Actions

Work Header

Rating:
Archive Warning:
Category:
Fandoms:
Relationship:
Characters:
Additional Tags:
Language:
Bahasa Indonesia
Stats:
Published:
2022-12-17
Words:
524
Chapters:
1/1
Kudos:
14
Bookmarks:
1
Hits:
213

Sanctuary

Summary:

Ten falling asleep in Taeyong's lap. Taeyong holds Ten close and doesn't move from their spot for hours.

Work Text:

Langit mulai terlihat gelap. Matahari telah terbenam dan digantikan oleh bulan. Bintang-bintang turut menghiasi langit yang berawan. Pertanda waktu sudah memasuki malam hari. Dimana itu merupakan saat yang tepat untuk beristirahat setelah rutinitas harian selesai. Ten telah siap duduk manis di sofa, tangan nya tampak sibuk memencet remote televisi untuk memilih apa yang akan dia dan kekasihnya tonton. Taeyong yang muncul dari dapur apartemen mereka tersenyum sambil membawakan popcorn dan cola. Itu adalah ide Ten.

“Agar seperti di bioskop,” Ten berkata begitu saat menjelaskan keinginannya pada Taeyong.

Kekasihnya yang tentu saja akan mengabulkan semua keinginannya pun menyetujui tanpa bertanya lebih lanjut lagi.

“Jadi kita mau menonton apa kali ini?” tanya Taeyong sambil meletakkan makanan dan minuman mereka di depan meja berukuran sedang yang terletak di depan sofa.

“Moon Knight! Kakak juga belum pernah?” Ten tersenyum kecil pada Taeyong yang kini duduk di sebelahnya.

“Hmm, belum sih.. Boleh juga,” jawab Taeyong lalu mengangguk.

Seperti itu lah percakapan singkat mereka. Menit-menit selanjutnya, sepasang kekasih itu nampak terlarut dalam cerita dari serial Marvel tersebut. Seolah terbuai oleh jalan cerita yang disampaikan. Ten melingkarkan tangan kirinya ke lengan Taeyong dengan tangan kanannya sibuk mengunyah popcorn dari mangkuk yang dia letakkan di pahanya, sedangkan Taeyong mengusap surai rambut Ten sambil sesekali melirik ke arah pujaan hatinya itu, tersenyum melihat Ten yang begitu fokus menonton.

Setelah dua episode terselesaikan, Ten tampak mulai menguap. Tanda jika dirinya mulai mengantuk. Taeyong yang menyadari itu, menolehkan kepalanya ke arah Ten.

“Sudah mau tidur?” tanya Taeyong seraya mengusap pipi Ten.

“Belum.. belum selesai...” ucap Ten pelan.

“Bisa dilanjut besok, tidur dulu yuk sayang?”

“Nantii,” jawab Ten pendek, lalu mengubah posisinya menjadi berbaring miring ke arah televisi, dengan menjadikan paha Taeyong sebagai bantalnya.

Taeyong lalu menggelengkan kepalanya, dicubitnya pipi Ten pelan lalu tersenyum simpul.

“Baiklah, tapi nanti kalau sudah mau tidur bilang ya?” Taeyong memastikan lagi, dan Ten hanya mengangguk kecil sambil kembali menonton.

15 menit pun berlalu. Mereka sudah hampir menyelesaikan episode ketiga. Taeyong melirik sekilas Ten dengan menundukkan kepalanya. Nampak kekasihnya sudah tertidur dengan nyenyak. Taeyong menghela nafasnya, tetapi masih tetap tersenyum sambil merapikan helai rambut dari poni yang menutupi dahi Ten.

Taeyong menarik selimut yang sudah dia siapkan sebelumnya. Tangannya bergerak untuk menyelimuti tubuh Ten, dengan gerakan perlahan agar tidak membuat sang kekasih terbangun. Taeyong kemudian menatap wajah polos Ten yang masih terlelap. Dia menundukkan kepala dan mengecup pipi Ten lalu tersenyum penuh arti. Ini bukan pertama kalinya dirinya berada sedekat itu dengan Ten. Akan tetapi, dia selalu merasakan ketenangan saat memperhatikan kekasih yang saat dia cintai tersebut. Seolah hembusan nafas teratur itu membuat Taeyong selalu bersyukur akan setiap detik, menit, dan waktu yang dihabiskannya bersama Ten.

Satu jam telah berlalu. Taeyong akhirnya mematikan televisi. Tentu saja setelah mengetahui Ten tertidur, dirinya mematikan volume dan hanya menonton gerakan tanpa suara saja. Sungguh perilaku yang hanya bisa dilakukan oleh budak cinta garis keras.

Taeyong tidak bergerak sedikit pun, dan Ten masih nyaman dengan posisinya, belum sekalipun terbangun. Taeyong pun berangsur merasakan rasa kantuk mulai menyerangnya. Dirinya merebahkan kepalanya sedikit ke belakang, untuk menyandarkan lehernya. Sambil tangannya memeluk sebagian dari tubuh Ten, dirinya pun memejamkan mata untuk menyusul sang kekasih pergi ke alam mimpi.