Work Text:
Usianya telah menginjak angka 27 tahun ini, tapi berkencan atau sekedar mendapatkan pasangan cinta itu tak pernah dialami oleh Choi Beomgyu. Bukannya dia tidak populer, justru sebaliknya. Dengan perawakan yang tampan dan kepribadian yang menyenangkan, ia sudah sangat populer sejak kecil hingga diusianya ini. Hanya saja, ia benar-benar menghabiskan masa mudanya dengan menikmati hidup sepenuhnya. Bermain, belajar, mencoba berbagai hobi, atau apapun itu yang sayangnya benar-benar membuatnya lupa atau lebih tepatnya tidak peduli sama hubungan romansa. Lalu ketika ia dewasa, Beomgyu jatuh cinta pada pekerjaan nya dan mendedikasikan sebagian waktunya untuk bekerja.
Jadi, ketika dirinya tiba-tiba diajak makan siang oleh junior nya di kantor, hanya berdua, benar-benar hanya berdua disalah satu restoran steak terbaik di Seoul hal itu membuat Choi Beomgyu yang selama ini cuek-cuek saja dan sudah pasrah akan hubungan asmara, tiba-tiba mendapatkan suatu perasaan yang sulit dijelaskan didalam hatinya.
Juniornya itu, seorang pria yang beberapa tahun lebih muda darinya. Memiliki perawakan kecil meskipun hanya berbeda beberapa centimeter darinya. Beomgyu juga tidak bisa mengelak bahwa senyuman juniornya itu ternyata sangat manis, hampir semua orang dikantor membicarakan nya ketika ia baru diterima di perusahaan bahwa ada anak baru yang terlihat pendiam dan sulit didekati apalagi didukung oleh penampilannya yang tegas.
Tapi Beomgyu tetap menganggap wajah pria itu tak lebih dari seorang cool guy pada umumnya. Sehingga ketika pria yang sedang berdiri dihadapannya itu menarik kursi berwarna merah marun itu dan mempersilahkan Beomgyu duduk dengan sopan, membuat dirinya sadar bahwa pria ini lebih dari itu. Ia terlihat gagah dan aura gentleman yang dapat dilihat dari tindakannya pun mampu membuat pipi Beomgyu sedikit merona.
“Te... Terimakasih, Taehyun-ssi.”
Beomgyu berbicara dengan kikuk. Sedangkan pria bernama Taehyun itu menunjukkan senyumannya yang lembut dan anggukan pelan sebagai respon nya.
Sebenarnya alasan Beomgyu menjadi aware akan Kang Taehyun itu sebenarnya bukan hanya karena pria itu tiba-tiba mengajaknya makan berdua di hari Valentine ini. Tak sesederhana itu. Beomgyu mungkin pada dasarnya memang tipe yang batu—alias tidak pekaan. Tapi, kalau pria yang lebih muda darinya itu selalu menunjukkannya tiap saat, Beomgyu bagai menjadi batu yang terbelah karena tetesan air.
“Sambil menunggu makanan nya tiba, ada yang ingin saya bicarakan pada anda, Beomgyu-ssi.”
Taehyun yang meski berani mengajak seorang atasan untuk ‘kencan’, dia tahu betul posisinya untuk saat ini, sehingga ia harus menerapkan formalitasnya—meski agak dikurangi.
“Um, ada apa?”
Beomgyu kemudian mengigit bibir bawahnya, kedua tangannya juga mencengkram ujung jas kantornya itu.
“Saya menyukai anda.”
Benar, semua orang tahu Kang Taehyun, yang meski kadang berbicara seadanya saja dan tipe yang lebih sering diam, tapi dia adalah tipe yang akan menunjukkan perasaannya dengan jelas—entah itu rasa marah, sedih, kecewa apalagi perasaan cintanya.
Taehyun jelas tahu bahwa mereka bukan anak remaja lagi, jadi dia sedikit mengubah taktik, ia tak langsung menawarkan Beomgyu untuk dijadikan pacar. Dia ingin lebih dari itu, jadi dia berusaha menjadi sebaik mungkin dalam mendekati pria yang ia sukai selama 3 tahun belakangan ini.
Beomgyu diam tak menjawab, ia sudah tahu ini akan terjadi, tapi tetap saja hatinya tidak siap. Apalagi saat menyadari bahwa dia memiliki perasaan lebih pada Taehyun.
“Saya benar-benar minta maaf jika tidak sopan. Tapi saya benar-benar menyukai anda.”
Taehyun tidak membiarkan suasana menjadi canggung.
“Ehm, Taehyun-ssi. memangnya apa yang kau sukai dariku? Maksudku... tentu dibandingkan yang lain, saya memang lebih akrab denganmu. Tapi, saya tidak begitu tahu bagian apa dariku yang bisa membuatmu suka. ”
Beomgyu berani mengajukan pertanyaan. Dia tidak boleh terlihat lemah disini—padahal ia tahu Taehyun tak akan berpikir sebodoh itu tentang dirinya.
“Saya akan jujur… ceritanya mungkin agak sedkit panjang dan anda mungkin tidak ingat..."
Taehyun berhenti ditengah-tengah untuk menarik nafas panjang, membuat Beomgyu juga menjadi fokus pada apa yang akan ia dengarkan selanjutnya.
×××
Sore itu, hujan deras mengguyur permukaan Daegu. Taehyun yang kala itu masih duduk dibangku SMP hanya bisa memandangi langit yang telah membuat dirinya basah kuyup. Dirinya berteduh didepan toko yang sedang ditutup untuk melindungi dirinya dari hujan meskipun itu terlihat sia-sia. Ia merasa semakin menggigil saat itu, tak tertahankan. Tapi, suara pintu toko yang terbuka tiba-tiba dibalik punggungnya membuatnya terkejut.
“Haha, maaf aku mengagetkanmu, ya!”
Pria itu, tidak, lebih tepatnya pemuda itu—Beomgyu tertawa lebar menyaksikan ekspresi Taehyun. Dia sepertinya anak sang pemilih toko, apa pemuda itu akan mengusirnya karena menganggu pemandangan depan toko mereka? Taehyun sedikit cemas. Namun sebaliknya, pemuda yang terlihat lebih tua darinya itu malah memberikannya sebuah paying, handuk, dan sebotol teh hijau hangat yang ia jual.
“Gunakanlah ini, aku tahu handuk tidak akan menolong banyak tapi setidaknya kau tidak akan terlalu basah sampai kau tiba dirumah.”
“Terimakasih, hyung!”
Taehyun menunduk penuh rasa terimakasih dan mengambil semua itu dari tangan Beomgyu. Pemuda itu sebenarnya tampak begitu rapi, seperti akan bepergian terlihat dari rambutnya gondrong nya disisir rapi tidak seperti biasanya saat Taehyun melintasi depan toko, Beomgyu terlihat dengan rambutnya yang acak-acakan. Tapi Taehyun mengabaikannya karena memang bukan urusannya.
“Maaf ya sebenarnya aku mau membiarkanmu masuk, tapi aku harus pergi bersama keluargaku. Untuk payungnya tidak perlu kau kembalikan, tak masalah.” Jelas Beomgyu sambil menerima handuk kembali handuk yang telah digunakan oleh Taehyun.
“Te-terimakasih banyak, hyung! Saya benar-benar minta maaf karena sudah merepotkan. Saya harap hyung selamat sampai tujuan.”
Beomgyu yang baru kali ini melihat anak cowok yang sopan membuatnya merasa senang, ia bahkan sampai mengelus kepala Taehyun.
“Sama-sama, kau juga segera lah pulang. Sudah hampir malam, nih.”
Taehyun langsung mengiyakan dan segera berpamitan.
“Sampai jumpa, hyung!”
×××
“Hah?! Itu kamu?! Wah kamu benar-benar tumbuh tinggi! Aku cukup mengingat kejadian itu karena kau sangat sopan, hahaha.” Beomgyu yang sedari tadi diam dan canggung akhirnya tertawa lepas, bahkan cara berbicaranya sudah tidak formal lagi.
“Sejak saat itu saya selalu mampir ke toko untuk mengucapkan terimakasih tapi anda tak pernah muncul. Saya juga tak enak untuk bertanya pada orang tua anda.”
“Ah, waktu itu saya memang memutuskan untuk kuliah di Amerika..” Beomgyu kembali mengenang masa lalunya.
“Tunggu! Kau menyukaiku sejak saat itu?”
Beomgyu yang sudah merasa nyaman tiba-tiba bertanya secara blak-blakkan. Membuat keadaan berbalik sehingga kali ini wajah Taehyun yang memerah.
“Ahh.. kala itu sepertinya lebih ke perasaan kagum. Tapi, saat takdir mempertemukan kita disini. Saya yang selalu memperhatikan anda, membuat perasaan kagum itu tumbuh menjadi rasa cinta.”
Wajah Beomgyu kali ini memerah bagaikan warna setelan kemeja yang ia gunakan saat ini. Ia benar-benar tak menyangka takdir akan membawa pertemuan tak sengaja mereka sampai sejauh ini.
“Banyak alasan yang membuat saya jatuh cinta. Tapi yang bisa saya katakan kali ini, saya akan mencintai anda sampai kapanpun jika anda mengizinkan perasaan saya ini.”
Beomgyu tersenyum, ia pikir perasaan seperti ini sudah aneh untuk dirasakan pertama kali diusianya yang sekarang. Tapi ternyata Taehyun membuktikan itu salah dan Beomgyu memiliki hak sepenuhnya untuk merasakan ini. Perasaan dicintai dan perasaan mencintai seseorang.
“Terimakasih sudah mencintaiku, Taehyun…”
Beomgyu memantapkan dirinya untuk memandang lurus ke wajah pria itu. Sosok yang telah mencuri perhatiannya selama ini, sosok yang membuat hatinya menjadi aneh. Sedangkan Taehyun menahan nafasnya untuk mendengar jawaban pria yang lebih tua darinya itu.
"Aku mohon untuk menjagaku mulai sekarang. Aku juga akan menjagamu dengan baik, aku berjanji.”
Beomgyu menundukkan kepalanya. Saat ia mengangkatnya untuk melihat reaksi Taehyun, ia menemukan senyuman yang lebih manis dari biasanya dan lebih hangat. Pria itu menaruh tangannya diatas meja, meminta Beomgyu menyambutnya.
“Saya berjanji akan menjaga dan mencintai anda.”
Beomgyu ingin belajar mencintai dan ia harap Taehyun adalah orang pertama dan terakhir.
-TBC-
