Actions

Work Header

Rating:
Archive Warning:
Category:
Fandom:
Relationship:
Characters:
Additional Tags:
Language:
Bahasa Indonesia
Stats:
Published:
2024-01-29
Words:
573
Chapters:
1/1
Comments:
2
Kudos:
14
Bookmarks:
1
Hits:
203

Dinner

Summary:

choi seungcheol punya seribu satu kejutan yang siap meledak kapan saja, dan yoon jeonghan selalu menanti waktu-waktu ledakan tersebut.

Notes:

(See the end of the work for notes.)

Work Text:

chef bilang ini adalah menu penutup mereka malam ini. puding coklat dengan topping buah stroberi di atasnya. 

jeonghan menyendok menu tersebut dengan penuh hati-hati. kedua kelopak mata indah miliknya sengaja ia pejamkan, bersama satu sendok kecil puding coklat yang masuk dan meleleh di dalam mulutnya. mencetak senyum manis di bibir jeonghan walau yang terasa di ujung lidah adalah sedikit rasa pahit, asam dan tentunya manis. 

ah perfect.

"you like it?" bisikan dari suara yang berat itu menyadarkannya. matanya dibuka dan figur tegap serta senyum menenangkan milik kekasihnya adalah hal yang pertama kali jeonghan tangkap.

kepalanya mengangguk pelan, "i really like it cheol," tangan jeonghan terulur menyentuh pipi prianya, bermain sebentar di lesung pipi manis milik kekasihnya sebelum tangannya ditarik lembut dan dikecup penuh cinta. "thank you so much, aku happy banget malam ini." 

"i'm glad if you're happy too." 

jeonghan bisa merasakan sesuatu dalam dadanya meledak-ledak. ledakannya seperti menghasilkan sebuah sengatan listrik yang membuatnya sedikit gemetar. rasa hangat yang mengalir dalam tubuhnya pun turut hadir, mengantarkan sebuah rona merah muda alami di pipi tirusnya. 

disaat usianya nyaris menginjak kepala tiga, baru kali ini jeonghan merasakan dicintai sehebat ini. efeknya sangat luar biasa dan jeonghan benar-benar merasa sedang di atas awan.

"tell me, which one your favorite menu?"

"kalau aku bilang semuanya, aku kelihatan rakus gak?"

"ya enggak dong babe, kalau kamu suka semuanya artinya aku berhasil bawa kamu ke restoran yang tepat."

"selamat kalau gitu, soalnya kamu udah berhasil bawa aku ke tempat yang tepat." tawa jeonghan ikut mengalun di ujung kalimat. mengundang seungcheol untuk mencolek ujung dagu si cantik yang terlihat berkali lipat semakin menggemaskan. 

"bisa aja kamu."

jeonghan hanya terkekeh sebelum tangannya di bawah sana ia tautkan dengan milik kekasihnya yang jauh lebih besar. usapan pelan dari ibu jari seungcheol pada punggung tangannya membuatnya diam-diam tersenyum seraya menyuap pudingnya. perasaan penuh damba seperti ini nyatanya membuatnya seperti kembali pada masa remajanya. rasa pertama kali jatuh cinta. memabukkan.

hiasan buah stroberi di atas pudingnya, menjadi kondimen terakhir dari dessert yang jeonghan makan. suapan terakhir itu mendarat dengan mulus di dalam mulutnya. matanya terpejam merasakan kenikmatan buah asam favoritnya.

jeonghan sudah tidak mampu mengungkapkan betapa bahagianya dia malam ini. sebab segala kebahagiaan malam ini benar-benar melampaui ekspektasinya. jeonghan meminta seungcheol untuk mengajaknya makan malam dan berkencan di akhir pekan, lalu pria act of service itu tiba-tiba reservasi salah satu restoran omakase ternama untuk mewujudkan keinginannya. 

choi seungcheol punya seribu satu kejutan yang siap meledak kapan saja, dan yoon jeonghan selalu menanti waktu-waktu ledakan tersebut.

makan malam mereka diakhiri dengan para chef dan kitchen staff yang menunduk sopan dan mengucapkan terima kasih. kedua anak adam itu pun melenggang meninggalkan restoran tersebut dengan pinggang ramping jeonghan dilingkari oleh lengan milik kekasihnya. kecupan-kecupan memabukkan pun tiada henti mendarat di wajah si manis sepanjang perjalanan mereka menuju parkiran. entah sudah keberapa kali, namun sekali lagi jeonghan tersenyum lebar. kalau bisa mengeluh, sepertinya otot-otot wajah si paling rupawan akan mengeluh karena terus menerus dibuat bekerja. tapi kalau mengingat kata-kata orang tua terdahulu, konon sering tersenyum dapat membuat seseorang menjadi awet muda. terima kasih seungcheol akan itu. 

i love you.

love you more babe.

pintu mobil ditutup dan jeonghan sudah tidak sabar langsung menarik leher kekasihnya dan menabrakan bibirnya dengan bibir tebal milik kekasihnya. melahap dengan penuh nafsu dan juga mendamba. seakan puding coklat tadi masih belum cukup untuk membuat keduanya puas, dan ciuman panas inilah yang pada akhirnya membuatnya seluruh hidangan makan malam ini menjadi semakin lengkap.

Notes:

if you've seen this on x, that's me because i already published it there.