Actions

Work Header

tsuji, agustus dan setelahnya

Summary:

Ini bukan hanya tentang Tsuji dan kunjungannya ke museum dinosaurus. Tapi ini juga tentang kenangannya dengan Hatohara tahun lalu.

Notes:

HAIHAI selamat datang di tulisan pertamaku di ao3!!!

akhir-akhir ini aku lagi sibuk ngikutin banget wt (pengalihan biar gak nangisin daiya terus sih), dan setiap ada ide-ide muncul di kepala suka aku sambungin sama mereka. jadi... semoga nggak bosen ya sama tulisanku sekarang (dan yang akan datang).

sedikit cerita, tulisan ini udah dibuat sejak 19 agustus atau tepatnya 3 hari setelah ulang tahun tsuji dan udah sempat aku publish di medium juga. tapi aku mau cobain diri untuk republish di sini. semoga suka! <3

Work Text:

Bukan hal yang asing untuk Ninomiya Squad jika ruangan strategi mereka dipenuhi oleh barang-barang berbau dinosaurus, mulai dari boneka serta bantal yang terjejer rapi di sofa dan kursi kerja Hiyami, action figure dengan ukuran dan jenis yang beragam, hingga alat makan yang tersedia di sana.

Ya, siapa lagi jika bukan Tsuji Shinnosuke yang secara sukarela memenuhi ruangan strategi mereka dengan hal-hal berbau dinosaurus.

Allosaurus, Elasmosaurus, Sarcosuchus, Tyrannosaurus rex, Brontosaurus, Triceratops, dan masih banyak lagi nama-nama yang tanpa mereka — Ninomiya, Inukai, Hatohara dan Hiyami — sadari, mereka sudah hafal dan akrab dengan nama-nama tersebut.

Hari ini, 10 Agustus, mereka sudah berkumpul di ruangan strategi untuk persiapan A-rank battle melawan Kazama Squad dan Kataagiri Squad. Usai Ninomiya menjelaskan strategi yang akan mereka gunakan pada pertandingan kali ini dan mendiskusikan bersama yang lainnya, tiba-tiba Inukai menyelutuk, “ah, 6 hari lagi ulang tahun Tsuji-chan, ya?” Membuat semua yang ada di ruangan mengarahkan pandangannya ke Tsuji.

Tsuji yang sibuk merapikan jajaran action figure kesayangannya merasa diperhatikan, kemudian membalik badan, menatap rekan timnya. “Ah? Sudah mau 16 Agustus lagi ya.”

“Ada hadiah yang kamu mau?” tanya Ninomiya tanpa mengalihkan pandangannya dari layar monitor.

Menjadi anggota Ninomiya Squad membuat Tsuji mengetahui bahwa kapten timnya ini selalu memberikan perhatian kecil dibalik wajah tidak pedulinya. Meskipun beberapa tahun sudah berlalu, Tsuji masih belum terbiasa dengan perhatian Ninomiya, ia masih mudah tersentuh dan harus berusaha tetap datar untuk menyeimbangi eksperesi Ninomiya. 

Kali ini Tsuji mampu menatap Ninomiya datar. “Boleh minta apa aja nih?”

“Asal bukan ngucapin selamat ulang tahun pake topeng Karasuma Kyousuke.”

Mendengar balasan Ninomiya yang terdengar menyindirnya, sontak pipi Hiyami memerah menahan malu. “Ya Tuhan, Ninomiya-san!” pekiknya. Membuat semua yang di ruangan itu — kecuali Ninomiya — tergelak.

Tsuji yang ikut tertawa tak lama terdiam kembali. Berpikir apa hadiah yang sekiranya pantas ia dapatkan dari rekan timnya. Ingin meminta action figure dinosaurus terbaru tapi sepertinya sudah tidak ada ruang kosong lagi di ruangannya. “Apa ya.... Aku belum ada pikiran apa-apa,” katanya kemudian.

“Gimana kalo kita ke museum dinosaurus yang ada di kota sebelah?” usul Hatohara dengan sedikit tersenyum. “Baru buka tiga bulan lalu, dan Tsuji belum pernah kesana, kan?”

Wajah Tsuji seketika terlihat senang mendengar usulan Hatohara. “Senpai…,” ucapnya penuh haru. “Ayo, ayo,” kini ia begitu bersemangat untuk menyambut hari spesialnya.

“Ninomiya-san, Hatohara-senpai, Inukai-senpai, Tsuji-kun. Sudah mau waktunya.” Belum sempat mendiskusikan lebih lanjut, Hiyami sudah memotong diskusi hadiah untuk Tsuji.

“Kita bicarakan lagi setelah pertandingan selesai. Sekarang kita harus menang terlebih dahulu,” ucap Ninomiya yang dibalas “baik!” oleh rekannya.


“Ah, maaf aku telat.” Tsuji menghampiri keempat rekannya yang telah sampai museum lebih dulu. Dia mencoba untuk mengatur napasnya setelah lelah berlari.

“Nggak bisa tidur, Tsuji-chan?” tanya Inukai meledek, tahu betul kebiasaan Tsuji yang sulit untuk memejamkan mata ketika sedang bersemangat. “Nggak apa-apa, jadi tadi kita bisa beli tiketnya dulu.”

“Eh?” Tsuji bingung. “Aku nggak perlu bayar?”

“Kan itu hadiahnya,” sambung Ninomiya.

Tsuji masih tidak percaya. Karena semalam ia melihat harga tiket masuknya dan harganya tidak bisa dikatakan murah (menurutnya).

“Ayoo masuk, panas nih,” gerutu Hiyami sambil mendorong Tsuji dari belakang agar masuk ke dalam museum segera.

Begitu memasuki ruangan museum Tsuji sontak membuka sedikit mulutnya, berdecak kagum karena langsung disambut oleh 40 fosil dinosaurus yang berdiri di ruangan itu. “Wow…,” cukup satu kata yang bisa menggambarkan kekaguman Tsuji saat ini.

Keempat rekannya juga sama terkesima seperti dirinya, fosil-fosil dinosaurus itu membuat mereka terasa begitu kecil. Terutama Hiyami, ia segera merangkul tangan Inukai yang kebetulan berdiri di sampingnya. Meskipun itu hanya tulang-tulang, namun Hiyami tetap saja merasa takut.

Mereka memutuskan untuk mengelilingi museum bersama-sama, di mana mereka bisa melihat robot-robot dinosaurus, area laboratorium yang berisi informasi tentang proses penggalian, pembersihan dan analisa fosil dinosaurus, hingga melihat sejarah evolusi bumi.

Aku pengen nangis, batin Tsuji tiba-tiba saat berdiri melihat salah satu fosil dinosaurus yang berada pada sudut zona History of Life.

Sebagai pecinta dinosaurus Tsuji merasa begitu senang, karena ia bisa melihat fosil sesungguhnya serta mengenal nama-nama dinosaurus baru seperti Fukuiraptor dan Koshisaurus. Alasan kedua dari perasaan senang yang ia rasakan adalah karena ia bisa pergi bersama rekan-rekan timnya, meskipun saat ini mereka sudah mulai berpencar; Ninomiya yang masih betah berada di zona Earth Sciences — tidak heran karena dia memang mahasiswa geologi, Hiyami dan Inukai yang memutuskan untuk pergi ke food court, serta Hatohara yang—

“Jangan nangis disini, Tsuji. Malu banyak orang.” Hatohara menyerahkan sapu tangan merah marunnya.

—ternyata masih asik mengikutinya dari belakang.

Tsuji menerima sapu tangan itu dan menyeka air matanya yang tanpa sadar sudah keluar dari pelupuk matanya. “Senpai… ini hadiah paling bagus dari kalian.”

Hatohara tersenyum simpul. “Jadi selama ini hadiah dari kita nggak sebagus itu ya?”

“Ah, bukan gitu,” sangkal Tsuji cepat. “Tapi, ya… hmm… gimana ya aku bisa jelasinnya?”

“Semoga kita bisa kesini setiap 16 Agustus ya, Tsuji.” Hatohara tersenyum.

Tsuji ikut tersenyum tipis. Hidup dengan saudara yang semuanya laki-laki membuat sosok Hatohara Mirai di mata Tsuji bagaikan kakak perempuan — tepatnya kakak perempuan terbaik yang pernah ia miliki.

“Aku tiba-tiba laper, susul Inukai dan Hiyami, yuk? Setelah makan kita lanjut ke hadiah kedua.”

“Hah? Emang mau kemana lagi?”

Hatohara yang kini berjalan di depan Tsuji hanya membalik badan dan memberikan senyum simpul, seperti biasanya.

“Berburu harta karun.”


“Tsuji-kun, sudah mau waktunya.”

Suara halus Hiyami membuat Tsuji perlahan membuka matanya bersamaan dengan buyarnya ingatan tahun lalu.

Sekarang sudah 16 Agustus lagi, artinya tepat satu tahun sejak kunjungan mereka ke museum dinosaurus untuk merayakan ulang tahunnya.

Juga tepat satu tahun sejak Hatohara pergi ke Neighborhood dan Ninomiya Squad diturunkan menjadi B-rank.

Sampai saat ini mereka belum sempat berburu harta karun seperti yang Hatohara maksud satu tahun lalu, dikarenakan saat itu langit yang mendung dan hujan deras tiba-tiba membuat mereka memilih untuk meneduh di food court museum sampai matahari terbenam. Dan tepat ketika Hatohara dikabarkan menghilang, Tsuji baru menemukan secarik post-it di balik gelas dinosaurus kesayangannya. Hanya 4 baris kalimat, namun cukup untuk membuat Tsuji merenung hingga saat ini.

Teruntuk Tsuji,
Selamat ulang tahun!
Mungkin harga tiket masuk museum bukanlah hadiah yang mewah,
tapi semoga kita bisa ke tempat ini setiap 16 Agustus.

Hatohara Mirai

Tsuji berjalan menghampiri rekan timnya yang sudah siap untuk pertemuan B-rank bersama petinggi Border terkait orientasi tes menuju Neighborhood.

Hatohara-senpai, sekarang sudah 16 Agustus kembali. Satu tahun berlalu… apakah kita akan ke museum dinosaurus lagi hari ini? Juga, harta karun apa yang Senpai maksud saat itu? Berburu mencarimu sampai Neighborhood?