Actions

Work Header

Sekai of ABO

Summary:

All Sekai are in peace...until there was errors in some Sekai
With a strange code " 4B0"
Giving birth to the secondary gender they used to call
"ABO" or "Omegaverse
The affected Sekai are Sekai VBS & WXS. Make the residents of Sekai's having secondary gender randomly.
VS need to make move before another Sekai gets affected.

Omegaverse AU
- ToAki, RuiKasa, NeneEmu, AnHane -

Notes:

This is an Indonesian fic, sorry for english fellows 🙏🏻
Read the tags. If you don't like it, please don't read it
Maybe kinda OOC (i'm sorry)
The characters are SEGA & Color Palette have
I only own the idea and the story

Chapter 1: Unexpected disaster

Chapter Text

_–_–_–_–_–_–_—_–_–_–_–_–_–_–_–_–_–_–_–_–_–_–_–_

"Kohane, kamu ngerasain hal aneh gak?"

"Aku gak yakin sih, An-chan. Tapi perasaan ku kurang enak sejujurnya." An sedikit merinding diikuti dengan Kohane yang menyender pada bahu An.

"Kaito-san, ini ada apaan sih?"

"Entah lah, aku pun tak tahu~" Kaito hanya terus mengemut sendok es serut nya dengan berbagai saus manis yang bisa membuat manusia normal diabetes hanya dengan memakan seporsi.

"AC cafe sedang rusak yah..." Len tiba-tiba saja muncul sambil duduk dengan ketiganya.
Meiko yang biasanya mengeluarkan ekspresi hangat, hari ini dia terlihat berbeda.

"Yo, ada apa ini." Akito bersama Touya masuk ke cafe diiringi dengan Luka dan Rin dari belakang.

"Ara, kalian terlihat tidak baik-baik saja." Luka memegang pundak An yang terlihat sebperti menahan sesuatu.

"Luka-san...badanku agak tak enak."

"Eehhhh An-chan kenapaaa??" Rin mendekati An yang seperti kesakitan.

"Shiraishi!" Touya bersama Akito langsung mendekati kursi An dan Kohane duduk.

"Ooii! An, bertahanlah!" Akito menahan badan An yang akan ambruk

"An-chan!" Kohane yang sangat khawatir memegang tangan An.

"Ko-kohane...hentikan bau manis itu..." Suara An yang serak dan terasa lebih berat membuat mereka terkejut. Kohane terbingung dengan statemen "bau manis" yang mengarah ke dia.

"KALIAN SEMUA!"

Miku membuka pintu cafe secara keras sambil berlari.

"Miku! Syukur lah kau disini, aku khawatir kau kemana."

"Terimakasih Meiko, tapi bukan itu sekarang masalah nya..."

Miku merenguh ponsel disakunya, dan memperlihatkan 'Untitled' yang terdistorsi.

"Sekai kita, mengalami error."

.

■<☆♡♧◇☆♡♧◇☆♡♧◇☆♡♧◇☆♡♧◇☆♡♧◇>■

"HAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA, TENMA TSUKASA AKAN MENGHIBUR KALIAN SEMUA DENGAN GERAKAN SANG WORLD STAR YANG HEBAT INI!!"

"YEAYYY TSUKASA-KUN, SEMANGAT TSUKASA-KUN!"

"Yeah, aku sih tak memedulikan nya."

Rutinitas normal wandasho adalah mendengar teriakan Tsukasa di Sekai yang sangat berwarna ini.

Rui yang sedang asik-asik merancang penemuan baru nya, entah karena insting nya yang kuat tapi angin yang menghembuskan rambutnya itu membuat nya merasakan hal berbeda.

"Tak seperti biasanya...mungkin perasaan ku saja..."

"Nee, Rui-kun..."

"Kaito-san? Tumben sekali kesini?"

"Mereka sedang sibuk, jadi aku hanya bisa memberi tahu mu untuk sekarang." Ekspresi Kaito terlihat tak menyenangkan, ini adalah alarm bagi Rui.

"Apa yang kau ingin katakan, Kaito-san?"

"Sepertinya sistem Sekai sedang tidak baik-baik saja, tolong kalau bisa kalian segera keluar da—"

"AAAAAAAAAAAAHHHHHHHHH!" Teriakan Tsukasa mengagetkan keduanya
Segera mereka mendatangi sumber suara.

"Tsukasa bertahan lah!"

"Nene, ini sakit...hiks..."

Tak terduga, Nene mengikat Tsukasa di Robo Nene dibantu oleh Emu.

"Nene, ada apa ini??"

"Tsukasa tiba-tiba jatuh, dan dia bergerak agresif membuat aku terpaksa harus mengikatnya."

"Tsukasa-kun tak akan apa-apa kan?"

"Oh tidak..." Kaito langsung berlari ke keluar dari Panggung. Membiarkan mereka berempat disana bersama dengan Robo Nene.

"Kaito— sepertinya memang ada yang tak benar disini."

"Rui....ru...rui..."

Suara lemah Tsukasa mengalihkan perhatian mereka, wajah Tsukasa yang begitu merah dan badan nya yang lemas.

"Nee Nene-chan, sepertinya aku sedikit haus..."

"Mau ambil air minum bersama, Emu?"

Emu menganggukan kepala dan mereka pun meninggalkan Rui dan Tsukasa berdua saja.

"Ruuii, mengapa badanku panas..."

"Aku pun tak mengerti, Tsukasa-kun. Kaito-san mengatakan bahwa sistem sedang tak baik-baik saja."

"Rui, bi-bisa kau bukan ikatan tali ini?"

"Maaf, Tsukasa-kun. Aku takut kau akan lebih agresif lagi jadi sepertinya kau harus tetap diikat sementara."

"Rui, mengapa bau mu enak sekali..."

"...eh?"

"Feromon mu, sial— aku hampir ingin kencing...ada apa dengan ku...panas sekali disini!"

Rui memegang dagunya, mencerna apa yang baru saja Tsukasa bicarakan.

"Aku punya sedikit petunjuk untuk hal ini, tapi aku tak yakin bahwa ini benar atau tidak. Ngomong-ngomong bau manis ini dari mana..."

"RUI-KUN RUI-KUN!!" Len dan Rin berlari ke arah Rui.

"Ada apa kalian?"

"Kau harus melihat ini!! Mereka langsung menarik kedua tangan Rui mengeluarkan nya dari panggung meninggalkan Tsukasa sendirian.

.

_–_–_–_–_–_–_–_–_–_–_–_–_–_–_–_–_–_–_–_–_–_–_–_

"Jadi kau mengatakan bahwa, ada kode yang mengacaukan sistem Sekai?"

"Iya, aku bisa simpulkan seperti ini..." Miku meminum air putihnya terburu-buru.

"Sistem Sekai sudah terancang sangat baik, jadi yang bisa mengubah sistem kemungkinan adalah yang sangat handal. Mereka mengubah sistem dengan memasukan sebuah kode misterius yang mengubah sistem Sekai yang sebenarnya."

"Lalu, sistem mana yang berubah itu? Ku lihat Sekai masih terlihat normal normal saja."

"Mungkin tebakan ku salah, tapi ayo kita ke stage." Mereka mengikuti arahan Miku menuju ke stage.

Perjalanan ke Stage tidak perlu memakan lama, namun sesampai disana...

"Stage kita..." semua orang terkejut melihat nasib Stage.

Stage dalam keadaan rubuh dan tampak berglitch.

"La-lalu bagaimana caranya kita bisa perform di Sekai??"

"Se-sejak kapan runtuhnya??"

"Ketakutan ku ternyata menjadi kenyataan..."

Semua orang terdiam di tempat, meratapi reruntuhan Stage yang baru saja mereka upgrade tak lama ini.

"Ayo kita kembali ke Cafe, An dan Kohane tertinggal berdua disana."

Semua orang pun kembali ke Cafe untuk berdiskusi tentang apa yang baru saja terjadi. Tak menyadari bahwa meninggalkan An dan Kohane adalah kesalahan terbesar...

"An-chan, sadar lah!!"

"Kohane, Kohaneee a-aku tak bisa menahan nya!"

"An-chan, jangan buka!!"

"Kohane, bau mu manis sekali. Omega ku."

"A-An-ch—"

"AN, KOHANE!!" ... TO BE CONTINUED