Work Text:
Oh In-Joo persis seperti bunga Tibouchina.
Itu yang ada di pikiranmu saat tanganmu sibuk menyemprotkan air pada kelopak bunga, dan dia ada di sana: mencari perhatianmu dengan celotehnya yang tanpa henti tentang apa yang terjadi pada harinya.
Kamu merawat semua bunga ini karena sebuah kewajiban. Kamu tahu semua ini hanya untuk permainan gila Won Sang-ah. Kamu tahu respon apa yang tepat agar membuat In-joo jauh lebih percaya. Kamu menjadi temannya karena ini sebuah kewajiban.
Kamu tahu lebih banyak tentang adik-adiknya daripada apa yang kamu tahu tentang hubungan ibu dan ayahmu. Kamu tahu biarpun In-kyung memiliki kecerdasannya yang luar biasa, dia selalu hampir terpeleset saat salju tebal karena lupa mengganti sepatunya. Kamu tahu tentang In-hye yang rajin dan selalu menyiapkan bekal untuk kedua kakaknya. Kamu tahu kebanggaan yang terpancar di wajah In-joo tiap kali membicarakan mereka.
Kamu....
Kamu tahu kamu jatuh cinta.
Entah kapan atau karena apa. Entah saat In-joo mulai mengajakmu untuk makan siang bersama. Entah saat hanya dia yang datang pada waktu pemakaman. Entah karena dia yang mengisi pipinya penuh bak hamster tiap kamu ajak makan ke restoran. Entah karena hanya dia yang melihatmu sebagai seorang manusia.
Oh In-joo persis seperti bunga Tibouchina.
Itu yang ada di pikiranmu saat jemarimu mengelus kelopak bunga yang telah layu, dan dia ada di sana: jauh lebih indah dibandingkan bunga-bungaan lainnya, dan akan cepat mati jika kamu terus ada di dekatnya.
