Actions

Work Header

Rating:
Archive Warning:
Category:
Fandom:
Relationship:
Characters:
Additional Tags:
Language:
Bahasa Indonesia
Stats:
Published:
2023-02-14
Words:
1,542
Chapters:
1/1
Kudos:
37
Bookmarks:
4
Hits:
1,113

Happy birthday, sayang

Summary:

Jaehyun gerakan berulang tangannya mengelus rambut Taeyong penuh sayang, “jadi janji sama aku ya? Kamu harus sehat terus, biar bisa sama aku terus."

Work Text:

Beberapa orang yang berada di industri ini, mungkin akhirnya menyesal karena telah terjun dalam kehidupan dimana kata kebebasan adalah hal yang sangat tidak mungkin mereka dapatkan. Tapi, tidak untuk Jaehyun. Menjadi trainee bertahun-tahun dan berakhiran dengan member dalam groupnya saat ini, menjadi seorang Jung Jaehyun, mungkin adalah keputusan yang sangat Jaehyun syukuri selama hidupnya. 

Ada beberapa hal yang tak pernah Jaehyun kira akan terjadi dalam kehidupan serta perjalanan karirnya, salah satunya adalah bertemu dengan Taeyong hyungnya. Taeyong hyung cantiknya, yang entah bagaimana sukses membuat Jaehyun selalu merasa baik-baik saja di kehidupan yang begitu keras ini. Apalagi, dengan posisi dirinya, juga Taeyong hyungnya, yang juga adalah seorang idol.

Memang sempat ada beberapa hal dalam perjalanan karir Jaehyun yang membuatnya sempat berpikir untuk menyerah, dan berhenti. Lelah adalah makanan Jaehyun sehari-hari. Mungkin, Jaehyun sudah dari beberapa tahun lalu memutuskan untuk keluar dari dunia industri ini kalau saja bukan karena Taeyong hyungnya, yang selalu sabar menemani Jaehyun dalam keadaan apapun. Taeyong hyung cantiknya yang selalu dengan telaten mengurus segala hal tentang Jaehyun.

Taeyong hyungnya, adalah salah satu dari alasan terkuat Jaehyun untuk tetap berada di sini. Jaehyun ingin selalu ada untuk Taeyong. Jaehyun ingin selalu menjadi orang pertama yang membela Taeyong jika terjadi kesalah pahaman, entah itu dengan member lain atau pihak management dari perusahaan. Jaehyun ingin selalu menjadi orang pertama yang ada memeluk Taeyong di hari-hari dimana lelaki cantik itu merasa lelah. 

Taeyong hyungnya, hanya pantas mendapatkan hal-hal terbaik di dunia ini, dan Jaehyun akan selalu mencoba memberikan perlindungan serta perhatian terbaiknya pada hyung cantik kesayangannya itu.

Taeyong memang tak pernah menunjukan secara terang-terangan apa yang ia sedang rasakan kepada para member. Perasaan kecewanya, perasaan sedihnya, perasaan tak terimanya, leader groupnya ini selalu diajarkan untuk bertanggung jawab atas segala hal, yang membuat kepribadian lelaki kesayangan Jaehyun itu jadi terbentuk menjadi terlalu keras pada dirinya sendiri. Dan Jaehyun benci itu. Jaehyun benci pada mereka yang memperlakukan Taeyong seperti budak. 

Jaehyun menghirup dalam napasnya terlebih dulu sebelum mengetuk pintu di hadapannya.

“Hyung?” Jaehyun mengintip dari celah pintu. 

Dan hyung cantiknya ada di sana. Di bawah selimut tebal kesayangannya dengan mata yang masih enggan untuk membuka. Jaehyun tersenyum kecil saat mendapat respon dehaman kecil dari sosok yang masih terlalu mengantuk di atas ranjang itu, mendekat dengan perlahan lalu mendudukkan tubuhnya di tepi ranjang.

Taeyong menyamankan posisinya, tambah merapatkan nyaman pipinya pada tangan Jaehyun yang sedang membelai lembut wajahnya. Jaehyun yang kini sudah terduduk di tepi ranjang pun tersenyum kian lebar melihat bagaimana Taeyong hyungnya yang terlihat sudah akan kembali terlelap dengan sebelah tangan Jaehyun yang terapit di antara bantal dan kepala hyung cantiknya itu, seperti dijadikan bantal tambahan.

Seketika perasaan bersalah menghinggapi Jaehyun karena merasa telah mengganggu tidurnya. Jaehyun tentu sadar ini mungkin adalah istirahat terlama yang Taeyong dapatkan setelah dua bulan memasuki tahun 2023. Tak setiap hari ia bisa melihat Taeyong menghabiskan waktu di atas tempat tidur dari hari masih terang sampai masuk tengah malam seperti ini. 

Jaehyun akan melakukan apapun untuk membuat Taeyong hyungnya merasa nyaman. Jadi tentu Jaehyun tak akan berpindah atau bahkan menggerakan tangannya yang kini sedang dijadikan bantal oleh sosok cantik yang sudah kembali tertidur ini.

“Hyung, I love you.” Jaehyun berbisik pelan, masih tak ingin mengganggu tidur Taeyong. 

Tangan kirinya yang bebas ia gerakan mengelus sayang rambut Taeyong. Menyingkirkan poni dari dahi cantiknya. Menyentuh kelopak matanya yang masih terpejam, pada bulu mata indahnya, turun pada hidung mancung itu, pada bibir cantiknya. Jaehyun terlalu suka pada semua yang ada dalam diri Taeyong. Semuanya terlalu cantik, terlalu sempurna.

“Malam ini malam ulang tahun aku. Kata orang, apapun yang kita minta di malam ulang tahun kita, asal itu tulus, pasti jadi kenyataan,” Jaehyun menjeda sebentar. Ia tatap dengan kagum hyungnya yang terlihat sudah kembali terlelap ke alam mimpi.

“Jadi aku sekarang mau minta ke Tuhan buat bikin kamu sehat terus, biar bisa ada terus sama aku, di sisi aku terus buat waktu yang lama.” ucap lagi Jaehyun terlampau pelan.

Menyukai dan menyayangi Taeyong sedalam ini tidak pernah ada dalam otak Jaehyun sebelumnya. Sejak awal pertemuan mereka di ruang latihan, Jaehyun memang sudah tau bahwa ia akan menghabiskan lama waktunya dengan Taeyong. Tapi tidak dalam keadaan seperti ini. Tidak pernah terlintas di benak Jaehyun dirinya bisa jatuh pada sosok Taeyong hyungnya sedalam ini.

Dan Jaehyun tidak menyesal. Ia tidak menyesal mengungkapkan perasaannya empat tahun lalu dan menuntunnya pada kenyataan yang ternyata, Taeyong pun menyukainya.

Rasa hormat sekedar antara dongsaeng pada hyungnya yang awal Jaehyun rasakan pada taeyong berubah menjadi rasa sayang yang tak pernah Jaehyun kira bisa ia miliki pada sosok hyungnya ini. Rasa hormat Jaehyun masih ada di sana, tentu saja, tapi sekarang dicampuri oleh perasaan-perasaan lainnya yang seringkali membuat Jaehyun tersenyum sendiri. Rasa sayang, rasa ingin melindungi, rasa peduli.

“Hyung, aku tuh, sayang banget ke kamu. Aku selalu coba buat ngejaga kamu sebisaku, tapi itu semua ga akan ada artinya kalau kamu ga sayang ke diri sendiri,” Jaehyun usap kembali pipi Taeyong penuh sayang dengan sebelah tangannya yang bebas.

Mengagumi Taeyong mungkin kini adalah salah satu dari hobi Jaehyun. Tentang bagaimana cara lelaki itu bersikap, bertutur kata, tersenyum, tertidur, Jaehyun benar-benar dibuat kagum oleh segala hal yang ada pada diri Taeyong.

“Cantik.”

Sudah tak terhitung berapa ribu kali Jaehyun memuji Taeyong dengan kata ‘cantik’. Bahkan di depan kamera pun, beberapa kali ia sempat kelepasan menggumam cantik yang ditujukan pada hyungnya itu. Cantik. Canti. Cantik. Jaehyun mungkin tak akan pernah lelah memuji betapa cantik Taeyong hyungnya ini sampai kapanpun.

“Aku ga akan pernah capek buat ingetin kamu makan, buat paksa kamu berhenti kalau kamu udah terlalu maksain diri, aku ga akan pernah capek hyung. Tapi aku juga mau liat kamu bisa sayang ke diri sendiri,”

Taeyong, adalah manusia sempurna yang hanya memiliki satu kekurangan di mata Jaehyun. Laki-laki kesayangannya itu terlalu selfless, terlalu membebankan semuanya pada diri sendiri. Pernah suatu waktu Jaehyun marah besar melihat Taeyong yang terus memaksakan dirinya latihan untuk koreo terbaru mereka dengan kondisi punggung yang mulai terasa nyeri. Tentu Taeyong tidak memberitahu siapapun termasuk Jaehyun tentang punggungnya yang mulai terasa lagi waktu itu. Tapi Jaehyun selalu memperhatikan Taeyong. Jaehyun tau setiap ekspresi di wajah hyung kesayangannya itu. Saat sedang sedih, senang, sampai menahan sakit, Jaehyun tau semuanya.

“Kamu selalu bilang itu tanggung jawab kamu. Semua tentang group, tentang anak-anak, bahkan tentang hal yang sebenarnya bukan kewajiban kamu buat ngurusin pun, kamu selalu bilang itu udah tugas kamu,”

“Aku sedih banget setiap liat kamu kaya gitu, hyung.” 

Jaehyun membungkukan tubuhnya, mengecup sayang dahi Taeyong. Jika Jaehyun bisa, Jaehyun ingin sekali membuat Taeyong untuk menjadi sosok yang lebih egois. Sudah berpuluh-puluh kali Jaehyun mengatakan pada Taeyong bahwa menjadi egois untuk diri sendiri tak selalu adalah hal yang buruk. Put yourself first, Hyung. Dan Taeyong akan selalu menjawabnya dengan kecupan singkat di bibir Jaehyun. Tentu Jaehyun tau, Taeyong melakukan itu untuk membungkamnya. Dan jika sudah seperti itu, untuk kesekian kalinya juga, Jaehyun sudah tak akan bisa menjawab apapun.

“Hmmm Je? Kamu nangis?” Taeyong mengucak matanya beberapa kali sebelum langsung mendudukkan tubuhnya menghadap Jaehyun. Terkejut bukan main melihat Jaehyun yang kini sedang menatap ke arahnya dengan mata memerah menahan tangis.

“Je, are you okay?” gantian, kini Taeyong yang mengusap pipi Jaehyun, “kamu ada yang mau diceritain ke aku? Maaf aku tadi malah ketiduran lagi, harusnya kamu bangun…”

“Hyung I love you.”

Mata Taeyong mengerjap beberapa kali sebelum menghamburkan tubuhnya pada yang lebih muda, “aku tau Jeeeeee.”

Jaehyun membalas pelukan Taeyong dengan senyuman kecil, ia tempatkan masing-masing tangannya di pinggang yang lebih tua.

“Kenapa nangis mbul? Masa mau ulang tahun malah nangis?” tanya Taeyong dengan jenaka. Wajah cantiknya mendongkak menatap Jaehyun.

Jaehyun diam beberapa detik sebelum menjawab, matanya sibuk menatap balik wajah hyung kesayangnnya ini. 

Cantik sekali.

“Hyung aku sayang banget ke kamu.” ulang Jaehyun lagi.

Taeyong terkekeh pelan sebelum kembali menarik wajahnya dan menempatkan kepalanya di dada jaehyun, “iya Je aku juga sayang bangeetttt ke kamu,”

“Terus kenapa ini kamu malah sedih? Orang tuh kalau mau ulang tahun harusnya seneng, bukan malah kaya kamu gini!” sambung Taeyong lagi dengan nada kesal tak percaya yang dibuat-buat, yang langsung dapat respon kekehan kecil dari Jaehyun.

“Aku ga sedih hyung, aku cuma tiba-tiba kebawa emosional aja ngeliat kamu tadi,” Jaehyun lalu gerakan bibirnya pada dahi taeyong, kedua tangannya masih memeluk sayang tubuh Taeyong, “Hyung sayangku, ga ada hadiah yang lebih berarti dan aku butuhin selain kamu mau janji ke aku buat sehat terus,”

Jaehyun gerakan berulang tangannya mengelus rambut Taeyong penuh sayang, “jadi janji sama aku ya? Kamu harus sehat terus, biar bisa sama aku terus.”

Sempat ada jeda sebelum Taeyong akhirnya mengangguk.

"Tapi ini kado dari aku mau dikemanain dong? Tetep mau kamu terima kan tapi Je?"

Jaehyun tersenyum gemas, mencuri kecupan singkat di pucuk hidung Taeyong lalu mengagguk, membuat senyum indah taeyong tercetak jelas di wajahnya. Taeyong lalu bangkit dari pelukan Jaehyun mendengar suara ponselnya berbunyi. Ia matikan entah apa yang ada di sana, membuka dan mengambil sesuatu di laci nakas sebelah ranjang tempat mereka kini terduduk sebelum kembali memfokuskan dirinya pada yang lebih muda.

Happy birthday, sayang.” Taeyong kecup bibir Jaehyun, sebelah tangannya memberikan paper bag berwarna pink khas hari Valentine pada Jaehyun.

Jaehyun melirik sekilas jam di dinding atas. Jam 12 tepat, ternyata.

I love you.” ucap Jaehyun, lagi, entah untuk keberapa kalinya di hari itu, sebelum merebahkan Taeyong dengan hati-hati di bawah kukungannya dan kembali menyatukan bibirnya dengan milik Taeyong hyungnya.

 

End.