Work Text:
Ini kalau bukan gara-gara kak Heeseung, Selly kayaknya mending gak usah ikutan kepanitiaan kampus deh kalau ujung-ujungnya masuk, eh enggak, lebih tepatnya dipaksa masuk di divisi yang sama kayak mantannya yang baru putus sebulan yang lalu.
Rapat demi rapat udah Selly lalui, yang gadis itu pikir bahkan sulit dan melelahkan karena ada satu figur yang seharusnya dia hindari malah harus ketemu hampir tiap hari. Selly masih ingat sebulan yang lalu, hampir tengah malam dia pulang ke kost setelah bertengkar hebat sama pacarnya yang sudah jadi mantan itu, tiba-tiba aja saat dia buka grup chat di whatsapp nama dia dan nama Riwoo ada di daftar yang sama pembagian divisi kepanitiaan.
Bahkan basah di pipi Selly belum kering loh? Segera aja dia buka room chat dia sama kak Heeseung lalu spam sticker nangis yang banyak. Harus banget nih barengan sama Riwoo? Tanya Selly gitu. Lalu jawaban yang dia dapetin cuma, “loh emangnya kenapa kamu sama Riwoo? Putus kah?” Kalau aja sticker kucing marah yang Selly kirim ke Heeseung bisa divisualisasi mungkin Heeseung udah bonyok dicakar-cakar di kamarnya sekarang.
“Jangan ngelamun, fokus” Lantas Selly tersentak pas seseorang yang ternyata adalah Heeseung nyeletuk begitu ke dia. Agak kikuk sedikit karena kak Heeseungnya sampe miringin badan biar mulutnya setara sama telinga Selly. Si gadis ngalihin pandangan tapi malah ga sengaja eye contact sama Riwoo yang lagi berdiri didepan dia sambil pegang walkie-talkie.
Sekarang hari-H acaranya, Selly yang ada di backstage bareng sama anak divisi acara yang lain. Kurang beberapa lagu lagi dari main guest star dan acara selesai. Dan sialnya berarti bentar lagi Selly harus ke FOH untuk mantau panggung saat encore, berdua sama Riwoo.
Iya berdua sama Riwoo, sesuai briefing panitia tadi sebelum acara mulai.
"Ayo, sekarang aja" Selly nelan ludahya grogi saat Riwoo maju dua langkah dari tempatnya berdiri tadi kearah dia. Yang kemudian Heeseung langsung nyenggol pundak Selly pakai pundaknya sendiri, ngisyaratin untuk segera ngikutin Riwoo yang udah mau jalan keluar backstage.
Jalan dari backstage ke FOH sebenernya dekat, tapi karena banyaknya orang yang nonton jadi gak cukup mudah buat cepat nyampe kesana, Selly sempet senggolan sama orang yang mana bikin Riwoo refleks gandeng tangannya agar nggak hilang.
Selly merutuk dalam hati, mandangin tangan mereka berdua yang lagi saling genggam kemudian mendongak keatas lihat Riwoo yang masih ribet membelah keramaian.
'Ganteng banget, parfumnya juga masih pakai parfum yang gue beliin kapan hari' batin Selly. Kalau ditanya udah move on atau belum sih kayaknya Selly gak akan ragu jawab 'belum' deh? Kalau Riwoo nya masih kayak figur yang dia sayangi sebulan lalu.
Mungkin saking penuhnya orang yang desak-desakan dan emang Selly nya aja yang terlalu sibuk ngelamun sampai gak sadar kalau mereka udah sampai di FOH.
Selly masih jalan lagi kedepan sampai dia nabrak punggung Riwoo yang berhenti didepannya.
"Sakit? Hati-hati dong makanya" kata Riwoo sambil satu tangannya yang nganggur ngusap jidat Selly.
Selly hampir aja mencebik lalu mau merengek manja kayak yang biasa dia lakuin, kemudian Riwoo bakal peluk dia sambil di pukpuk punggungnya tapi untungnya gak jadi.
Setelah Selly sadar dia langsung diem lalu ngelepasin tangan mereka berdua yang masih gandengan tadi.
'Aduhhh kenapasih bisa lupa kalo udah putus" rutuk Selly dalam hati.
“Walkie-talkienya cuma satu, aku- maksudnya gue aja yang pegang”
Selly bisa lihat Riwoo ngalihin pandangan kemudian nelen ludahnya kasar. Maka gadis itu beraniin buat bilang, “Gapapa tau kalo pake aku-kamu” ujarnya. Yaudah lah ya, mau gimana lagi. Kalau detik ini dia ditodong pertanyaan mau atau enggak balikan sama Riwoo dia juga gak akan segan buat jawab mau kok.
“Iya, biar aku yang pegang” ulang Riwoo lagi. Selly pikir percakapan mereka berhenti cukup sampai disitu, tapi ternyata dugaan dia salah karena hampir aja dia kesedak ludahnya sendiri ketika Riwoo tanya, “Kamu lagi deket sama bang Heeseung?”
“Hah? Enggak lah gila kata siapa” sanggah Selly cepat, sampai-sampai Riwoo harus ngusap punggung dia, kebiasaan kalo Selly lagi menggebu-gebu pasti Riwoo bakal nenangin pakai cara diusap begitu punggungnya.
“Oh, kirain lagi deket. Ya bagus deh kalo ternyata enggak”
Baru aja Selly mau buka mulut, Riwoo udah ngisyaratin dia untuk hadap ke stage buat lihat siapa yang barusan naik ke stage, Sal Priadi.
Maka dari itu si gadis cuma bisa ngangguk dan ikut ngimbangin Riwoo yang kayaknya udah mulai rileks nikmatin penampilan yang ada diatas stage. Serta Mulia.
Selly sempatin ngecek jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya dan mendapati kalau sekarang udah hampir jam 10 malam, kaos panitia yang dia pakai lengannya pendek, cukup lah kalau bikin dia kedinginan kena angin malam. Biasanya kalau mereka pulang ngedate gini pasti Riwoo bakal lepas jaket dia buat Selly pakai tapi saat ini mereka berdua lagi sama-sama pakai kaos tipis lengan pendek.
Kalau dipikir-pikir, udah berapa lama sih mereka pacaran? Dari kelas 3 SMA sampai sekarang udah kuliah semester 3. Lumayan juga ya. Dari milyar juta ratus sekian orang akhirnya mereka dapetin satu sama lain dan bertahan dari tahun ke tahun gini tuh, rasanya kayak ga adil menurut Selly karena dia udah paham Riwoo sampai akar-akarnya tapi malah putus karena salah paham sepele. Harusnya Selly gak marah, malam itu. Harusnya Selly paham gimana jalan pikir Riwoo dan gak malah bikin Riwoo marah sampai ngeluarin kata yang gak berkenan di hati.
Keesokan harinya Selly bisa lihat air muka Riwoo yang penuh penyesalan setelah mereka bertengkar hebat dan berakhir putus, dia bisa lihat itu. Tapi lagi-lagi Selly paham jalan pikir Riwoo, dia paham cowok itu gak akan semudah itu nurunin gengsi untuk buka percakapan duluan dan menyelesaikan salah pahamnya pakai kepala dingin.
Tapi meskipun situasinya begini, Selly gak keberatan kok untuk coba ajak Riwoo ngobrol duluan, kalau itu bisa bikin berisik di kepalanya dan raut gelap di muka Riwoo hilang.
Lantas Selly noleh kearah pemuda tersebut yang lagi fokus nontonin performnya Sal Priadi diatas stage sana. “Emang kenapa? Mau ngajak balikan emang?”
Yang ditanya langsung ngangguk, “Iya, mau ngajak balikan” See? Sesuai ekspetasi.
“Beneran gak nih? Kamu masih sayang sama aku?” tanya Selly memastikan, padahal aslinya dia cuma ingin lihat Riwoo nurunin gengsinya dikit dan jujur kalau dia secinta mati itu sama Selly.
“Beneran, aku minta maaf kalau kamu selama sama aku emang gak selalu aku bikin seneng tapi kayak yang kamu lihat sendiri gimana berantakannya aku kalau gak ada kamu-”
Selly bahkan gak terlalu merhatiin Riwoo ngomong apa, cukup lihat air muka Riwoo balik melunak lagi saat lihat dia udah lebih dari cukup. Ekspresi yang udah lama gak Selly lihat sejak sebulan yang lalu. Akhirnya dia lihat lagi tatapan Riwoo yang bikin dia merasa disayaaang banget setelah sekian lama.
“Mau ya, balikan sama aku?”
