Actions

Work Header

princess asteria

Summary:

"chan, kamu nanyain pertanyaan itu lebih banyak daripada kamu muji aku cantik hari ini,” minho merengut. “sadar, nggak?”

Notes:

this is a self indulgent spontaneous trash drabble (?) I WATCHED skip and loafer 8th episode and can't help to think about lovely, auntie trans minho (ily nao-chan!!!!). jadi ya tentu saja ini masih sangat skip and and loafer but hopefully i'll write more! he <3

(See the end of the work for more notes.)

Work Text:

you sure they’ll be okay? udah kamu kasih wejangan macem-macem kan, mereka? kamu udah bilang kalau mau nginep juga kan?” meraih tangan wanita yang baru tiba di halte bis tempat bang chan menunggu, pria itu bertanya.

minho menghela napas. “kamu nanyain pertanyaan itu lebih banyak daripada kamu muji aku cantik hari ini,” dia merengut. “sadar, nggak?”

chan menelan ludah. dia baru sadar dia sudah menanyakan itu sejak semalam saat minho bilang teman-teman dori akan menginap di rumahnya, sementara mereka berdua kencan dan menginap di pinggir kota. “maaf, aku cuma khawatir,” katanya melakukan pembelaan. tangannya yang masih bebas kemudian diulurkan untuk merapikan anak rambut minho yang sedikit mencuat karena angin barusan. “kamu cantik terus.”

minho tersenyum kecil karena dia terlalu tidak bisa menyembunyikan perasaan malu-malunya, padahal masih ingin pura-pura kesal dengan kelalaian chan yang menggemaskan. 

minho kemudian menarik tangan sang kekasih dan menggoyangkannya sambil berjalan di trotoar. bersenandung kecil, dia sangat menantikan agenda kencan hari ini yang akhirnya bisa telaksana di tengah kesibukan dua manusia pencari uang. 

“hari ini soonie mau mampir dan tidur di tempatku, kok. jadi dori nggak bener-bener sendirian. ya nggak sendirian, sih. kan ada temennya. tapi ngerti lah, ya.” minho mulai menjelaskan, “dia juga udah aku kasih tau soal apa yang harus dilakukan lewat jam enam, terus aku juga save nomor temen-temen dia– ah! kamu tau, nggak, temen-temen dori manis manis banget! aku sempet nguping waktu dori ngomongin aku. hahaha!”

bang chan yang sudah menyamakan langkah dan kini berjalan mengiringi minho, menoleh dan memandang wanita itu dengan raut seperti tadi, khawatir. campur aduk sih, karena saat dengar minho tertawa dia ingin menangis saja saking renyah suara tawanya. 

“apa?” tanya minho.

“mereka tahu kalau kamu–”

“tahu!” minho berseru. “aku udah kasih tahu dori juga untuk langsung kasih tau mereka kalau aku ini jenis kelamin biologisnya cowok. aku selalu gitu, kan?” 

chan mengangguk. "dan aku bangga," ungkapnya. “emang dori manggil kamu apa sih?” tanya chan. 

“kakak.”

“bukannya tante?” yang ini bang chan tidak serius. minho tidak suka dipanggil tante karena bang chan juga agak tersulut emosinya saat dipanggol om. mereka harus sepadan.

“enak aja!” kata minho protes betulan. sok muda adalah prinsip hidup. 

mereka berdua terkekeh kemudian. 

dori yang sedari tadi disebut adalah salah satu dari tiga keponakan minho yang sebenarnya tinggal di pedesaan. setelah lulus smp, dori memutuskan untuk keluar dari kampung halamannya di gimpo dan bersekolah di seoul. 

“kan ada kak minho? nggak papa?” kata dori waktu itu untuk meyankinkan orang tuanya agar boleh bersekolah di luar kota. minho saat itu langsung setuju, karena toh walau tempat tinggalnya tidak terlalu besar dia selalu merasa sedikit kesepian. bisa, sih, kadang main atau kencan dengan bang chan. akan tetapi, mereka berdua adalah manusia sibuk jadi bertemu pun tidak bisa seterusnya. 

lagipula, ada dori di rumah juga sama sekali tidak menyusahkan. anak sma it baik hati, ceria, dan juga sayang dengan minho. minho ingat saat pertama kali mereka berangkat ke sekolahnya, dori menatap minho dengan tatapan kagum yang tidak dapat dilepaskan. waktu dengar orang-orang berbisik di busway karena mempertanyakan soal minho itu wanita ata u pria, dori menggenggam tangan minho sambil menguarkan aura takut, hingga minho harus berbisik di telinganya, “enggak perlu mikirin kata orang, kita selalu punya pilihan kita sendiri.”

minho agak risau sedikit karena dori sepertinya punya cowok yang dia taksir, tapi tiap kali bang chan, pacarnya, tertawa atas cerita yang minho sampaikan soal crush dori ini, minho selalu agak lega. 

“tapi dori kelihatan bangga sama kamu. kayak, keliatan bangga.” bang chan berkata. minho bingung, ini dia mau bilang apa. 

“aku jadi merasa kayak damn, aku emang beruntung banget bisa jadi pacar tantenya dori.”

garpu cake di tangan kiri minho terangkat; dan dengan wajah datar yang psikopat, perempuan itu mengancam bang chan karena telah menyebutnya tante. ini bercanda. 

she’s lovely, just like her auntie.” bang chan memberanikan diri untuk bersuara lagi karena strawberry shortcake sudah meluncur masuk ke mulut. biasanya kalau sudah begitu, jadi makin jinak. 

“terserah.” yah, setidaknya garpunya tidak melayang lagi. ditambah sekumpulan kupu-kupu yang ikut masuk ke dalam perut.

Notes:

FOR THOSE who've waited for this maap jadinya pendek and probably far from your expectation but thank you for reading! ily be happy <3

talk wimme at twitter or cc