Actions

Work Header

Rating:
Archive Warning:
Category:
Fandom:
Relationship:
Characters:
Additional Tags:
Language:
Bahasa Indonesia
Stats:
Published:
2023-03-27
Words:
285
Chapters:
1/1
Kudos:
2
Hits:
78

a kind lie

Summary:

Jimin bukannya tidak punya alasan berbohong pada Min Yoongi, sih.

Work Text:

PARK JIMIN BERBOHONG .

Min Yoongi sudah sadar sejak pertama kali ia menyadari gemetar dalam suaranya ketika mencoba meraih ponsel. Ada kelap-kelip tanda notifikasi datang pagi itu saat Yoongi mencoba mengawasi media sosial yang selama beberapa waktu tak dipegangnya, dan Yoongi gagal melihat komentar terbaru tentang albumnya hari itu.

Ia menghela napas.

Jimin bilang padanya tentang semua orang yang menyukai lagu-lagu yang telah dirilis, dan berkata ia tidak butuh membaca komentarnya. Walau memang kritikus musik berikan nilai tinggi untuk albumnya, Yoongi dengar dari Namjoon yang tidak absen memberi kabar terbaru, harusnya melihat komentar real-time tidak jadi masalah.

"Siapa saja yang membenci albumku sampai aku tidak boleh melihat media sosialku sendiri, Jimin?" Yoongi bertanya langsung—nadanya lugas dan tidak dibuat-buat, bukan pertanyaan yang mengintimidasi. Si lelaki juga menyadari gerak-gerik gelisah Jimin yang tidak ditutupi dengan baik, dan dengan demikian pula, Yoongi mampu menarik kesimpulan. "Biar aku tebak," timpalnya, "banyak."

"Kak…"

"Kamu bohong."

Jimin mengulum bibirnya sendiri, sebelum ia menjawab keki, "Aku tidak sepenuhnya berbohong, tuh? Memang bagus, kan? Mengecek media sosial hanya akan membuatmu lelah."

"Sampai harus menyita ponselku segala?"

"Ya?" Matanya yang bulat membelalak kecil. "Aku—baiklah."

Yoongi tidak tersenyum walau ponselnya sudah jatuh dalam genggaman. Ia hanya menghela napas dengan dahi berlipat akibat dikerutkan dalam-dalam. Lantas, ia berucap pelan, katanya, "Jangan begini. Aku sudah tahu ada yang suka atau tidak suka, tidak usah berbohong begitu sampai harus menyita ponselku segala. Aku tidak menyukainya karena itu terasa tidak menyenangkan, Jimin."

"Tapi, Kak—"

"Lebih baik kamu ikut aku, ada proyek yang harus kita berdua selesaikan."

Jimin pasrah, sebab ada rasa bersalah yang bercokol di sana. Jadi, ia mengikuti jejak Yoongi di depan pintu studionya, dan tidak tahu akan disuruh mengerjakannya bersama di atas pangkuan yang lebih tua.