Actions

Work Header

Rating:
Archive Warning:
Category:
Fandom:
Relationship:
Characters:
Additional Tags:
Language:
Bahasa Indonesia
Stats:
Published:
2022-05-26
Updated:
2022-05-26
Words:
2,063
Chapters:
2/3
Comments:
1
Kudos:
2
Hits:
112

GREY

Summary:

−light always lead
dark always stay.

(⚪) Sebagai keturunan para Sinar, Dejun diburu dan dikejar karena kekuatannya yang murni. Sehingga kedua orangtuanya membawanya jauh kedalam pengasingan. Tapi, disaat menginjak dewasa. Ia dihadapkan dengan kenyataan bahwa kekuatannya sangat dibutuhkan untuk melawan Sang Kelam. Sementara Hendery, terus belajar meningkatkan diri agar pantas mewarisi kekuatan Sang Kelam. Membawa kemenangan mutlak untuk kaum Dark. Namun, disuatu malam keduanya bertemu secara tak sengaja. Menghadirkan sepetak kisah manis tersendiri.

"Apa yang disebut takdir, sungguh tak terduga."

Notes:

Tersedia di platform Wattpad dengan nama akun yang sama!
hope you all enjoy

Chapter 1: Kapital

Chapter Text

Lalu-lalang manusia memenuhi seisi stasiun kereta. Dipukul delapan pagi yang cerah ini, kereta dari luar kota. Peron menjadi sesak ketika waktu ketibaan semakin dekat. Ritme jantung begitu bersemangat menanti kereta tiba untuk menurunkan penumpang. Tak terkecuali keluarga kecil itu, sang Ibu melekatkan tangannya untuk mengarungi sang bayi yang terlelap manis dalam pelukan. Hari ini adalah pelunasan atas penantiannya, sang ayah dari si bayi akan pulang. Wanita bermata sipit itu terlihat tersenyum lebar, kendati pucat wajahnya akibat menunggu terlalu lama.

Pengeras suara terdengar menggema, melintasi keributan pagi itu. Petugas peron mengingatkan beberapa orang untuk tertib. Kereta sudah tampak pangkal hidungnya. Wanita itu buru-buru mendekat, sedikit tidak sabaran untuk menyenggol kerumunan. Peluit melengking, asap dari cerobong menghitam terbang ke memenuhi udara.

Masinis dengan cekatan memberhentikan kereta ketika mencapai peron. Pintu terbuka dan berhamburan orang-orang keluar. Si wanita tampak mendongak, kakinya berjinjit untuk melihat lebih leluasa. Tapi kedua irisnya tak juga menjumpai tubuh dari sang suami.

Tiba-tiba si bayi menangis, membuatnya harus menjauh sebentar untuk menenangkan anaknya. Tanpa dia sadari seorang pria menepuk bahunya lembut, membuatnya menoleh sepersekian detik.

Si wanita tersenyum, "Oh kau-"

"Halo Honey." pria itu balik tersenyum lembut, menarik tubuh sang istri mendekat juga mendekap sang anak yang entah sejak kapan sudah berhenti menangis. Pelukan hangat itu mendebarkan seluruh raga, mengulum tangis yang pecah.

"Senang melihatmu baik-baik saja," ucap si wanita dengan terisak. Suaminya lagi-lagi tersenyum, "Aku lebih dari beruntung bisa melihat kalian lagi. Keadaan benar-benar runyam kali ini."

Si pria menuntun sang wanita untuk beranjak pergi dari stasiun. Menghentikan taksi dan pulang ke rumah. "Bagaimana kondisi Ayah?" sang wanita bertanya. Hingga pria tersebut lagi-lagi hanya mampu menatap nanar dan menghela nafas. Pelan-pelan ia mengusap pucuk kepala anaknya. Tak kuasa mengatakan apapun ketika kedua binar istrinya sempurna membulat.

"Ayah baik-baik saja, hanya-" menarik nafas,"Ia memerintahkan diriku untuk membawamu dan Dejun pergi sejauh-jauhnya dari sini. Para kegelapan pasti akan memburu kita, dan anak kita. Dan tidak akan ada cukup kekuatan untuk kita bertahan jika diserang."

Kedua tangannya bertautan satu sama lain, berusaha memberikan ketenangan. Tapi sang wanita sudah menduga hal ini, dia hanya bisa menangis kecil seraya mencium anaknya. Selama dia bisa melindungi sang pewaris, maka masih ada harapan. Harapan untuk cahaya bertahan.

"Hari ini kita mulai berkemas, ketika surat dari Ayah datang. Kita akan berangkat." Pria itu menutup bicaranya dengan mengelus wajah sang istri. Menghapus jejak pucat yang basah dipipi. "Aku tahu ini sulit, tapi lakukan demi Dejun. Lakukan demi anak kita. Lakukan demi banyak orang, demi sang pewaris."

Sang bayi terlihat menggeliat dalam keresahan itu. Kepalan kecil tangannya bersinar semu, sebuah tanda ada di sana. Menunjukkan cahaya menenangkan yang memberitahumu jalan keluar dari kelamnya kegelapan.

Mereka bergumam,

"Light always lead, dark always stay."

"And Xiao Dejun, you're the last light of us."

welcome to the Journey of 'GREY' the side between Light And Dark.
Before you go;

🔼) This's a fanfiction, segala nama yang terpakai adalah milik dari pemilik sebenarnya. Hanya digunakan untuk kebutuhan cerita saja.

🔼) Same gender relationship content, jika tidak sesuai dengan kalian silahkan angkat kaki dengan damai.

🔼) This is my imagination, beberapa terinspirasi dari karya orang lain tapi sama sekali tidak menjiplak! juga riset dari berbagai macam platform internet yang ada.

.

◽) The Light, Sang Sinar

"Are you the last light of us?"

"Are you the last light of us?"

◾) The Dark, Sang Kelam

"Stay in the dark, darling

"Stay in the dark, darling."