Actions

Work Header

Rating:
Archive Warning:
Categories:
Fandom:
Relationship:
Characters:
Additional Tags:
Language:
Bahasa Indonesia
Stats:
Published:
2023-03-28
Words:
359
Chapters:
1/1
Comments:
7
Kudos:
17
Hits:
461

Slipped Away

Summary:

Pablo adalah puisi dan Pedro yang menulisnya.

Work Text:

Pablo adalah puisi dan Pedro yang menulisnya. Ribuan halaman selama bertahun-tahun, hanya untuk dibaca mereka berdua saja.

“Pedro can you close the window?”

Bau laut masuk ke kamar Pablo dan Pedro, terbawa angin melewati jendela yang sengaja tidak ditutup. Pablo mengubur wajahnya di ceruk leher Pedro, menghirup aroma parfum laki-laki tersebut sebelum membiarkan Pedro beringsut untuk menutup jendela.

“4 a.m already” Pedro melihat sekilas ke arah handphonenya, 25 panggilan tak terjawab 15 pesan masuk. Dunia rasanya selalu memuakkan bahkan disela-sela jadwal pemulihannya dari cidera. Yang tidak pernah terasa cukup untuk dia raup hanyalah cinta dari Pablo.

Pedro menyukai setiap jengkal dari Pablo, dan tawa milik Pablo. Tawa milik pablo yang ingin dia simpan dalam botol sehingga dia bisa dengarkan lagi setiap dia merindukan laki-laki tersebut.

“I wanna be like this forever Pep”

“Mhmm me too”

Pablo terkikik geli saat jangut Pedro mengenai lehernya.

“Stop pedro thats sharp as hell ahahaha”

“I thought you like it”

“Nope ahahaha”

Pedro tidak mau banyak hal di dunia ini, tapi dia mau Pablo. Pablo yang utuh untuk dirinya sendiri tidak dibagi dengan dunia dan siapapun. Tapi memang boleh ya begitu? Tanyanya seringkali pada diri sendiri.
One thing was enough, he guess. Bahwa Pablo selalu mencintainya bahkan ketika Pablo tidak ingin, bahkan kalau hal tersebut tidak diperbolehkan, bahkan kalau hal tersebut harus mereka sembunyikan rapat-rapat.

“Princess calling Gav, tidak mau diangkat?”

Pablo menggelengkan kepalanya, tapi Pedro yang takut mereka dipenggal.

“She’s misses you idiot”

“But i miss you more Pep”

Pablo akhirnya mengalah dan mengangkat telepon dari Leonor, kekasihnya. Sungguhan, yang tidak di sembunyikan.

“I can drive you home Gav”

“Are you sure?”

“Of course”

Pablo dan Pedro selalu menjadi sesuatu yang berlalu cepat, marah dan tersembunyi kemudian hancur seperti ditabrak mobil berkecepatan tinggi hanya untuk dibangun utuh kembali. Siklus yang berjalan selama bertahun-tahun, bersama dengan ciuman-ciuman singkat di ruang ganti, bersama dengan bau parfum yang tertinggal di ranjang satu sama lain. Pedro tanpa sadar hidup di dalamnya dan bisa mati kapan saja jika tidak begitu.

“Get in the car Gav”

Satu kecupan singkat di bibir Pedro sebelum Pablo berlalu pergi dari mobilnya. Meninggalkan Pedro untuk kembali kehilangan Pablo yang memang bukan miliknya.