Actions

Work Header

Rating:
Archive Warning:
Category:
Fandom:
Relationship:
Characters:
Additional Tags:
Language:
Bahasa Indonesia
Stats:
Published:
2024-02-05
Words:
591
Chapters:
1/1
Comments:
1
Kudos:
50
Bookmarks:
2
Hits:
404

Paha

Summary:

Bamby yang ada kelas olahraga, Eunho yang ribut sendiri.
"Paha kamu, semangatku" -Do Eunho, ke pacarnya yang paling lucu sedunia.

Notes:

Hi! This is my first fic with Eunby as a pair! Semoga suka, happy reading!

(See the end of the work for more notes.)

Work Text:

"Eunoo, lihaat" rengek Bamby, beberapa kali menarik kaos olahraga milik Eunho yang menenggelamkan tubuh kecilnya. "Panjang banget. Kaya daster ih"

Yang dipanggil tersenyum tipis. Berusaha menahan diri untuk tidak menelan bulat - bulat pacar mungil dihadapannya. "Kan sekalian nutupin paha, pendek banget celana olahraga punya kamu"

Bamby makin merengut mendengarnya. "Idih, orang celana olahraga yang lain juga segini kok"

"Mana ada, punya kamu loh pendek banget" Eunho mencubit gemas kedua pipi kemerahan Bamby. Yang menjadi korban cubit masih ribut sendiri dengan kaos kebesaran yang dikenakan.

Pandangan Eunho beralih ke paha mulus Bamby yang terekspos, nampaknya kaos olahraga miliknya kurang membantu dalam menyembunyikan aset pribadinya yang satu itu.

"Celananya ganti pake punyaku sekalian ya?"

Bamby melotot lucu "Celana kamu yang panjang itu? Ngga mau!"

"Kenapa?" Tanya Eunho. Satu alisnya terangkat, terlihat tidak suka dengan penolakan Bamby barusan. Bamby sedikit menciut melihatnya.

"Y-ya ngga maau?? kaos kamu udah panjang tau" cicit Bamby, mengalihkan pandangannya kemanapun, asal tidak bertatap mata dengan pemuda tampan dihadapannya.

"Tapi paha kamu masih keliatan"

"Ngga ada yang peduli sama paha aku Euno!"

"Aku loh peduli paha kamu, aku cinta paha kamu-"

"Engga mauu! Pokoknya ngga mau!" Bamby menggeleng ribut, menghentakkan kedua kaki mungilnya dengan cepat, teriakannnya menggema di setiap sudut ruang ganti, Eunho menghela nafas.

"Oke - oke, tapi jangan kebanyakan gerak. Celana kamu makin ketarik keatas nanti" Eunho akhirnya mengalah, menatap tidak rela ke arah paha mulus Bamby. "Paha kamu ngga ada yang boleh pegang ya.."

Bamby mencibir melihat pacarnya jadi melankolis hanya gara - gara paha. "Yang suka pegang - pegang paha aku kamu doang kali"

"Yaudah sini"

Eunho menengadahkan sebelah tangannya kehadapan Bamby, tetapi makhluk berisik berambut merah muda itu hanya menatapnya kebingungan. "Apa?"

"Ck" Eunho berdecak. "Tangan kamu siniin" ujarnya pendek, menarik salah satu tangan Bamby untuk digenggam. Yang lebih pendek masih tidak bergeming, mengerjap lucu.

"Euno?" Bamby bertanya bingung saat Eunho menariknya keluar dari ruang ganti, tentu dengan tangan mereka yang masih bertautan. "Kita mau kemana?"

"..."

"Eunooo, jangan cuekin aku"

"Bawel banget sih Chae Bonggu, aku mau anter kamu ke lapangan olahraga"

"Kamu kan engga ada kelas olahraga?"

"Memang, cuma nganter kamu"

"Ngapain ih, kaya anak kecil aja- ADUH! KAMU NGAPAIN?!"

Kesal dengan Bamby yang tidak berhenti berbicara, dengan cepat Eunho mengangkat tubuh seringan kapas itu di bahunya, seperti karung beras. Ini tidak begitu sulit mengingat tubuh Bamby jauh lebih mungil darinya. Ia terus berjalan di sepanjang koridor, mengindahkan teriakan Bamby yang super nyaring.

"EUNO TURUNIN GAK" dengan rusuh Bamby memukul punggung Eunho, minta diturunkan saat itu juga. "DO EUNHOOOO" teriaknya.

"Nggak" Jawab Eunho pendek. Dengan jahil menggigit pelan paha mulus dan wangi yang kini berada di dekat wajahnya. 

"IHHHH! JANGAN GIGIT - GIGIT PAHA AKU!" Bamby memekik kencang. "Bekas gigitan yang kemarin belum hilang tau..." cicitnya. 

Meskipun sudah memasuki 1 tahun sejak Eunho berganti status dari teman tapi super mesra menjadi pacarnya, Bamby masih malu membicarakan hal seperti ini. Eunho yang mendengarnya tersenyum jahil.

"Paha kamu, semangatku" Ujar Eunho dengan nada menggoda, kali ini mengecup paha favoritnya hingga suara kecupan terdengar cukup keras di koridor yang untungnya sedang sepi.

"GELI EUNO! STOP-"

"Diem atau aku cium disini sekarang juga"

Hening setelahnya, tidak ada lagi teriakan yang memekakkan telinga, ataupun pukulan - pukulan kecil (yang sebenarnya tidak terasa sama sekali) di punggungnya.

"Kenapa? Ngga mau dicium nih?"

"Euno jelek"

Eunho tersenyum, menahan teriakan yang dapat keluar kapan saja karena gemas mendengar rajukan pacar lucunya. "Ngga papa jelek, yang penting pacaran sama Chae Bonggu"

"Jelek! Berisik! Ngga usah ngomong!"

"Nanti selesai olahraga cium ya?"

"Sembarangan! Ngga mauuu! Euno mesum!"

"Ah, atau dirumah kamu aja gimana? Biar bisa pake lidah-"

"DO EUNHOOOOOO!!!!"

 

Notes:

That's it! Pretty short but i hope you guys enjoy that! Thanks for reading!