Chapter Text
Sejak Blade memasuki ruangan luas dan remang-remang ini, suasananya mulai terasa berat dan sedikit gelap, beberapa aura permusuhan keluar dari pria berambut gelap itu.
Di atas sana, di sebuah podium berdiri dengan tenang sang Jendral besar Xianzhou, tatapannya terlihat serius tapi hanya satu orang yg menyadari bahwa tatapan pria berambut perak itu penuh kerinduan dan kasih sayang, bukan permusuhan.
Tatapan yang membuat Blade meringis dalam hati karena tatapan itu asing baginya.
"Awasi sekitar, saya ingin bicara dengan anggota Stellaron Hunter ini."
Mata emas cair sang Jenderal menatap pemuda kecil di belakangnya, itu sedikit menarik perhatian Blade karena bau bocah itu terasa familiar.
"Baik, dimengerti Jenderal." bocah itu melompat dari posisi duduknya dan dengan langkah yang mantap ia berjalan pergi untuk memerintahkan beberapa Kesatria awan untuk mengosongkan ruangan.
Setelahnya hanya keheningan yang bisa di dengar Blade sampai Jing Yuan angkat bicara, "Ren."
Nama yang familiar, Blade menoleh menatap Jing Yuan, otaknya masih penasaran tentang bocah kecil yang memiliki warna mata sama dengan orang di depannya.
"Apa?"
Itu tanggapan dan pertanyaan aneh darinya, niat sebelumnya untuk langsung kabur begitu dia masuk ke tempat ini pun sirna, di gantikan rasa ingin tau dan perasaan sesak di dadanya membuatnya diam, seperti halnya Omega kecil yang baik.
"Ada apa? anda terlihat melamun? Saya berpikir untuk membiarkan anda kabur begitu di tempat ini hanya kita berdua." Langkah kaki Jing Yuan yang menuruni tangga itu bergema di sekitar ruangan.
Blade yang tersadar pun dengan santai menghancurkan borgol di tangannya, mata merahnya menatap Jing Yuan.
"Tidak ada. Jadi kamu menangkap saya hanya untuk di lepaskan begitu saja?"
Jing Yuan memberinya senyum, "Apa kamu penasaran tentang Yanqing?" tangan pria itu ter ulur dan memegang pergelangan tangan Blade.
Blade di satu sisi ingin menepisnya, tapi di pikirannya yang terdalam ia tidak keberatan jika Jing Yuan memegangnya, dan entah kenapa perasaan ini semakin familiar.
"Kenapa aku penasaran dengan bocah itu? lebih baik kamu melepaskanku sekarang." mulutnya begitu, tapi kakinya melangkah mengikuti kemana Jing Yuan menariknya.
"Bagaiman jika kita sedikit mengenang sesuatu sebelum saya melepaskanmu?" jawaban Jing Yuan ambigu disertai pertanyaan, tapi kakinya terus melangkah meninggalkan ruang interogasi yang gelap dan dingin sembari membawa seseorang yang selalu dia tunggu.
"Untuk kali ini aku akan mendengarkan."
Dan mereka pergi begitu saja, mencoba kembali menggali apa yang terkubur ratusan tahun lalu melalui pertemuan kali ini.
