Work Text:
"Joonghyuk-ah, lepaskan aku, okay? Aku janji tidak akan melakukan sesuatu yang sembrono." Kim Dokja merengek pada pria yang memeluknya dengan erat di ranjang, pelukannya sangat erat seolah-olah jika ia melepaskan pelukannya Kim Dokja akan menghilang dari jangkauannya.
Yoo Joonghyuk menatap Kim Dokja dengan tatapan yang seperti mengatakan 'kau pikir aku percaya?' dan semakin mengeratkan pelukannya, wajahnya terkubur di leher sempit kekasihnya, sesekali gigitan dan jilatan ia lakukan dan membuat korban dari gigitan dan jilatan itu bergidik dan menahan erangan.
Meskipun begitu Kim Dokja tidak menyerah! Dia sedang berjuang untuk hak asasi manusia yang di renggut Yoo Joonghyuk setelah kekasihnya itu melihatnya menumbalkan diri yang kesekian kalinya.
"Joonghyuk-ah~" Kim Dokja menatap kekasihnya dengan tatapan kucing sedih yang sering membuat Uriel melemparkan koin kepadanya seolah-olah cadangan koinnya adalah lubang tak berujung.
Omong-omong Kim Dokja menutup salurannya. Ia tidak ingin para Constellation melihat usahanya untuk berjuang atas hak asasi manusia yang di renggut kekasihnya. Ini memalukan tahu, apalagi tadi ia baru saja selesai di 'garap' oleh kekasihnya dan biasanya kekasihnya itu tidak akan berhenti sampai hari berikutnya. Beruntung Yoo Joonghyuk kali ini hanya melakukan selama dua jam dan membiarkan Kim Dokja istirahat setelah mendengar tangisan penuh permohonan dari kekasih kecilnya.
"Kim Dokja." Yoo Joonghyuk menggeram dan menggigit kuat leher Pembacanya, yang mana membuat si empunya leher mengerang sebagai balasan.
"Menurut lah dan jadi kekasih kecil yang baik bagi kekasihmu!" Titah Yoo Joonghyuk dengan nada menutut, kerutan di dahi muncul memikirkan bintangnya terus-menerus mencoba lepas dari genggaman nya dan menjauh. "Setidaknya tinggallah bersamaku selama skenario baru muncul dan kau bertingkah bodoh lagi." Suaranya terdengar serak dan dalam dan terselip permohonan di dalamnya.
Kim Dokja yang hendak membantah ejekan kekasihnya tidak jadi dan menghela napas, merasa tak berdaya mendengar permohonan kekasihnya, lalu di balasnya pelukan erat kekasihnya. "Baiklah suami, istrimu ini akan menurut." Katanya dengan nada jahil.
Yoo Joonghyuk membeku dan mencengkeram pinggang ramping pria yang lebih kecil dan berbisik dengan nada mengancam, "hentikan godaan mu itu atau kau akan menemukan dirimu menangis dan memohon di bawahku lagi!"
Kim Dokja langsung menurut dan diam, meringkuk menjadi bola di pelukan kekasihnya. Jujur, ia takut dengan ancaman kekasihnya, tubuhnya baru selesai di 'garap' dan rasa sakit nya masih terasa. "Oke, aku menurut!" Gumamnya.
Setelah mengatakan itu Kim Dokja bisa mendengar kekasihnya itu bersenandung puas. Ia juga merasakan bahwa kekasihnya sekali lagi menggigit dan menandai lehernya yang sudah penuh kissmark. Dengan lesu Kim Dokja memukul kepala Yoo Joonghyuk, "aku sudah menurut, Joonghyuk-ah. Berhentilah menganiaya aku lagi~" Keluh nya dengan nada merengek.
Suara tawa rendah dari Yoo Joonghyuk membuat Kim Dokja bergidik karna tawa itu tepat di telinganya.
"Aku hanya menandai milikku, kenapa aku harus berhenti hm?" Gumam Yoo Joonghyuk di telinga Kim Dokja, kemudian di gigitnya pelan telinga yang memerah itu lalu meniupnya.
"Yak, Yoo Joonghyuk!"
Tawa rendah sekali lagi terdengar dari pria yang selalu memasang wajah menyeramkan namun tampan itu. Bagi Yoo Joonghyuk menggoda bintangnya dan membuat bintang miliknya itu memerah telah memberinya kepuasan.
Bintang nya itu selalu tampak menawan dengan wajah memerah.
Bibirnya melengkung membentuk senyuman.
"Kenapa memerah? Dimana sifat tak tahu malumu itu pergi_" Yoo Joonghyuk menjeda kalimatnya dan menipu telinga kekasihnya itu lalu berbisik dengan nada dalam, "hm, yeobo?"
Blush
Kim Dokja mengutuk dalam hati, dimana protagonis nya ini belajar menggoda?
Aaaa, Lupakan! Ia tidak mau memikirkan itu sekarang! Memikirkan cara agar jantungnya aman dari godaan sang Protagonis lebih penting!
╔.★. .═══════════╗
Flirting - Completed
╚═══════════. .★.╝
