Actions

Work Header

Crazy Rich Liyuen

Summary:

Dunia Aether berubah 180 derajat sejak ikut Xiao, kekasihnya sejak tiga tahun yang lalu pulang ke Liyue untuk menghadiri pernikahan sepupunya. Apakah Aether bisa bertahan di tengah drama keluarga Morax yang membuat kondisi mentalnya jungkir balik?

Notes:

Halo~

Kali ini aku membawa fic XiaoAether yang plotnya terus menerus loncat di kepalaku, terinspirasi dari film Crazy Rich Asian!
Mohon diperhatikan sebelum dibaca, bahwa:
~ Aku cuma pernah nonton satu kali saja, jadi ingatanku sudah agak kabur dan banyak hal yang aku ubah di fic ini.
~ Settingnya di dunia modern, tapi nama-nama negaranya masih sama dengan Canon-Verse.
~ Soal budaya Liyue di fic ini agak tercampur dengan budaya Chinese di dunia nyata ya, atau juga ada beberapa reference dari film aslinya.
~ Penggunaan panggilan Mama/Papa, Tante/Om tidak sesuai gender
~ Usia karakter: Aether 26, Xiao 27, Chongyun Xingqiu 25, yang lain menyusul

Happy Reading!

Chapter 1: Chapter 1: Go home to Liyue

Chapter Text

Petang itu, Aether sibuk mengoreksi Thesis milik salah satu mahasiswinya di cafe seberang apartemennya dan Xiao. Deadline pengumpulan softcopy thesis yang semakin dekat membuat para mahasiswa dan mahasiswi panik dan menyelesaikan tugas akhir mereka dengan terburu-buru. Sudah seminggu terakhir email si dosen muda itu diserbu oleh murid-muridnya, namun memang dasar sifatnya yang terlalu baik dan tidak bisa menolak, ia lebih memilih untuk mengurangi jam tidurnya sendiri untuk menyelesaikan semua pekerjaannya.

‘Ayaka sepertinya panik… Dia jadi memasukkan banyak hal yang tidak penting.’ pikir Aether sambil menenggak segelas Hot Latte di mejanya yang hampir habis.

‘Sho masih lama ya…’

 

*piiippp*

Handphone Aether berbunyi pelan, diiringi senyuman kecil yang muncul secara otomatis. 

“Aku udah keluar kantor. Mau titip makan malam apa? Ga usah masak hari ini ya, kamu pasti capek abis begadang.”

“Hmm.. Pengen masakan Liyue! Mau Jueyun Guoba ekstra pedas di Kiminami boleh? Mereka kan belakangan suka jual makanan fushion.”

“Gak, kamu pasti lagi minum Latte extra shot di Cafe Tomoki, stop bikin lambung kamu rusak.”

Aether cuma bisa menghela nafas. Kekasih pendiamnya itu memang mendadak cerewet kalau sudah menyangkut dirinya “Yaudah kamu pilihin deh aku apa aja.”

“Soba sama almond tofu ya. Nanti ketemu di apartemen, Kamu jangan kelamaan kerja, cepet istirahat.”

“Okay, can’t wait till you home, miss you <3” ketik Aether di ponselnya, kemudian ia menyimpan file-file yang diperlukan dan bersiap membereskan laptopnya.


Xiao dan Aether baru saja selesai menyantap makan malam mereka. Aether mencuci piring, sedangkan Xiao membantu mengeringkannya.

Tidak terasa sudah dua tahun berlalu sejak mereka tinggal bersama di Inazuma. Aether mengenal Xiao sejak mereka tidak sengaja satu kelas kuliah, dan mungkin karena mereka berdua sama-sama merantau, entah kenapa mereka jadi sering bersama dan kurang dari setahun setelah berkenalan, mereka pacaran. Menjelang kelulusan Aether, Xiao mengajak Aether untuk tinggal bersama di Inazuma karena kebetulan mereka berdua mendapat pekerjaan di Inazuma juga.

Aether bekerja di universitas tempat mereka kuliah sebagai dosen sekaligus peneliti, sedangkan Xiao menerima pekerjaan sebagai pialang saham di salah satu perusahaan multinasional di cabang Inazuma.

‘Kok hari ini Sho agak aneh ya… Apa lagi ada masalah di kantor…’ pikir Aether. Xiao memang tidak banyak bicara, tapi sejak mereka tinggal bersama, mereka sepakat untuk saling menceritakan hari-hari mereka sekedar untuk mencairkan suasana. Awalnya memang canggung, tapi lama-lama toh Xiao bisa membuka diri di hadapan Aether yang sangat disayanginya itu.

“Hari ini gimana Sho? Kerjaanmu banyak? Aku lagi dikejar deadline nih sama mahasiswa-mahasiswaku! Semoga semua cepet kelar jadi pas liburan musim panas aku udah bisa bebas~ Oiya ngomong-ngomong Lumine hubungin aku nanyain kapan aku bakal balik ke Mondstadt… Kamu ada rencana pulang ke Liyue pas libur panjang?” celoteh Aether, berusaha mencari bahan pembicaraan saat mereka duduk di sofa sambil menonton acara reality show di televisi.

“Itu… Sepertinya liburan musim panas ini aku harus pulang ke Liyue, karena ada pernikahan salah satu sepupuku, Chong Yun…”

“Wah, bagus dong kamu jadi bisa pulang? Kan kamu udah tiga tahunan belom pulang-pulang ke Liyue… Berapa lama disana? Apa aku juga ke Mondstadt aja ya…”

“Ae, temani aku pulang ke Liyue. Sekitar seminggu saja. Ma… keluargaku ingin bertemu denganmu. Sepupuku dan tunangannya juga sudah mengirimkan tiket untuk kita berdua jadi aku ingin menghormati mereka.”

“?!?!” Bagaimanapun Aether kaget, karena kekasihnya itu sangat jarang membahas soal keluarganya di Liyue. Yang Aether tahu, ayah Xiao berprofesi sebagai pengusaha, dan mamanya membantu mengelola usaha tersebut. Namun, selama ini ia terkesan menghindar jika ditanyai soal keluarganya.

‘Hmm.. mungkin ini kesempatan untukku supaya bisa kenal dengan keluarga Sho?’ pikir Aether.

“Aku belum ada rencana apapun kok, lagipula Lumine baru saja kesini waktu liburan musim semi kemarin. Jadi, aku bisa ikut ke Liyue dengan Sho!”

Wajah Xiao terlihat lega sekaligus bingung, kemudian merangkul pundak Aether “Makasih Ae, kamu memang yang terbaik.”

Aether sedikit bingung namun ia berusaha mengabaikannya. Berkenalan dengan keluarga kekasih setelah tiga tahun lebih pacaran itu hal yang wajar bukan?


*2 bulan kemudian, Liburan Musim Panas*

“Selamat datang kembali di Liyue, Kak Xiao! dan…..”

“Ini pacarku, Aether Viator. Ae, ini Chong Yun, sepupuku dan tunangannya, Xing Qiu”

“Senang berkenalan denganmu Kak Aether! Terima kasih sudah mau jauh-jauh datang ke Liyue!” ujar si pemuda berambut biru muda. Memang perawakannya tidak terlalu mirip dengan Xiao, namun garis wajahnya yang tegas membuat Aether yakin mereka punya garis darah keturunan yang sama.

“Kak Aether! Sebagai sesama calon menantu keluarga besar Morax, ayo kita berteman! Malam ini kita kulineran di Liyue sampai puas!” Aether merasa pernah melihat pemuda cantik berambut biru tua ini entah di suatu tempat, tapi ia memilih mengabaikannya, karena merasa tersentuh dengan sambutan hangat mereka berdua.

“Halo, aku Aether, senang berkenalan dengan kalian! panggil Aether saja tidak apa-apa, aku malah tidak biasa dipanggil pakai kak, lagian umur kita tidak beda jauh kalau aku dengar dari Sho?” walaupun lelah karena perjalanan jauh dari Inazuma ke Liyue, Aether berusaha memberikan senyuman terbaiknya di depan keluarga Xiao.

“Yuk kita jalan, sebelum jalanan macet!” Mereka berempat jalan menuju ke mobil mewah dengan atap terbuka yang diparkir vallet di bandara.

‘Sepertinya keluarga sepupu Xiao ini… Lumayan berada? Tadi juga kita naik pesawat Business Class….’ bagi Aether yang hanyalah seorang asisten dosen perantau yang sederhana, bagaimanapun ini adalah hal yang cukup wah di matanya, namun ia tidak berani berkomentar di depan Xiao.


“Ehhhh… jadi Sho begitu waktu kecil?” Mereka berempat datang ke sebuah restoran kecil di kota yang bernama ‘Wanmin Kitchen’. Katanya, anak si pemilik restoran adalah teman kecil mereka bertiga, jadi Chong Yun dan Xing Qiu ingin mengenalkannya juga pada Aether.

“Iya kamu ga akan percaya dulu dia semanis itu kan? Bahkan Tante Ajax sampai shock soalnya dulu waktu kecil Kak Xiao itu jutek bangettt kayak kucing liar! Xiang Ling, kamu datang di saat yang tepat!” ujar Xing Qiu, memanggil gadis dengan rambut dikepang melingkar.

“Stop bikin ribut di tempat ayahku, Xing Qiu! Aku capek nih baru aja abis milih bahan masakan ke supplier! Oh, Kak Xiao! Lama ga ketemu! Kamu baru aja sampe di Liyue?”

“Ya…” entah kenapa, Xiao semakin irit kata-kata sejak tiba di Liyue. Aether malah lebih banyak ngobrol dengan Xing Qiu yang sangat ramah dan Chong Yun yang terlihat welcome dengan kedatangan mereka berdua.

“Kenalin, ini Aether, pacarnya Kak Xiao! dan aku lagi cerita kebodohan Kak Xiao di masa lalu~” 

“Halo, Aku Aether Viator, Senang berkenalan denganmu! Masakan di sini enak sekali sampai-sampai aku berharap kalian bisa buka di Inazuma! Sho tidak akan bisa menghentikanku makan yang pedas-pedas lagi kalau masakannya seenak ini!”

“Sumpah aku mau!! Di Inazuma banyak makanan unik kan? Bahkan aku mendengar mereka mencampurkan dango di dalam teh susu, aku ingin coba!! Kalau disini pasti aku malah dianggap aneh….”

“Xiang Ling.. perkenalkan dirimu dulu?” Chong Yun berusaha menengahi pembicaraan seru mereka bertiga.

“Ah, maaf terlalu seru aku jadi lupa! Aku Xiang Ling, anak pemilik Wanmin Kitchen sekaligus teman masa kecil bocah-bocah ini, sedang berkenalan denganmu, Aether!”

“Btw, mau tanya Aether, kamu manggil Kak Xiao jadi Sho, itu maksudnya?” tanya Xing Qiu.

“Oh itu lafal dari kanji nama Xiao di bahasa Inazuma. Awalnya aku salah baca pertama kali kenalan sama Xiao waktu bukunya ketinggalan di perpus… terus aku keterusan manggil Sho sampai sekarang, jadi yah…”

“Wah, panggilan sayang dong.. Kak Xiao beruntung sekali punya pacar semanis Aether!”

‘Sepertinya pikiranku tadi terlalu berlebihan ya, Sepertinya mereka cukup normal, Chong Yun, Xing Qiu dan juga Xiang Ling juga sangat ramah menyambutku…’ 


“Sho, aku udah mandi nih, giliranmu?”

“Ah iya, sebentar.” Xiao memandang layar handphonenya, tatapannya terlihat lelah seperti habis melihat deadline pekerjaan.

Xiao dan Aether baru saja tiba di hotel tempat mereka menginap. Sama dengan perlakuan spesial semenjak mereka berangkat, hotel yang mereka tinggali ini pun sangat mewah. Wangshu Inn, sebuah penginapan penuh sejarah, yang walaupun letaknya bukan di tengah kota, sangat sulit untuk dibooking karena kepopulerannya. 

Sebenarnya Aether sedikit heran, kenapa Xiao tidak pulang ke rumah orang tuanya saja? Kan bisa saja mereka menginap disana. Atau, Xiao bisa pulang dan Aether menginap di hotel di pusat kota, jadi bisa dengan mudah naik taxi atau kendaraan lainnya untuk ke rumah Xiao. Tapi, kata Xiao hotel ini pun sudah dibookingkan oleh Chong Yun, maka mereka tidak bisa menolak.

“Sho… kamu kok diem aja dari tadi, kenapa? Ada masalah kerjaan?” Aether memberanikan diri untuk bertanya, barangkali Xiao bisa cerita kepadanya.

“Engga, bukan soal kerjaan kok.” ujar Xiao sambil meletakkan HPnya di kasur. “Cuma.. kepikiran sama keluargaku…”

“Eh, kenapa? Chong Yun sama Xing Qiu baik banget! Mereka super ramah, walaupun Chong Yun kayaknya agak kalem kayak kamu.”

“Yah, mereka memang begitu. Makanya saling melengkapi kan, Xing Qiu ga bisa berhenti ngomong, sedangkan Chong Yun yang ngedengerin.”

“Iya juga sih! Btw, tadi aku mau nanya tapi ga enak, kayaknya aku pernah liat wajahnya Xing Qiu entah dimana…”

“Dia itu penulis terkenal Aether, nama penanya Zhen Yu. Novelnya populer di Inazuma sampai diadaptasi jadi drama…”

“Ah! Drama beladiri yang ditayangin pagi itu? Pantas rasanya familiar ternyata aku pernah lihat waktu dia diwawancara di TV! Ternyata sepupumu menikah dengan orang terkenal ya…”

Xiao menghela nafas panjang, wajahnya kembali terlihat berpikir keras “.... begitulah. Besok ada acara makan malam di rumahku ya Aether, jangan lupa siap-siap jam 5 sore, kita berangkat dari sini.”

“Ah, besok sore ya acaranya? Aku boleh ketemu Venti dulu?”

“Venti? Temen Mondstadtmu?”

“Iya! Dia ngajak aku ketemuan tadi gara-gara aku post foto makan malam kita tadi di teyvatgram! Lupa banget dia lagi di Liyue, gara-gara dia pindah-pindah terus.”

“Oke gapapa, besok aku antar ya, habis itu aku ada urusan sebentar ke kantor papaku. Nanti aku jemput lagi sore, supaya kita bisa balik hotel siap-siap.”

“Oke kapten! Kamu mandi dulu gih, udah bauuuuu~”

Xiao tersenyum simpul melihat Aether yang begitu bermangat “Siap, sayang.”

‘Mungkin kalau Aether, semua akan baik-baik saja…’