Actions

Work Header

Rating:
Archive Warning:
Category:
Fandom:
Relationships:
Characters:
Language:
Bahasa Indonesia
Stats:
Published:
2022-07-06
Words:
352
Chapters:
1/1
Comments:
6
Kudos:
83
Bookmarks:
3
Hits:
745

Adoration

Summary:

Jay sangat mencintai Hyungseok, hingga setiap harinya ia tak lupa untuk memuji kekasihnya tersebut.

Notes:

(See the end of the work for notes.)

Work Text:

"Kamu cantik sekali," Jay memujinya, lagi, dan Hyungseok tak bisa terbiasa dengan pujiannya tersebut. Rona merah akan selalu timbul setiap kali Jay melemparkan pujian-pujian yang ditujukan untuknya tersebut dengan penuh pujaan, seperti Hyungseok adalah hal yang terindah yang setiap hari harus diberi pujian.

"Jay, cukup. Aku malu..." Ucap Hyungseok yang menutupi wajahnya dengan kedua tangannya, tak ingin melihat wajah Jay karena jika laki-laki itu melihat rona merahnya, ia tak akan berhenti untuk menggodanya dengan pujiannya.

Jay yang melihat telinga Hyungseok memerah tersenyum semakin lebar, Tuhan, dirinya tak akan pernah berhenti untuk memuji ciptaan-Mu.

Lalu, Jay bergerak membuka kedua tangan Hyungseok yang menutupi wajah manisnya agar ia bisa lebih leluasa melihatnya, meskipun sudah sering ia melihat wajah tersebut, Jay tetap saja merasa kurang jika ia tak melihat wajah kekasihnya.

"Hyungseok, aku menyukaimu," Ujar Jay, Hyungseok semakin memerah.

"A-aku juga," Balas Hyungseok sambil memutar kepalanya agar tak bersitatap dengan kekasihnya.

Tangan Jay bergerak memegang dagu Hyungseok untuk memutar kepalanya dengan pelan, ia lalu berdiri dari duduknya dan segera bergerak dengan cepat untuk mencium bibir yang sedari tadi menggodanya untuk ia lumat.

Belum lima menit berlalu, panggutan tersebut terlepas karena Hyungseok butuh oksigen untuk mengisi paru-parunya yang sudah tersedot keluar karena ciuman tersebut sangat intens.

"Nggh," Desahan keluar ketika ciuman tersebut terlepas. Saliva terjatuh menuruni dagu Hyungseok hingga ke dadanya, Jay meneguk ludahnya kasar, berusaha menahan dirinya agar tak segera memakan Hyungseok ketika mereka masih di atap sekolah yang sepi sedari tadi.

"Hyungseok, apa benar kau adalah kekasihku? Aku sangat tak percaya kau adalah milikku," Lanjut Jay, "Meskipun kita sudah berpacaran selama lima bulan, aku masih tak percaya bahwa kau adalah milikku. Aku sangat mencintaimu."

Jay tanpa sadar menangis, menangis terharu. Hyungseok terkekeh dan menggerakkan tangannya untuk menghapus air mata yang meleleh membasahi pipinya, "Sejujurnya, aku juga tak percaya kau adalah milikku, Hong Jaeyeol. Kau terlihat sangat susah untuk kugapai, tapi ternyata kau menyimpan rasa kepadaku, membuatku menjadi manusia paling beruntung yang menjadi kekasihmu. Aku juga sangat mencintaimu."

"Ayo kembali ke kelas, teman-teman pasti sudah menunggu!" Hyungseok berdiri menepuk bajunya agar kotoran yang menempel di bajunya hilang, lalu mengulurkan tangannya untuk Jay genggam, membantunya berdiri.

Notes:

Thank you for reading until the end, hope you all like it! 🥰💗