Work Text:
Rinai hujan basahi aku
Temani sepi yang mengendap
Kala aku mengingatmu
Dan semua saat manis itu
I let the rain pouring down on me
Wash away loneliness in my heart
When I still had you beside me
Remembering all our sweet memories
“Cut!” Sutradara berseru keras, menandakan syuting hari ini telah berakhir. Gong Jun melemaskan ekspresi dan gestur tubuhnya, setelah seharian menjadi Pangeran Han Ye. Gong Jun baru saja melepas lapisan pertama kostumnya, tiba-tiba serasa ada yang memercik di wajahnya. Gong Jun menatap ke atas, dia mendapati tetesan-tetesan air mulai berjatuhan dari langit. Rinai hujan mulai membasahi tubuh Gong Jun.
Ah... hujan di Hengdian...
Rinai hujannya semakin deras tapi Gong Jun tak juga beranjak dari tempatnya berdiri sampai asistennya tergopoh-gopoh mendatanginya dengan payung besar dan menepuk pundaknya, barulah dia sadar sejak tadi dia membiarkan dirinya kehujanan. Gong Jun langsung bergegas menuju RV-nya untuk segera mengganti kostum dan menghangatkan diri, dia tidak boleh sampai terserang demam.
Sesampainya di RV, Gong Jun meminta asistennya untuk meninggalkannya sendiri. Perasaannya sedikit terasa berat, sepertinya dia sedang dilanda perasaan yang sama setiap kali hujan turun selama syutingnya di Hengdian. Gong Jun duduk sambil memegang gelas hangat. Dia memperhatikan isi gelas itu dengan tatapan melankolis. Kesepian datang menyerbak, mengingatkannya akan kenangan-kenangan manis bersama seseorang yang kini jauh tak terjangkau, menghilang dari sisinya.
Gong Jun masih ingat saat hujan deras hari itu. Asisten Zhang Zhehan sedang berada cukup jauh dari mereka. Di tengah hujan deras itu mereka bergegas mencari tempat berteduh. Kebetulan jarak antara mereka berdua dengan RV Gong Jun adalah yang paling dekat, jadi Gong Jun langsung menarik lengan kostum Zhang Zhehan, membawanya ke dalam RV-nya untuk berteduh. Itu adalah pertama kalinya Zhang Zhehan memasuki RV Gong Jun. Sementara si pemilik RV sendiri tidak menyangka dia bisa mengundang Zhang Zhehan ke dalam sini tanpa harus memikirkan banyak alasan. Gong Jun menghembuskan napas lega diam-diam, tak salah jika orang bilang hujan itu membawa berkah.
Segalanya seperti mimpi
Kujalani hidup sendiri
Andai waktu berganti
Aku tetap takkan berubah
Everything now is just like a dream
I can’t believe I live without you
And if time has passed me by
I’ll always save you just in my heart
Gong Jun berusaha menenangkan dirinya setelah kejadian ‘itu’. Dia harus profesional dan tak boleh lagi mengulang keegoisan yang sama seperti waktu itu. Gong Jun terkenal disiplin, tekun dan tepat waktu, sangat jarang dia mengganti jadwal syuting kalau bukan karena sakit yang tak bisa dikompromi. Tapi bulan itu, dari hari pertama pasca bencana itu hingga akhir bulan, mental Gong Jun berada dalam kondisi yang sangat jatuh dan kalut. Sulit sekali baginya untuk mengatur emosinya agar tak terlihat ‘sakit’, jadi dia harus mengulur banyak waktu sebelum benar-benar siap syuting. Dia selalu teringat Zhang Zhehan, dia selalu ingin tahu bagaimana kabar Dage-nya itu, tapi orang itu memutus seluruh jalur komunikasi dan Gong Jun seperti kehilangan cahaya mercusuar yang menuntunnya di tengah kegelapan laut.
Dia tahu semua itu demi kebaikan dirinya sendiri dan keselamatan karirnya, tapi dia tak ingin hanya dia yang tak tahu apa-apa. Dia ingin bicara langsung dengan Zhang Zhehan dan mendengar semuanya, tapi Gong Jun tak kunjung menemukannya. Sudah memasuki bulan Oktober, tapi belum ada tanda-tanda baik, malah semakin banyak yang mencari masalah. Pegangan tangan Gong Jun di gelas semakin kencang. Setiap mengingat momen-momen mengerikan itu, darahnya serasa mendidih.
Gong Jun menatap layar handphone, di situ terpampang riwayat percakapan sepihak dia bersama Zhang Zhehan. Orang itu sudah menonaktifkan nomor yang biasa dia gunakan, tapi Gong Jun tetap keras kepala. Dia teringat saat dia kerap mengirimkan pesan ke kontak itu, kadang panjang kadang pendek. Salah satu yang sering dia ulang adalah,
Zhehan, aku masih di sini. Aku takkan ke mana-mana. Aku masih menunggumu.
Aku selalu bahagia
Saat hujan turun
Karena aku dapat mengenangmu
Untukku sendiri
I’ll be as happy as we were
Everytime the rain falls
Remind me of the times we used to share
When we had each other
Entah berapa lama Gong Jun melamun, dia baru sadar ketika pegangan tangannya mengendur dan gelas yang sejak tadi dia pegang jatuh menumpahi kakinya. Gong Jun meringis, airnya masih terasa agak panas.
Hari-hari syuting Shan He Ling serasa seperti mimpi di siang hari. Padahal mereka melewatkan berbulan-bulan terperangkap di Hengdian tanpa bisa keluar karena pandemi, tapi Gong Jun merasa sebagian besar ingatannya tentang Shan He Ling adalah kumpulan kenangan-kenangan bahagia dan menyenangkan.
Gong Jun sering membaca komentar di media sosial tentang Shan He Ling, terutama tentang bagaimana kesan khalayak terhadap akting mereka. Tentu saja ada yang mengkritik bahkan menuliskan komentar negatif, tapi Gong Jun selalu bersyukur komentar positif tentang drama dan chemistry selalu lebih banyak dari waktu ke waktu.
Senyumnya selalu merekah lebar setiap ada yang memuji chemistry mereka sebagai Zhou Zishu dan Wen Kexing. Dari seluruh dramanya yang tayang, Shan He Ling akan selalu menjadi kebanggaannya tersendiri, dia bisa menulis esai sepanjang mungkin hanya untuk mengekspresikan perasaannya pada drama ini. Setengahnya tentu saja akan terselip tentang mensyukuri pertemuannya dengan Zhang Zhehan.
Setelah Gong Jun ‘sukses’ mengajak Zhang Zhehan masuk ke dalam RV-nya, sejak itu mereka sering bergantian menyambangi RV masing-masing. Zhang Zhehan sudah tidak segan lagi memasuki RV Gong Jun tanpa janjian sebelumnya, seolah tempat itu pun daerah pribadinya, sementara Gong Jun masih merasa gugup dan ingin juga bisa sebebas Dage-nya itu. Setiap langkahnya menuju RV Zhang Zhehan mengandung keasyikan tersendiri yang tak bisa dia jelaskan.
Entah itu berdiskusi soal naskah, mengobrol serius tentang pekerjaan lain, berbincang santai tentang apa saja, dan bahkan momen mereka mulai sadar bahwa ketertarikan mereka satu sama lain bukan sekedar antar rekan kerja, semuanya terjadi saat mereka berduaan di RV.
Meski waktu sudah berlalu cukup lama dari terakhir mereka bercengkrama di dalam RV, tapi Gong Jun takkan bisa melupakan setiap detil rangkaian peristiwa yang terjadi saat itu. Saat mereka jujur pada perasaan masing-masing, jujur pada hasrat kepada satu sama lain, dan jujur terhadap reaksi natural tubuh mereka saat mulai bersentuhan dan saling bertagutan satu sama lain. Malam pertama mereka dalam balutan cinta ditemani oleh suara hujan yang deras.
Selalu ada cerita
Tersimpan di hatiku
Tentang kau dan hujan, tentang cinta kita
Yang mengalir seperti air
There’s always some story remain
Lingering inside my heart
About you and the rain, about love we once had
Will always flow till the end of time
Setiap detil cerita dan apapun tentang Zhang Zhehan, terpatri dan terekam dengan jelas di otak Gong Jun, dan juga perangkat aplikasi yang dia punya. Contohnya seperti Gong Jun menandai setiap hari-hari pentingnya bersama Zhang Zhehan, menyimpan banyak jejak-jejak digital, mengabadikan hampir segala momen yang dia bisa tangkap. Hujan selalu menjadi fenomena spesial bagi mereka berdua. Setiap hujan turun, suasana menjadi lebih sejuk, cocok sekali untuk saling berbagi kehangatan.
Gong Jun sering berandai dan bertanya-tanya apakah Zhang Zhehan juga pernah berniat untuk tahu segala hal tentang Gong Jun, seperti apa yang dia lakukan sekarang ini. Dia terbagi antara ingin tahu atau sebaiknya tetap diam. Setiap kali Gong Jun ingin bertanya, Zhang Zhehan selalu melemparkan senyum jenaka, menatapnya dan memperlakukannya dengan penuh afeksi. Dari situ Gong Jun menilai, Dage yang agak gagap teknologi ini lebih suka mengekspresikan perasaannya lewat aksi nyata.
Aku bisa tersenyum
Sepanjang hari
Karena hujan pernah
Menahanmu di sini
Untukku
I’ll be happy as can be
Smiling all day long
Because the rain was here
Holding you from going home
Just for me
Belakangan ini tersenyum dengan natural adalah pekerjaan paling merepotkan bagi Gong Jun. Bayangkan, siapa yang bisa ceria seolah tak terjadi apa-apa saat proyek terbesar sepanjang karirmu dihapus di negaranya sendiri dan partner-nya diperlakukan semena-mena oleh seantero industri hiburan China.
Tapi, bagaimanapun life must go on, asalkan dia tak melupakan tujuan asli dan kemurnian di dalam hatinya, dia harus bisa bertransformasi jadi peran apa saja, bukan hanya di drama tapi di kehidupan nyata.
Tas Gong Jun tiba-tiba bergetar. Gong Jun mengambil tas itu dan merogohnya, mengeluarkan handphone yang selama ini dia sembunyikan dan tak pernah dia tunjukkan pada siapapun. Handphone itu hanya berisi satu kontak. Gong Jun membuka kunci layarnya dan melihat ada pesan masuk. Begitu dia membacanya, suasana hatinya yang tadinya suram mendadak cerah, bibirnya melengkungkan senyum lebar. Setelah mengetik balasan dan mengirimnya, Gong Jun menatap keluar RV. Dia mendongak, melihat rinai hujan sudah mereda dan tampak langit cerah bertabur bintang. Sesi mengenang hujan di Hengdian sudah berakhir. Gong Jun menutup matanya sambil membisikkan harapannya dalam hati.
Semoga semua kekacauan ini berakhir dan kau bisa kembali lagi ke sisiku...
