Chapter Text
Di suatu pagi, Kou Empire
"Hime-gimi,bangun!"
"Uh...10 menit lagi,Ka Koubun..."
"Ayo bangunlah putri,ada banyak kegiatan yang harus anda lakukan"
Mengusap mata,perlahan aku bangun dari kasur-tidak,lebih tepatnya lantai....dan bagaiman bisa aku tidur di lantai? Kalau orang lain tahu,hancurlah namaku.
Menguap lalu membuka mata dengan malas.
"Tidakkah masih terlalu pa-"
"Sebagai putri yang terhormat,penting bagi anda untuk bangun pagi. Ayolah hime,bathub anda sudah siap" ujarnya sambil menarik tanganku untuk bangun. Aku menurut,tapi dalam hati aku terpaku pada Ka Koubun yang terlihat.....muda dan tinggi sekali?
"Ka Koubun.."
Ia menoleh,menatap ke arahku(sangat-sangat kebawah)" ya,hime?"
"Apa kau bertambah tinggi?"
"Eh benarkah?hm...mungkin. Tapi sekarang anda harus mandi, para maid sudah menunggu"
Tunggu,ada yang aneh.
Dan saat itulah aku menoleh kearah cermin sesaat sebelum kami keluar dari kamarku.
SHOCK
'EEEEEEEEEEEEEEHHHHHHHHH!??!?!?!?'
setelah mandi,aku menjalani hal rutin yang biasa kukerjakan dengan Ka Koubun, dan itu hal rutin yang seharusnya sudah kulali 10 tahun yang lalu. Membaca,menulis kaligrafi,menghafal sudut kerajaan,silsilah keluarga Kou,uh....dan aku berhasil kabur dari itu semua untuk saat ini.
'TI-TIDAK MUNGKIN!AKU KEMBALI KE UMUR 10 TAHUN!!ADA APA GERANGAN,KING SOLOMON!?!?'
Tanpa ia sadari, ia telah berjalan sampai ruangan perpustakaan,tempat biasa Kouen bekerja.
'tapi jika aku kembali ke umur 10 tahun,saat ini En-nii masih jadi prajurit,bukan seorang jenderal. Apa ia akan ke perpustakaan?'
Karena penasaran,akhirnya ia masuk ke dalam. Dan terkejut ternyata kakaknya,En-nii ada disana. Sedang membaca gulungan. Mata merah tajamnya menoleh kearah Kougyoku, tapi tidak berkata apapun.
"Um....maaf mengganggu acara membaca anda,En-nii sama" ujarku dengan hormat. Ia kembali pada bacaanya. Ada sedikit rasa canggung bagiku untuk bicara tapi entah kenapa,melihat Kouen membuatnya merasa aman.
Aku melihat-lihat perpustakaan,sejujurnya,sekian lama tinggal di kerajaan,aku tak pernah ke perpustakaan kecuali kalau disuruh Ka Koubun,dan aku tidak tahu apa yang harus kulakukan. Tapi daripada tidak melakukan apa-apa aku mengambil asal gulungan dari rak yang bisa kugapai dan membacanya sambil duduk bersandar di meja sebelah meja belajar Kakaknya.
Kouen berhenti membaca dan memperhatikan adiknya itu,angin darimana anak pemurung/tak bisa apa-apa kalo nggak ada pelayanya ini datang ke perpustakaan sendirian dan membaca? Lagipula semua tulisan yang ada di rak yang dipilihnya tadi itu berisi Kanji dan kata-kata yang sangat sulit,sejarah pula. Tetapi begitu diperhatikan,Kougyoku sama sekali tak kesulitan membacanya/pura-pura?
"Kamu bisa Kanji?"
Kougyoku sontak menoleh pada Kouen,
"Iya" Jawabnya tanpa ragu dan Kouen semakin heran,sejak kapan adiknya berubah? Sebelumnya ia hanya seperti boneka berjalan tapi sekarang sinar matanya.....ya,sinar matanya tampak berbeda.
"Sejak kapan kamu bisa Kanji?"
Saat itulah Kougyoku sadar,bahwa dirinya yang dulu tidak pernah ke perpustakaan dan belum menguasai Kanji di usia 10 tahun tidak mungkin bisa membaca gulungan yang saat ini ia baca.
'euhh..ayo berpikirlah, cepat!cari alasan..'
"Masih baru-baru ini kok En-nii. Meskipun ada beberapa yang masih belum bisa,tapi Aku mepelajari semuanya sendirian setelah belajar dengan Ka Koubun" ujarnya lancar,oke tadi itu cukup masuk akal,good Kougyoku,Good.
Kouen menaikkan sebelah alis,tapi kemudian kembali pada bacaanya.
"Duduklah,sini"perintah Kouen menepuk kursi di sebelahnya tanpa menoleh pada Kougyoku.
"Eh?"
"Di bawah situ cahanyanya kurang terang,nanti matamu sakit"
"Tapi nanti aku mengganggu..."
"Justru nanti kalau kau kesusahan,aku bisa membantumu,duduk"
"baik" akhirnya Kougyoku menurut.
Mereka pun saling diam,terpaku pada bacaan masing-masing.
Gulungan yang Kougyoku ambil,adalah tentang sejarah berdirinya kerajaan Kou yang pertama kali, dan menurutnya itu agak tidak menarik.
Sedangkan yang Kouen baca adalah gulungan berisi huruf Alma Toran,jadi Kougyoku tidak tahu apa isi dari yang sedang Kouen baca saat ini.
"Ada apa?"
"Ah nggak kok. Erm...yang sedang En-nii sama baca itu apa?"
"Sejarah,tapi kamu nggak akan mengerti"
"Kenapa hurufnya sangat berbeda dengan huruf kanji? Apa itu bahasa kuno?"
"Begitulah"
"Um..Maukah En-nii membacakanya untukku?"
Kouen terkejut,tidak menyangka akan dimintai membacakan sejarah Alma Toran. Sebagai penggila sejarah ia mau2 aja pada orang yang tertarik,tapi...
"Lebih baik tidak. Ini masih terlalu berat untukmu,Kougyoku"
Pipi Kougyoku menggembung,ditatapnya Kouen dengan kesal dan gaya khas ngambek anak kecil.
Kouen hampir tertawa,tapi ia masih bisa menahan wajah datarnya.
"Lain kali saja,Kougyoku" ujar Kouen mengusap pucuk kepalanya dengan lembut.
Kougyoku diam memegangi pucuk kepala bekas elusan kakanya itu. Seumur hidup,baru kali itu Kouen memperlakukanya benar-benar seperti adik,bukan karena ia pemegang Metal Vessel sama sepertinya.
Setelah perang berakhir,Kougyoku memang ingin menemuinya,tapi Kougyoku malu karena ia merasa tak pantas disebut bagian dari Kou lagi setelah Sinbad membuatnya menghianati keluarganya sendiri.
Meskipun Koumei bahkan Kouha bilang ia memaafkan Kougyoku,tapi tetap saja ia malu besar.
Perlakuan kecil Kouen membuatnya sangat bahagia.
..
TBC
