Actions

Work Header

make up kiss

Summary:

make up kiss yang nggak make up kiss tapi make up (baikan phase) isinya jayseung fluff make up session habis berantem, enjoy the ride! please don't mind the typos<3

Notes:

(See the end of the work for notes.)

Work Text:

lee heeseung sama sekali tak punya keberanian untuk mengangkat kepalanya. park jongseong pulang dengan tenang sekali. tak acuhkan presensi yang lebih tua duduk di lantai menghadap laptopnya yang menyala tanpa ada sentuhan berarti di atas meja ruang tamu. malam itu pukul delapan. park jongseong lebih sibuk mengabaikan ketimbang mau peduli pada si kakak yang sudah menangis dua kali.

dua bungkusan besar bertuliskan merek salah satu restoran sushi beserta dengan latte yang dijanjikan si taurus kini mendarat tepat di atas meja. tanpa suara. tanpa basa-basi pula. jongseong keukeuh pada ucapannya menyuruh si kakak untuk makan sendiri malam ini.

di hadapan laptopnya, heeseung menghela nafas beratnya kala jongseong langsung pergi begitu saja untuk mandi. dadanya masih perih sebab tangisannya baru bisa berhenti sekitar sepuluh menit sebelum jongseong pulang. dan dia nggak ingin lelakinya tahu soal matanya yang sembab karena menangis selama empat jam.

harusnya dia nggak tolol dan berlagak nakal di jam-jam jongseong pulang kerja. tapi bukan lee heeseung namanya kalau nggak berlagak sok berani.

lima belas menit yang lalu kepalanya terasa ngilu. duduk di lantai dua jam juga hal konyol. tapi sekali lagi, memang akal-akalan lee heeseung saja cari perhatian, yang mana sebetulnya gagal besar-besaran. park jongseong masih mengabaikannya. bahkan  lelaki taurus itu setelah selesai mandi malah duduk pada sofa yang ada di hadapannya dengan tenang. dia fokus menggenggam ipad dan menyesap kopi. mengabaikannya total.

di tempatnya, tubuh heeseung jadi terasa kaku. bergerak juga sukar. makan malamnya terlantar dan jongseong tentu nggak pernah suka pemandangan di hadapannya.  

pelupuk matanya juga berkaca-kaca. kakinya mulai mati rasa sebab dia duduk tak beralaskan apapun selain celana tidur tipisnya. di sisi paling jauh karpet bludru ruang tamu. lantai marmer yang dingin membuat kakinya terasa kelu. tapi dia belum mau dan belum berani beranjak juga. jongseong di tempatnya tenang dan fokus sekali, seolah dia nggak terganggu dengan apapun. seolah cuma heeseung yang kepayahan. seolah cuma heeseung yang kesusahan. 

heeseung bergerak dengan nggak nyaman pun jongseong mana peduli? yang lebih tua nggak lagi fokus pada tugas dan laporan-laporan pada layar monitor di hadapan. persetan sekali. dia tersiksa walau nggak melakukan apa-apa. 

ditambah dengan kepala heeseung yang nyeri sebab mati-matian menahan tangisan. tubuhnya terperanjat kala jongseong berdiri dan menarik laptopnya secara paksa. menggesernya dengan dua paper bag berisi makan malam yang tadi dibawakan jongseong.

"stop biting your lips. makan." yang mana jongseong nggak sepenuhnya tak acuh juga. lelaki taurus kembali lagi duduk di single sofa yang jauh dari tempat heeseung berada.

lalu lelaki taurus  kembali fokus pada tablet dan pekerjaannya, sedangkan heeseung mati-matian membendung isak tangis yang buat sesak dadanya.

kepala heeseung masih tertunduk, sebagian wajahnya tertutup hoodie yang dia pakai. jongseong nggak lagi bersuara dan heeseung nggak mau coba-coba mengangkat kepala. dia tahu jongseong menatapnya sangat lekat. dadanya sesak seperti dicabik-cabik. tatapan yang dia hindari kembali lagi.

hitungannya tiga jam dari sebelum jongseong pulang. sekarang hampir pukul dua belas dan heeseung masih belum bisa ㅡbelum sanggup apa-apa.

kalau sudah begini heeseung nggak bisa angkat suara. mana berani. sama sekali. jongseong seolah mencekiknya hanya dengan sebuah tatapan.

heeseung makan dalam diam. yang kali ini jongseong bungkam sebab dia murka betulan.

sejatinya yang lebih tua memang suka sekali mengikis kesabaran yang lebih muda. kali itu dia sedang tak ingin diajak main-main. heeseung salah besar mengganggunya di jam-jam krusial.

empat belas menit dan heeseung mulai kesulitan mengatur nafasnya. makan malamnya terasa lebih hambar daripada apapun. pipinya memerah. kepalanya terasa ngilu. kedua matanya memanas dan tenggorokannya sangat mencekik. dia menyerah.

"maafin aku ya……." suaranya parau. nadanya setengah memohon, setengah merengek. jongseong masih fokus pada tabletnya. harinya buruk dan heeseung cuma memperkeruh keadaannya. sesekali beri pelajaran buat si kakak nggak ada salahnya. toh besok lagi dia akan dengan senang hati diganggu si libra.

heeseung coba beranjak tapi tubuhnya menolak. lututnya payah dan nggak sanggup menopang badannya lagi. dia berlutut di hadapan si taurus yang cuek bebek seolah nggak menganggap ada keberadaan si libra.

"janji deh gak begitu lagi. janji gak gangguin kamu. maaf yaaaaaaaa." jongseong sama sekali nggak menggubrisnya.

"sayaaaaaaaaaaang. kakak minta maaf, ya?" keluarkan kata kunci andalannya juga belum tentu bekerja.

"aku harus gimana." rengeknya sekali lagi. dia lelah tapi belum mau menyerah buat yang ini.

jongseong pada tabletnya nggak berkutik. tak pedulikan si kakak yang merengek mati-matian untuk memohon perminta-maafan.

jongseong sesekali menyesap kopi kaleng yang diambilnya dari kulkas di pantry. abaikan mati-matian heeseung yang berlutut di depan dia. menangis sejadi-jadinya. perutnya geli. heeseung nggak pernah terlihat seputus asa ini mengemis untuk dimaafkan. heeseung selalu bisa melawan. apapun kondisinya. tapi bukan dengan silent treatment. bukan dengan diabaikan mati-matian seperti barusan.

"jangan diemin akuuuuuu," heeseung sentuh kaki yang lebih muda, sekujur tubuhnya memerah karena dia banyak bergerakㅡ hiperaktif sejadi-jadinya. merengek sebanyak-banyaknya, "pleeeease? kakak nggak akan begitu lagi. kakak nggak bakal ganggu kamu pas kamu bete. kakak janji bakal jadi anak baik." dan segala macam janji yang keluar dari bibir kecil itu. 

jongseong merasa gemas sekali, perutnya juga geli. heeseung di matanya cuma anak manja yang suka merengek. berlagak bodoh sesuka hatinya. banyak bertingkah nakal tapi nggak cukup berani ketika diladeni kembali. 

tapi hari ini biarkan dia terima konsekuensi sebab main-main dengan lelakinya. rasa nggak teganya perlahan mulai terkikis, tapi jongseong perlu beri pelajaran pada si libra untuk nggak berlagak seenaknya. 


heeseung kehabisan tenaga. setelah merengek selama hampir tiga jam, jongseong nggak tergiur sama sekali untuk menanggapi anak manja yang sekarang meringkuk di ujung ranjang mereka berdua. jauh sekali dari jangkauan jongseong. 

dia kelelahan merengek hampir semalaman. jongseong akhirnya pergi duluan untuk mengistirahatkan badan. heeseung mengintilinya lima menit setelah jongseong beranjak. jongseong pergi begitu saja karena tak ingin lagi-lagi diusik si kakak yang tak henti-hentinya merengek meminta.

jongseong ada di sisi kanan sedangkan heeseung di sisi kiri. si taurus tampak masih perlu memeriksa beberapa pekerjaan sebelum benar-benar mematikan lampu tidur. heeseung memunggunginya. dia lelah menangis. lelah tak ditanggapi. lelah tak dianggap ada. lelah merengek setengah semalaman pula.

"maaf ya kalo aku bikin kamu bete. kalau nggak mau dimaafin juga nggak apa-apa, tapi at least jangan cuekin aku." lalu dia menyerah sepayah-payahnya berusaha sekuat tenaga untuk bertahan. karena selama itu pula jongseong nggak meladeninya. sepadan dengan apa yang telah dia lakukan.

"jangan begadang ya, sayang. have a good night." heeseung nggak tahu jika jongseong sudah meletakkan tabletnya nggak lama setelah kedatangan yang lebih tua ke kamar mereka. heeseung memunggunginya tapi jongseong berbaring menghadapnya.

"have a good night ," ulangnya sekali lagi dengan suara super parau. suaranya habis sebab dia meronta-ronta dan memohon-mohon lama sekali tadi,"semoga aku besok nggak jadi anak nakal lagi." saat itu juga heeseung bisa merasakan sebuah lengan besar menyentuh kulit perutnya yang dingin. lengan itu hangat sekali melingkar pada pinggangnya.

jongseong dengan mudah menariknya ke dalam sebuah dekapan. tubuh si kakak dingin sekali. tapi perutnya perlahan menghangat berkat didekap. dan heeseung nggak mungkin menolak. setengah malam tak ditanggapi buat energinya habis karena merengek seperti bayi. pun dengan jongseong yang sadar kalau heeseung kedinginan menunggunya semalaman. sudah cukup dan dia nggak akan setega itu lagi.

sementara tubuh yang lebih tua semakin menghangat, perutnya mulai merasakan ribuan kupu-kupu hinggap di dalamnya. jongseong menciumi leher dan telinganya berkali-kali tanpa banyak bicara.

"have a good night, princess. " dia berbisik, buat si libra nggak berkutik. nada bicaranya berubah, nggak seperti terakhir kali dia memerintahkan heeseung untuk makan beberapa jam lalu. yang terakhir ini lebih seperti menerima. 

heeseung semakin merasa kacau balau ketika jongseong mengusap perutnya pelan dan mengecup pundaknya. dekapannya semakin mengerat dan heeseung tak mau lagi kenal hari besok harus terbangun dengan perasaan yang acak-acak.

"i'm having a bad day. but you choose violence, princess, i really hate it. aku tau kamu capek aku cuekin tadi, tapi biar kamu tau aja rasanya. just giving you a little punishment. maaf kalau berlebihan. i love you. maaf ya bikin kamu nangis lama banget tadi. i'm so sorry. i love you, i love you, i love you." heeseung terima konsekuensinya tapi jongseong lebih dari cukup untuk menerima, lebih dari cukup untuk memberi juga. 

"i love you terribly, heeseung. aku selalu takut kakak nggak ada pas aku bangun. aku selalu takut sama yang itu. makanya aku selalu jaga kakak banget. gimanapun caranya," heeseung kini berbalik dan kini dia menghadap yang lebih muda. kedua manik matanya berkaca-kaca,  "i get a little too sensitive. i'm sorry if i'm being too much. jadinya, aku takut kamu berhenti. aku selalu takut kamu berhenti."

park jongseong sejatinya juga rapuh jika urusannya soal lee heeseung.

"sayang, kan aku yang salah. aku yang nggak tau waktu. kamunya jangan balik minta maaf. aku pantes dicuekin,"  heeseung kini menciumi wajah anak yang lebih muda,"kamu nggak perlu takut juga soalnya aku nggak akan berhenti buat ganggu kamu. kasih tau aja aku buat stop when i have to. when you don't want me to do anything."  jongseong mengangguk lalu tersenyum tenang. yang begini lebih terlihat seperti jongseong yang butuh didekap hangat-hangat. heeseung juga bisa jadi sandaran untuk si taurus. dan anak yang lebih tua selalu bisa jadi penampung lara.

"sekarang cerita sama kakak," dan jadi si kakak yang dapat diandalkan pula,"kenapa jongseong, sayangnya kakak yang ini galak dan nggak mood banget seharian?"

park jongseong nggak pernah merasa kurang punya seorang lee heeseung di dekapannya.

"i love you. tadi aku belum jawab." heeseung kembali kecup hidung dan rahang si taurus penuh sayang,"kalau kamu mau cerita boleh, atau mau aku peluk sampai pagi aja juga boleeeeeeh." dan kembali jadi kakak manisnya jongseong seperti sedia kala.

"besok pagi aja aku cerita. kakak juga capek kan nangis lama tadi. sekarang aku maunya dipeluk sama kakak." juga park jongseong yang sejatinya cuma butuh sandaran dari anak yang lebih tua. selama yang mereka bisa.

fin.

Notes:

thank you for reading! i will appreciate all the kudos and comments (please do leave a trace as much as you can!)