert sih, aku gampang berbaur, aku bisa kenalan dan ngobrol santai sama orang yang baru di kenal juga, it’s not big deal in my life . Tapi yaa, I think when i get older , aku makin introvert, gatau kenapa juga sih. Dan menurut aku, cara aku berkomunikasi atau berinteraksi dengan orang-orang ataupun orang terdekatku bisa dikategorikan baik-baik aja, baguss, yaa mungkin dulu ada banyak mistreatment atau miscommunicate ke temen gitu, tapi abis itu kita ngobrol dan diskusi sih, kaya boundaries atau batasan kita, apa yang kita ga suka, apa yang bikin kita ga nyaman, hal-hal kecil yang sekiranya mengganggu dan bisa diperbaiki, we improve and get better together. ”  

 

“Yeaaaa, I remember that day we argued, then you confronted me after the fight, and we discussed what you said before. Boundaries, apa yang ga disuka, apa yang dibenci, tipe ketika butuh comfort gimana. I really appreciate it, dan aku juga belajar itu dari kamu. It’s really nice to have that kind of relationship, a great communication.” 

“Yup, komunikasi emang penting, tapi buat ngertiin dan turunin ego masing-masing juga perlu.” 

 

“Right! Next question nih, how do you maintain your relationship with someone?”

“Mungkin komunikasi sama ngertiin satu sama lain sih, kaya aku sama teman-temanku tuh udah ada koneksi atau perjanjian ga tertulis walaupun kita ga komunikasi tiap hari atau jarang komunikasi, tapi ya saat ada yang butuh bisa saling bantu dan siap dengerin kalau lagi ada masalah. Tapi ada kan individu yang emang tipenya tuh harus ada temen ngobrol atau chat, walaupun ga intens yaa tetep kaya cerita kejadian hari itu gitu. Nah biasanya aku ada tuh satu teman yang gitu. Sama yang terpenting kita ga saling cemburuan satu-sama lain, kita paham di luar jangkauan pertemanan kita pasti butuh orang lain atau teman yang lain. Tapi balik lagi, kalo ada yang ga nyaman atau gimana, harus dikomunikasiin bareng-bareng, jangan yang tiba-tiba diem terus ngejauh gitu. Dan saling support sih yang pasti!” 

 

“Saling back up satu sama lain, komunikasi tetep jalan, ga saling cemburuan, diskusi kalo ada yang ga disuka, dan saling support. Keliatan hal simple buat dilakuin, tapi kadang orang-orang lupa atau menganggap sepele yaa, dan sebenarnya juga ga gampang buat dilakuin, pasti butuh konsistensi bareng-bareng yaaa.” 

Kiera mengacungkan jempolnya sembari menyeruput minumannya “ Next question ?” 

 

“What’s your opinion about romance relationship? Hubungan romantis, more than friends, I know you are more of a platonic person.” Bima menyeringai setelah mengucapkan hal tersebut-meledek Kiera. 

“Ahahaha susshh diem. Hmm, it's a hard question, not gonna lie. I never imagined that I would have a romantic relationship with someone. I did think about it once tho, tapi secara general aku jarang kepikiran hal itu, kaya my family, my friends is enough for me. Dimataku buat punya hubungan atau komitmen kaya gitu masih kelihatan rumit. Aku mikirnya aku belum siap buat nanggung konsekuensi perilaku aku berpengaruh ke dia, perilaku dia berpengaruh ke aku. 

“Nah, trus juga, selama deket sama fase pendekatan, sejauh ini aku masih belum bisa menerima mereka apa adanya atau kaya i just love the idea of them in my head . Dan aku ga suka hal itu, nyebelin sih kalau dipikirin. Bisa diambil kesimpulan, belum nemu yang cocok sih. Sama ga ada yang bikin aku jatuh cinta ke mereka, atau aku ngerasa whoaa i must with them romantically or with them forever .” 

“Ah, simplenya, you are not ready for it and no one ever makes u fall in love .” 

“Yup, you can say that .”

 

Bima melihat catatan di tangannya, dan terlihat hati-hati dalam mengucapkan kalimatnya, “Nah, tadi kamu sempat nyinggung nih, kamu pernah kepikiran tuh satu kali buat punya hubungan, boleh mau bahas itu lebih lanjut ga?” 

“Boleh, i’m fine with that, i think it’s the perfect time to talk about it too .” Kiera memundurkan badannya bersandar ke sofa. 

Bima tersenyum riang dan sedikit memajukkan badannya, “Great! For once in your life, you think you can have a romantic relationship or serious relationship with someone, how does that feel?” 

“Interesting and scary at the same time. The things is , aku tahu resiko dari perasaan aku, dan it’s really hurt.”

 

“Why? Is it on-side love? Unrequited love?” 

“Kind of? I never tell her about my feelings, or talk about it. I just fell in love with her, struggled with my feelings, worked on it, and just fell out of love with her. It sounds easy and simple, but it feels like hell.” 

“Her? WHO A BEAUTIFUL PERSON MAKES YOU FALL IN LOVE. Whoa, you need to tell me off-camera.”

You need to bake me something if you want to know tho hahaha.”

Easy . Jadi kamu ga pernah confess dong? Why ? Is she homophobic?”  

“Hmm, I think she is not homophobic, but i know she never thought about having a girlfriend for sure. But it’s not that. Aku cuma mau menikmati perasaan aku aja sih, ah so this is love? These feelings, these butterfly things, these dugeun-dugeun they called love? All i can think is dealing with my feelings for her is already hard, how can I trouble her with my feelings?”

“Butuh 6 bulan buat aku sadar, bahwa aku jatuh hati sama dia. Butuh beberapa bulan buat aku berdebat sama diri sendiri tentang perasaan ini, as you know I’m Muslim, and what’s Qur’an say about relationship with the same gender? Hahaha it’s forbidden right? If it’s haram, then it’s haram. Dan butuh gatau berapa lama deh itu aku move on dari dia, maybe until now? I’m kidding. Tapi aku ga bakal narik dia ke masalah aku sih, ke perasaan yang dia aja ga ada niat buat aku merasakan hal itu. If ask me, apakah dia kaya ngasih tanda atau perhatian berlebih yang ngebuat aku salah paham dan jatuh cinta ke dia? Nope. I just, fall for her, hard. That’s it.” 

 

“How do you realize you fell for her?” 

A lot of things actually. Tapi yang paling kerasa sih yaa, kaya yang kamu tahu, I'm a clingy person, to my comfort people, my close friends. I got attached really hard when I began to get closer to them. But for her, these feelings are just different. How do I know it’s different? I don’t know but just know it. Dia tuh perempuan yang hatinya tercantik yang pernah aku temui, tiap kali aku ngeliat dia, merhatiin dia ngomong atau berinteraksi dengan orang lain, all I can think is how God create a beautiful creature like her, and lucky me i can meet and know her”.

“Setiap tindakan dia tuh ketebak tapi tetap aja penuh surprise. Aku ga bisa hitung seberapa sering aku speechless atas perlakuan dia. Dan untuk pertama kalinya, aku terbuka banget sama orang dan orang itu beneran paham apa yang aku butuhin. We simply grow up together and learn from each other everytime we talk. Once more , aku tahu kita butuh orang lain di hidup kita kan, tapi ngeliat dia doing just fine without me is really painful. Sebelum ketemu dia secara langsung aja-ya kita beda kota waktu itu, aku tahu dia bakalan baik-baik aja tanpa aku. Dan bener aja, pas akhirnya aku pindah ke kota dia, ngeliat dia dikelilingi banyak orang yang tertarik sama dia aja udah bikin aku kaya ‘whoaa, it’ll be easy if she want to leave me. And yet, if she will leave me, I don't know what to do’ Kalau buat orang lain, bahkan buat temen dekat aku yang lain, yaa aku bakal sedih dah sakit hati, tapi ga membuat aku yang berpikir aku gatau lagi kalo mereka ninggalin aku.”

Kiera berhenti sejenak mengatur napas, “I never wanted someone's attention that much before I met her, I never got jealous that easily before I met her, I never overthink about something before i met her and I never cried that hard just thinking about my relationship with someone before I met her.” 

 

“So what do you do about your feelings then? She never knew about it, so what are you doing about your feelings for her?” 

“Jujur, aku ga tau dia beneran ga tau tentang perasaan aku atau emang dia tahu dan dia pura-pura ga tahu buat ngerhormatin aku karna dia ga ada rasa sama aku. Tapi hal itu ga terlalu penting sih, she now already engaged and i’m already move on. Apa yang aku lakuin, huh? Aku ngobrol sama diri sendiri, aku ngobrol sama Tuhan, sama Allah swt, aku kurangi interaksiku sama dia, aku berusaha buat mikir dia sebagai teman, act as friend , aku banyakin main sama temen yang lain. Ya sama kaya yang dilakuin orang lain pas mau move on sih sebenernya.” 

 

“Hmm, i see . Di kasus kamu ini, kamu pernah ga mikir kaya, kenapa sih aku harus suka sama dia, kenapa ga sama yang lain? Atau pernah ga kamu ngerasa terbebani sama perasaan kamu itu.” 

“Aku ga pernah mikir yang kaya gitu, aku juga ga pernah nyesel buat jatuh cinta ke dia, she is a wonderful woman, why should i regret loving her deeply? Aku anggap aja ini tuh rasa sayang Tuhan buat aku, karena dia udah dengan baik hati ngasih perasaan yang berharga kaya gini ke aku, soalnya cinta tuh berharga banget sih di aku. Kamu bisa mencintai seseorang, terlepas dari kekurangan dia, kesalahan dia, accept the real of them . Buat aku untuk ngerasain hal itu tuh langka banget, dan akhirnya aku bisa ngerasain juga, walaupun akhirnya cinta itu ga tau akhirnya gimana. Terbebani? Kayaknya mungkin sih, kadang tuh perasaan aku ke dia bisa kerasa banget, sampe aku takut i will lose control . Makanya aku kadang takut sama perasaan aku sendiri hahaha.” 

 

I agree with you, it’s really precious if we can love someone. One more question, apa yang ngebuat kamu memutuskan buat move on? Atau kaya I think this is the end .” 

“Aku mutusin buat move on tuh karena, aku ngerasa perasaan aku ke dia tuh udah terlalu besar dan susah buat dikontrol. Aku mulai mempertanyakan hal-hal di diri aku yang seharusnya ga aku pikirkan. Aku ngerasa terlalu sensitif tentang hal-hal yang berkaitan dengan dia. Tapi, alasan utamanya sih. I’m not her priority or near her priority. I just know her for 2 years that time , aku ngerasa kita saling mengerti dan paham satu sama lain, tapi pasti ada aja kejadian yang bikin aku sadar. Who i’am to her? Who is she? Apakah dia orang yang sama yang aku cintai? God really wants me to stop. Ada beberapa kejadian yang ngebuat aku tuh ngerasa, aku ternyata ga terlalu dibutuhkan, aku ga sepenting itu, aku cuma temen yang kebetulan deket sama dia, aku memang segampang itu buat digantiin. I just don’t know anymore. I lost myself, and slowly I lost my love for her. So, i just stop it , berusaha buat berhenti dari situ.” 

 

Bima memandang sayu ke arah Kiera “I don’t know what to say, but I will give you an unlimited hug after this.” 

It’s already past, I'm okay now .” Kiera tertawa kecil melihat Bima yang terlihat sedikit murung. 

“Aku ga peduli. Sebelum closing, ada yang mau kamu sampein ke dia ga?”

“Aku gatau kenapa Tuhan ngasih perasaan itu ke aku, dan khususnya ditujukkan ke kamu. Tapi aku juga mau bersyukur ke Tuhan, karena pengalaman pertamaku itu kamu. My first love and my first heartbreak. Aku mungkin sedikit tahu alasan Tuhan mempercayakan aku buat punya perasaan ke kamu, karena Tuhan tahu, aku bisa handle perasaan itu dan Tuhan juga tahu alesan aku bisa handle itu karena kamu yang aku hadapi. So, thank you for everything, and happy for the engagement !” 

Bima segera bangkit dari kursinya dan memeluk Kiera erat “ Thank you pretty. ” 

Tampilan layar selanjutnya kembali ke Kiera seperti opening yang awal, “Yaaa, kita lupa buat say thanks dan closing yang bener, i’m so sorry.” 

Tiba-tiba Bima muncul di belakang Kiera dan tersenyum ke arah kamera, “Terimakasih buat yang udah nonton, aku sama Kiera pamit yaaa, sampai ketemu kapan-kapan.”