Actions

Work Header

Rating:
Archive Warning:
Category:
Fandom:
Relationship:
Characters:
Additional Tags:
Language:
Bahasa Indonesia
Stats:
Published:
2023-04-15
Words:
602
Chapters:
1/1
Kudos:
1
Hits:
116

Your Illusion

Summary:

No summary, guys

Notes:

Tried your best to enjoy the story if you hate angst.

(See the end of the work for more notes.)

Work Text:

Seperti malam biasa, cukup menenangkan untuk meminum teh dan membaca buku novel kesukaan ku. Hanya ada suara gemerisik pohon, burung hantu mengaung merdu, air keran menetes, dan lagu ‘wicked game' yang dikeluarkan dari radio kecil. Tidak ada yang spesial selain alur cerita yang sedang aku baca, tentang perempuan yang terjebak di masa lalu-nya karena kehilangan benda berharga. Saat aku sudah merasa lebih semangat beraktivitas, ku taruh kembali buku yang sebelumnya aku baca ke rak dan mulai menyenandungkan lagu yang ada di radio.

“the world was on fire and no-one could save me but you. “

Sebelum ku lanjut bersenandung, terdengar bunyi bel berdering dari pintu utama - pintu ruang tamu - ku, yang ternyata sudah mengeluarkan deringannya berulang kali. Ku rapihkan kembali pakaian yang sedang ku kenakan dan bergegas berjalan ke ruang tamu. Saat aku membuka pintu, ada lelaki gagah tinggi yang sedang membawa sebuket mawar putih dengan wangi semerbak bagai taman bunga, tersenyum tulus saat bertatapan langsung dengan mata ku. Segera di rengkuhnya tubuhku ke dalam tubuhnya yang hangat, memberikan kecupan di pucuk kepalaku.

“Hello, Mon Amour. Ready for our date? “

ucapnya, melepaskan pelukan sehingga meninggalkan sisa kehangatan di sekitar kita.

“Tentu saja. Aku sudah menyiapkan semua, termasuk tolak angin supaya kamu bisa menolak angin. “

“Sudah cukup dengan jokes garing mu itu. Ayo berangkat.“

Jawabnya dengan ekspresi gemas, seraya menyubit pipiku, membuat aku mengerang sakit.

---

Saat kita berjalan bersama menyusuri trotoar yang sepi dan sejuk, ku lontarkan *jokes* garing ku dan juga tawanya yang renyah, membuat suasana menjadi lebih hangat. Ku tatap dia begitu dalam ketika ia bercerita tentang kesehariannya, menelusuri seluruh detail wajahnya dengan mataku seperti mencoba mencari letak ketidaksempurnaan yang ada di dirinya, namun tidak kudapatkan sama sekali. Tidak begitu lama sebelum dia menyadari tatapan ku, di genggamnya tangan dingin ku.

Dunia ini terasa seperti hanya milik ku dan dia sesaat, disaat kita saling mendekatkan wajah, memutar kembali adegan yang berada dalam film romansa. Dia lingkaran tangan kekarnya ke pinggang ku, membuat jarak yang sebelumnya ada di antara kita semakin berkurang saat ku tutup mataku. Semua terasa indah, sampai dimana dia berbisik.

"Relakan aku. I know you love me, but you need to let me go. “

Sontak aku kembali membuka mataku, tidak merasakan kehadiran sosok kekasih ku dimanapun.

“HEI! DIMANA KAMU? JANGAN BERCANDA! “

 

teriak ku dengan panik, memanggil orang yang selama ini aku cintai.

Beberapa menit setelah ku terus berteriak, terdapat dua polisi patroli yang lari ke arahku dan segera memborgol tangan ku. Ku berusaha memberontak tetapi hal itu mustahil untuk membuatku terlepas dari mereka.

“Anda telah dilaporkan oleh para penghuni di tempat karena sudah membuat kegaduhan dan bertingkah mencurigakan, nyonya. “ Jelas salah satu polisi.

“Aku sedang bersama kekasih ku! Kalian salah tangkap! “

“Laporan dari beberapa pihak telah mengungkapkan bahwa anda hanya berbicara sendiri, Nyonya. Tanpa adanya orang lain yang menemani anda. “

Hatiku berasa jatuh begitu saja, seperti waktu telah berhenti di satu tempat. Tiba-tiba ku teringat satu kejadian, yang telah lama hilang - atau mungkin ku lupakan - berputar dengan cepat di kepalaku.

---

Flashback (4 years ago)

“I’m not ready yet, babe. “ Ucapku, memanyunkan bibir saat ia menarik tangan ku.

“You're taking too much time, Mon Amour. Tidak ada waktu lagi untuk menunggu” ucapnya, masih mempercepat langkah kaki di trotoar seperti sedang diburu waktu.

Aku hanya bisa menghela nafas. Saat kita ingin menyeberang, ku buka tasku dan seketika fokus merogok dalamnya, mencari lipstik. Tanpa aku sadari ada mobil yang melaju tidak terkendali dari arah lain jalan..

Tidak sampai 10 detik kemudian, semuanya terasa begitu cepat..

Teriakan kekasihku yang memanggil namaku..

Klakson dari mobil..

Tangan yang mendorong tubuhku..

Suara benturan yang sangat keras..

Darah tersebar ke penjuru trotoar..

Semuanya berakhir begitu saja.

The end~

Notes:

I'm sorry if the ending a bit rushed. The earth got burned down because of the sun and that's why i have no time to think about good ending. Thanks for reading tho <3