Work Text:
Sougo amat benci Hijikata Toshiro. Orang yang paling ingin ia bunuh. Laki-laki terbajingan yang pernah ia kenal. Si iblis tak berperasaan yang ingin sekali Sougo hunus dengan katana dan sering kali ia tembak dengan bazoka. Tapi, si sialan itu, pria brengsek yang meninggalkan kakaknya, yang merebut orang-orang kesayangan Sougo, selalu melakukan hal tolol yang membuat Sougo tidak bisa membiarkannya mati.
(—padahal Sougo bakal dengan senang hati berkunjung ke upacara kematiannya.)
Contohnya, ketika si setan penggila mayonese itu tidak menjenguk sama sekali saat kakaknya kritis atau sekadar mengucapkan cepat sembuh, dia malah mempertaruhkan nyawanya melawan kelompok barbar yang ketuanya tidak lain calon kakak ipar Sougo. Ya, pria keparat itu membiarkan kakinya tertembus timah panas, membiarkan katana-nya dilumuri darah para biadab, dan membiarkan tubuhnya penuh luka lebam demi membuat orang terkasihnya, Okita Mitsuba, kakak yang disayang Sougo bahagia.
Brengsek memang Pak Wakil Komandan Iblis Shinsengumi itu. Sougo benar-benar membencinya melebihi apapun dan selamanya akan begitu. Sougo bakal terus mencoba membunuhnya. Tapi, untuk kali ini, hanya kali ini, Sougo menambahkan catatan mental untuk berterima kasih pada bajingan itu, pada Hijikata-san yang dibencinya.
Terima kasih telah mencintai Ane-ue dengan tulus. Terima kasih karena melakukan hal tolol yang membuat Sougo harus berutang budi karena menyelamatkan nama dan jabatannnya sebagai kapten divisi satu. Dan ... terima kasih sudah menjadi lawan yang hebat, yang sampai kapan pun bakal Sougo buru nyawanya.
