Actions

Work Header

Intensi

Summary:

Hobi baru Oga Tatsumi yang baru berupa observasi iblis.

Berwujud perempuan berambut pirang yang datang satu paket dengan bayi lumut yang ia anggap sebagai putranya. Posisi perempuan bernama Hilda itu masih tanda tanya. Karena orang nya sendiri menganggap dirinya pelayan.

Namun bagi Oga, Hilda bukan lah pelayan.

Ia seorang ibu. Telaten, lembut, penuh kasih.

Notes:

Will translate this into English, but who knows when :P

(See the end of the work for more notes.)

Work Text:

Hobi baru Oga Tatsumi yang baru berupa observasi iblis. 

Berwujud perempuan berambut pirang yang datang satu paket dengan bayi lumut yang ia anggap sebagai putranya. Posisi perempuan bernama Hilda itu masih tanda tanya. Karena orang nya sendiri menganggap dirinya pelayan. 

Namun bagi Oga, Hilda bukan lah pelayan.

Ia seorang ibu. Telaten, lembut, penuh kasih. 

Walau subjek yang mendapat itu hanya satu, Beel. 

Itu sih yang awalnya Oga pikir. 

Beriring dengan berjalannya waktu, tanpa disadari Hilda membagi afeksi dengan caranya tersendiri. Seperti bagaimana ia menuruti semua permintaan ibunda Oga dan menerima ajakan menonton telenovela, menyeduhkan teh dan menikmati hari dengan ayah Oga, bahkan mengekori kegiatan apapun yang Misaki lakukan. Tak pernah Oga melihat ia merasa tak nyaman, meski awalnya ia tahu Hilda melakukan itu agar diterima keluarga Oga, namun perlahan terlihat jelas. Hilda menikmati tiap detik tersebut. Terlihat dari bagaimana ia tersenyum tipis sembari mendengar celotehan Ibu Oga menjelaskan plot telenovela yang baru, dari bagaimana Hilda menikmati hening yang ia bagi dengan ayahnya dalam seduhan teh dipagi hari, dan dengan Misaki ia memiliki sebongkah rasa hormat pada kakaknya itu terlihat dari bagaimana ia menuruti tiap kata yang kakaknya lontarkan. 

Kemudian-

-Hilda membagi afeksi ke diri Oga dengan masakannya. Awalnya Oga yakin Hilda hanya melakukan itu demi rencana pembunuhan terang - terangan, tapi ia sempat sekali menemukan Hilda memasak kroket kesukaannya dengan telaten dan penuh usaha. Walau jelas sekali Hilda kekurangan intuisi dalam memasak, makanya makanannya berakhir seperti alat pembunuhan terbaik abad ini. Intinya, Hilda sejak awal tulus ingin membagikan sesuatu padanya. Meski jelas sekali ia kekurangan kemampuan dalam melakukan itu. 

Tapi terlepas dari eksistensi perempuan itu bukan lah bagian dari manusia, namun makhluk lain dari dimensi yang seharusnya menjadi tempat manusia - manusia busuk dikirim kan pasca kematian karena gagal menawarkan kebaikan mereka untuk kehidupan selanjutnya maupun tempat tertinggi yang disebut surga, Oga sadar bahwa Hilda bersikap seperti perempuan kebanyakan.

Cerewet , banyak mau, penuh keraguan, dan egois (-Oga merasa tidak ada bedanya Hilda dengan kakaknya). 

Di satu sisi juga Hilda lebih dari kata sempurna (- di mata keluarganya tentunya ) sopan, sabar, telaten, keibuan. Oga menyadari dari setiap kebaikan dan kelembutan Hilda hadir dari segala afeksi dan kasih yang keluarga tawarkan padanya. Seperti ada sesuatu yang membuat seorang iblis sepertinya sampai bersikap seperti itu dalam secercah kebaikan yang ditawarkan padanya. 

Lalu Oga tanpa menyadari menemukan serpihan kemanusian dirinya yang nyaris pudar di dalam Hilda. 

.

 

Rasanya menggelikan saat orang - orang berprasangka Hilda adalah istrinya. 

Meski berkali - kali ia coba jelaskan mereka iblis, namun tak segelintir pun memahami maksudnya (-salahnya nya juga bersikap terlalu iblis untuk dianggap serius).

Tapi bagaimana tidak orang-orang berpikir begitu? Hilda hadir saat Beel datang. Selalu datang ke sekolah saat ia lupa bawa asupan susu Beel. Bahkan mendaftar ke sekolah Oga demi lebih dekat dengan Beel. 

Oga sendiri juga tanpa sadar memperlakukan Hilda sebagai pasangannya. Dari rasa khawatir yang awalnya ia pikir demi kepentingan Beel, sampai ia rela nekat menghajar 300 lebih iblis seorang diri. Semua demi Hilda. 

Perlahan ia berpikir, kenapa hal ini selalu terjadi pada Hilda? (-tertusuk, diculik, disakiti )

Kejadian itu lah yang membuat Oga kesal bukan kepalang, bagaimana bisa coba Hilda selalu jadi target utama para iblis -  iblis tersebut??? Bahkan pasukan kakak Beel si Enou, mereka memilih melawan Hilda dibanding dirinya. Pengecut, hanya berani sama perempuan saja. Meski ia sendiri sadar Hilda saat itu lebih kuat darinya dan wajar bagi para iblis tersebut untuk melumpuhkan pertahanan pertama Beel. 

Namun ia lebih menyesakkan justru apa yang Oga rasakan dari kekalahan tersebut. 

Kali pertama dalam hidup Oga, begini rasanya menjadi lemah . Begini ternyata rasanya gagal melindungi seseorang. 

Oga sejak kali pertama ia merasakan euforia yang tak terkira saat menonjok para pemuda geng motor di usia belianya 10 tahun, selama itu Oga selalu berdiri tanpa takut orang lain berada di balik punggungnya. Tanpa takut ada orang lain yang harus dilindungi karena  karena ia selalu sendiri . Kemudian Furuichi si jendral pengecut datang dan berhasil membuktikan bahwa ia lebih dari mampu untuk menjadi teman nya dengan tidak berada dibalik punggungnya, sehingga Oga tak perlu mengkhawatirkan pihak manapun. 

Setelah nyaris 7 tahun, muncul lah Beel dan Hilda, di mana satu nya secara harfiah benar - benar di balik punggungnya, sedangkan yang satu lagi hanya bisa ia harapkan bisa ia lindungi dengan pundak remajanya yang seadanya ini. 

Oga tidak pernah meragukan kekuatan Hilda, kegesitan, ketekunan, dan akurasi tebasan Hilda tidak pernah meleset. Bahkan Aoi Kunieda tidak benar - benar bisa mengalahkannya. 

Yang Oga tahu, Hilda tidak pernah benar - benar menginginkan semua ini. Semua ini hanya kewajiban baginya sebagai pelayan iblis untuk menghantarkan tuannya menjadi yang terbaik dari yang terbaik. Bahkan saat ia mengkonfirmasi alasan mengapa Oga menolak membesarkan Beel menjadi raja iblis, respon Hilda hanya ia hanya melakukan apapun yang Beel mau, meski itu mengharuskan misi mereka gagal. Dari itu Oga merasa itu tidak adil, apalagi mengetahui intensi sederhana yang ia temukan di sela waktu kosong saat Hilda dan Beel menghabiskan waktu dengan bermain dengan tenang. Hanya seorang ibu dan putranya, bermain menikmati waktu yang ada sembari menghaturkan syukur dalam setiap kecupan yang sang ibu bagi ke bayinya. 

Hilda tak ingin dunia manusia ini hancur. Ia hanya ingin waktu lebih dengan Beel. Seperti seorang ibu yang sebenarnya.

Lagi - lagi serpihan kemanusian dirinya Oga temukan dan demi apapun ia akan jaga sela kecil kebahagiaan Hilda, meski dengan kebahagiaan dirinya. 

.

Intensi Oga waktu ia berjanji rela mengorbankan apapun demi Beel dan Hilda meski bayarannya kebahagiaannya sendiri, ternyata jauh lebih sulit dilakukan dari perkiraannya. 

Ia sudah mengira itu bahkan sebelum mereka menginjakkan kakinya ke Amerika. Rasanya menyesakkan juga harus melepaskan 2 eksistensi yang selama kurang dari setahun ini menemukan sebagian dirinya yang hilang dari tiap pertarungan dan diskriminasi yang ia rasakan, hanya karena ia kuat dan prospek mengalahkan yang terkuat merupakan tujuan yang prominen bagi orang lain. Sedangkan intensi Oga hanya sebatas agar tidur siangnya tidak terganggu lagi. 

Sejak Hilda dan Beel hadir, menjadi yang terkuat adalah kewajiban baginya, sebagai tanggung jawabnya untuk menjaga keluarganya. 

Karena itu, melepaskan apa yang ia kira dunianya baginya begitu saja terasa berat dan menyesakkan. 

Pikirannya melayang pada kenangan mereka, malam - malam di mana ia tidak bisa tidur karena Beel menangis semalaman. Berbagai kejut listrik saat Beel merasakan ketidaknyamanan, mencari kontraktor pengganti, 2 kali menghancurkan gedung sekolah, dan pelan - pelan menguak rencana besar dibalik setiap kejadian yang telah terjadi. 

Lalu dalam tiap beratnya tanggung jawab membesarkan bayi iblis, dalam benak Oga teringat waktu - waktunya dengan Hilda dan Beel. Kegiatan mereka yang suka pergi ke minimarket malam - malam, ekspresi Hilda yang menikmati habanero bun kesukaannya, dan sorak Beel yang kegirangan menikmati delish bar yang Oga belikan, dan ia mengingat bagaimana bisa 2 iblis ini membuat dadanya begitu hangat hanya karena suatu kegiatan sederhana namun penuh syukur dan kebahagiaan.

Bagaimana bisa coba, gadis berusia 16 tahun, memikul beratnya tanggung jawab sebagai ibu dari calon raja iblis, terlempar ke dunia lain dan harus menerima berbagai ancaman hidup dan mati demi putra nya?

Lalu apa yang lebih parah dari itu? Dalang dari segala rencana ini, adalah seseorang dari pihak yang seharusnya melindungi Beel dan Hilda. Ibu Biologis Beel dengan naifnya menerima pria iblis yang jelas hanya memanfaatkan situasi Raja dan Ratu iblis yang sedang tidak akur, mengadu domba mereka, demi suatu kehancuran dunia yang bahkan tidak ikut andil masalah cekcok suami istri kurang matang itu. 

Oga tahu ibu Beel juga korban, tapi ia tidak terima bagaimana bisa permasalahan antar suami istri harus ada hubungannya dengan kehancuran dunia? ( -dunia miliknya terutama ).

Tapi lagi - lagi ada fakta yang terpampang jelas, dengan mengembalikan Beel dan juga Hilda, berarti segala permasalahannya akan selesai. Intensi penghancuran dunia manusia akan berhenti dan meski keputusannya begitu menyakitkan, setidaknya ia bisa menyelamatkan orang - orang terkasihnya. Dengan bayaran kebahagiaannya. 

Oga Tatsumi ingat jelas, pasca ia balik dari Amerika, kehampaan yang ia rasakan di sudut kamarnya yang tak lagi berkumandang acara Rice Bowl-kun selama berjam - jam, atau bahkan tak ada lagi cekcok dirinya dengan Hilda hanya karena ia lupa mengganti sprei kasurnya yang bau keringat. 

Semua begitu - kosong. 

Seperti hatinya yang dahulu berputar pada dua eksistensi, yang hadir mendadak lalu hilang persis saat kehadiran pertama mereka. 

Lalu dunia berhenti begitu saja. 

 

.

 

Secara kebetulan dunia benar - benar berhenti. Keluarganya membatu dan setiap siswa di sekolahnya perlahan mengeras dalam pose mengharukan dan patriotis. 

Fuji si bangsat, ternyata ia menyerang duluan bahkan sebelum Oga sempat memproses kesedihan pasca ditinggal dua orang terkasihnya. 

Dalam pertarungan itu, Oga Tatsumi mengerahkan segalanya. 

Karena dengan menang, ia akan menyelesaikan semuanya.

Menjadi yang terkuat, untuk Beel dan Hilda, yang akan kembali dalam pelukannya. 

.









Notes:

TAHU GAK SEBERAPA AKU SAYANGNYA SAMA MEREKA????????

Gak ada lagi manga yang bisa kutemukan membawa vibe seperti mereka T-T mungkin Gojohime sihhhh tapi kurang elemen bayi asuhan, jadi kurang gregetttttttttt.

Selebihnya, aku pengen buat cerita ini based on after so many reread of Beelzebub anjayyyy. Karena kalian pikir ajaa yaaaa, Oga tuhhh aslinya gak sekejam yang kita kira. Dia tuh kebetulan cuman dungu ajaaaa, tpi aslinya mah dia respectfull, trus gentleman, walau yaaa pembawaan Oga masih kasar dan bringas macam preman". TAPI OGA TATSUMI IS THE MANNNNN. Dia berkali" ngingetin Furuichi bagaimana sikap Alaindelon ke dia itu SIKAP FURUICHI ke cewe" di kelas merekaaaa. OGA TATSUMI AJA PAHAM LOHHHHH ANJAYYYY. Terlebih lagi Oga merasa SANGAT bersalah, tiap kali Hilda tersakiti. Inget era amnesia??? Oga mati - matian menyembunyikan fakta dia menyelamatkan Hilda dari Hilda sendiri. Alasannya kenapa, ia lebih karena Oga itu remaja labil yang bingung ama apa yang dia rasakan jadi jalan lainnya yaaaaa, kabooorrrr

Selain ituuu, Oga tuhhh tahu cara ngehandle Kunieda. Padahal JELAS BANGET Kunieda sukakkkk ama diaaaaaa. Tpi Oga tuh kayak hah apa? Pura" Begooo, seakan - akan dia sengaja melakukan itu suapaya gk nge misslead kunieda (-atau bahkan karena dia udah ada yang lain dihatinya, makanya dia gak sadar sama sekali ama rasa kunieda)

Bahkan lo tahu gak pas arc Rice Bowl kun, Oga tuhhh lagi kekurangan duitttt pasca nonton tuh acara, tapi dia masih aja kepikiran NGASIH BEEL JATAH JAJANNNYA, buat beli delish barrrr. LU BAYANGINNN KURANG BAPAK APA LAGI SIH NIH ANAKKKKK. Trus pas arch di akademi elit itu, Oga kayak yes bayar gw mahal gw mau beliin anak gw dellish bar. Uyehhhhhh papa of the year banget gak tuhhhhh

OVERALL Oga Tatsumi, despite his bad temper and his pile of dogshit of a head, HE IS A BIG GREEN FLAG.

He would die and come back for Beel and Hilda, if it's mean to make the happy.

Btw, ini tuh kayak karya ketiga dari berbagai karya tatsugarde lainnya woyyyyyyy. Kemungkinan bakal jadi series tapi lihat lah ya kondisinyaaaa