Actions

Work Header

Rating:
Archive Warning:
Category:
Fandom:
Relationship:
Characters:
Additional Tags:
Language:
Bahasa Indonesia
Stats:
Published:
2023-08-05
Words:
419
Chapters:
1/1
Comments:
3
Kudos:
5
Hits:
94

Merokok

Summary:

Taemin sedang merokok di balkon dan membuat Minho agak cemas.

Notes:

Choi Minho dan Lee Taemin adalah milik diri mereka sendiri. Cerita ini dibuat semata-mata hanya untuk hiburan dan kesenangan pribadi, tidak untuk dikomersilkan.

Work Text:

Minho baru selesai membereskan kamar mandi saat menemukan Taemin merokok di balkon. Tidak biasanya begini tapi syukurlah kalo sudah pakai celana kolor dan sweter hangat (meski di bagian lengan ada bolong kecil). Rambutnya dikuncir tinggi-tinggi sebelum menyandarkan badannya di pintu.

Beberapa waktu lalu masih betah dengan plester nikotin. Sampai beberapa tetangga mereka menanyai Minho diam-diam apakah si lucu itu baik-baik saja karena setiap harinya melihat Taemin dengan plester dimana-mana. Soalnya minimal ada tiga .

Minho tidak merokok, jadi ia tidak tahu seberapa susahnya berhenti merokok. Kata rekan kerjanya rasanya bisa ingin membalikkan meja kalo tidak dibarengi dengan keinginan kuat untuk berhenti. Mungkin saat ini Taemin juga ingin membalikkan meja, tapi tidak kuat.

Sebenarnya Minho tidak masalah Taemin merokok, tapi ya jangan sehari tiga bungkus juga. Kasihan sekali paru-parunya. Apalagi kalau si lucu itu sedang batuk-batuk, kadang membikinnya takut kalau nyawanya bakal keluar lewat mulut. 

Minho pernah menanyainya, katanya sedang suntuk. Ingin marah tapi itu juga bukan hal yang benar untuk dilakukan. Jadinya ya ketimbang berubah jadi gojira yang mengamuk mending diam saja sambil klepas-klepus .

Ketel air dijerang, ia berencana membuatkan teh hangat karena Taemin bilang akan tidur telat. Takutnya sih kalau dibikinkan kopi malah bisa begadang ugal-ugalan seperti minggu kemarin. Ah, mungkin karena kurang tidur jadi perasaannya seperti hutan belantara.

Besok masih hari Jumat, jadi Minho tidak bisa menemani si lucu itu di studio mini-nya. Ia melarang Taemin kembali ke studio sungguhannya sehabis mandi tadi karena tampangnya menakutkan sekali seperti anak kucing yang habis tercebur got. Mengingatnya saja Minho merinding.

Teo, temannya yang satu studio baru kemarin dilarikan ke rumah sakit karena tifus. Astaga setelah dipikir-pikir ngeri sekali memang proyek yang sedang dikerjakan keduanya hingga tumbang satu-satu begini. Semoga kesayangannya ini jangan sampai masuk rumah sakit!

Jantung Minho nyaris jatuh ketika melihat Taemin mendadak berdiri seperti kesurupan. YA TUHAN DUKUN MANA YANG BISA DIPANGGIL TENGAH MALAM BEGINI???

Taemin memutar tubuhnya, menghadap Minho di dapur yang memegang ponselnya bersiap menelepon nenek. Si lucu itu mendadak menarikan koreografi yang dihapal Minho di luar kepala. Efek diseret anak magang kantornya untuk membikin konten. Hanya karena Minho salah satu pegawai yang mengayomi anak piyik menyedihkan korban kurikulum.

Tombol telepon tidak jadi ditekan saat Taemin masuk ke dapur lalu menyosornya. Minho gelagapan, bingung-bingung senang juga aslinya karena sudah berhari-hari tidak dicium.

"Aku juga bisa," Minho mengerjap, masih pusing. "Jadi tidak usah menari-nari dengan anak magang hyung ."

Ketel di belakangnya berbunyi, Taemin mengeloyor masuk ke kamar lalu berkemul. Minho masih bengong di dekat kompor sambil memegangi mulutnya, mirip remaja yang baru pertama ciuman.

Oalah, Taemin cemburu???!