Work Text:
Langkahnya semakin lambat, semakin ragu saat Yingxing mulai melangkah masuk ke dalam inti penjara, pikirannya berkecamuk tentang banyaknya peristiwa di masa lalu yang mengingatkannya akan penyesalan terbesar dalam sepanjang hidupnya. Setiap detik berlalu dipenuhi banyak tekanan yang membuatnya merasakan kekhawatiran, dengan suara detak jantungnya yang memekakan telinga. Dia sedang bertanya-tanya soal ekspresi seperti apa yang harus ditunjukkannya nanti? Apa yang harus pertama kali dia ucapkan padanya?
Sang Jenderal Luofu kemudian sampai dan berhenti tepat di depan salah satu sel penjara, dia memejamkan kedua mata sejenak dan menarik nafas dalam setelah melihat tahanan di dalamnya sudah mengantisipasi kehadirannya, terbukti dari wajahnya yang semula datar kini perlahan menoreh senyuman tipis. Dia berusaha menjernihkan pikiran, meskipun meneguk ludah saja menjadi hal yang sedikit sulit untuk saat ini. Upaya demi memperoleh momen langka ini, dia sengaja mengutus Dan Feng untuk tidak ikut bersamanya menemui tersangka Stellaron Hunter yang telah tertangkap dan terkurung di hadapannya.
“Kamu sekarang jadi lebih lembut dari yang dulu ya, Yingxing. Lebih cantik juga.”
Yingxing mengumpat dalam hati, Jing Yuan mungkin sebenarnya tidak pernah sedikit pun berubah. Dia dulu adalah anak yang cerdas dan yang paling peka, cukup mudah untuk bisa membaca ekspresinya yang memperlihatkan emosi yang terpendam. Namun, sang jenderal tetap tidak ingin menunjukkan kelemahannya secara terekspos di hadapannya begitu saja.
“Apa alasanmu datang ke Luofu?”
“Kamu tahu apa yang kuinginkan lebih dari siapapun juga.”
Jawaban singkat yang diperolehnya terkesan dingin dari yang terdengar barusan, perubahan drastis itu mampu menggoyahkan hatinya. Tatapan iris emas yang mengarah padanya seakan sedang menghakimi segala tindakan kosongnya di masa lalu dan terutama karena berusaha melindungi kebenaran soal tindakan Yanqing. Jing Yuan pun mulai beranjak dari posisinya dan mendekatinya, dia bisa melihat wajahnya semakin jelas meskipun dihalangi oleh jeruji sel seiring kedua pasang mata mereka yang bertemu.
“Kamu pasti bukan datang kesini hanya untuk menanyakan hal itu, Jenderal.”
Yingxing tidak mengalihkan pandangannya dari Jing Yuan, tatapannya menyiratkan rasa rindu sekaligus kegetiran yang tidak pernah dia tunjukkan pada siapapun sebelumnya, selamanya hanya teruntuk orang yang telah mencuri dan membawa pergi hatinya dan segenap cintanya begitu jauh dan tak tergapai.
“Apa tidak ada cara lain untuk bisa membuatmu kembali padaku?”
Suaranya pecah, nafasnya tercekat beberapa saat ketika dia masih mencoba membendung air matanya. Pertanyaan bodoh, dia tahu benar itu dalam lubuk hatinya sendiri. Dia sudah lama kehilangan Jing Yuan, dia sudah terlalu lama berdiam diri membiarkan seluruh dunia memperlakukannya secara tidak adil, kemudian secara egois memintanya untuk melupakan semuanya dan menerimanya kembali.
Jing Yuan tidak terlihat akan segera menjawab pertanyaannya, dia hanya terdiam melihat Yingxing mulai mengeluarkan beberapa kunci untuk membuka pintu sel penjaranya berikut dengan borgol yang mengekang pergelangan tangannya. Yingxing secara tidak langsung menghendaki rencana Destiny's Slave dengan membantu membebaskannya, karena dia tidak punya alasan untuk mengurung Jing Yuan disini, dia tidak tega melakukannya setelah semua janji yang mereka sering ucapkan untuk tetap bersama di masa lalu.
“Kamu sekarang sudah bebas.”
“Kamu yakin ingin melakukan ini?”
“Lebih yakin dari sebelum-sebelumnya.”
Untuk ukuran jenderal yang dipercaya dan dikagumi oleh semua orang, Yingxing terlalu sembrono. Tentu hanya karena kali ini melibatkan Jing Yuan, perbuatannya juga sudah penuh banyak pertimbangan, dia tidak berniat menghalangi keinginan sosok itu meskipun bertentangan dengan keinginannya.
“Berjanji satu hal saja padaku, jangan buat masalah dengan para Cloud Knight. Mengerti?”
Yingxing tersenyum padanya, tulus tanpa ada kesan ingin meremehkan. Dia merelakan Jing Yuan, meskipun kesempatan sudah di depan mata. Jing Yuan mulai melangkah keluar dari sel penjara, perlahan mengikis jarak antara dirinya dengan Yingxing sembari membalas menyeringai tipis.
“Kamu tahu aku tidak akan berhutang untuk hal ini.”
Sebelum sempat menjawab, Jing Yuan sudah lebih dulu melangkah menjauh melewati Yingxing yang tak juga bergeming di tempatnya sebelum terdengar langkahnya terhenti beberapa meter darinya, masih dengan posisi memunggunginya.
“Sampai jumpa, Gege.”
Mendengar suara pelan itu, Yingxing segera membalikkan badannya, namun Jing Yuan sudah tidak terlihat di dalam pandangannya. Hanya hening yang menemaninya sekarang, air mata yang sejak tadi dibendungnya kini mengalir bebas.
Yingxing bahkan belum meminta maaf padanya.
ㅡ fin ㅡ
