Work Text:
“Kenapa harus Bokuto Koutarou? Kenapa harus dia yang bikin lo sakit kepala sambil kantongin onigiri tiga bungkus?”
Yukie mengangkat bahunya seraya melahap nasi kepal segitiga berisi tuna mayo. Ekspresinya datar seolah pertanyaan itu bukan pertama kali ia dengar. Miwa, Alisa, dan Kiyoko. Ke-tiga teman di hadapannya ini menjadi saksi manakala Yukie memilih melabuhkan perasaannya pada sosok jangkung dengan rambut lancip bewarna putih itu. Orang-orang menyebut dia akrab dengan sebutan ‘Burung hantu’.
“Bokuto cuma bikin gue sakit kepala, bukan bikin gue jatuh miskin. Nggak apa-apa.” Kini, Onigiri ke-dua masuk ke dalam mulutnya. Mendengar penuturan Yukie, Miwa menghela napas mengangguk paham enggan berkomentar semakin jauh.
“Terus, motor lo yang ditilang gara-gara Bokuto bonceng tiga sama anak buahnya itu gimana?” tanya Alisa lagi.
“Tinggal ambil. Kenapa kalian capek-capek mikir? Bokuto bikin motor kalian kena tilang juga kah?” jawab Yukie polos, Kiyoko Shimizu hanya bisa ikut pasrah.
Pertemuan Yukie dengan Bokuto adalah sebuah takdir. Yukie percaya itu. Pernah suatu Ketika Yukie berpikir, kalau ia dilahirkan kembali, orang yang pertama kali ia cari adalah Bokuto Koutarou. Orang-orang bilang, Bokuto beruntung bisa memiliki Yukie, tanpa mereka tahu justru Yukie lah yang di sini ingin menghabiskan sisa waktunya bersama Bokuto serta menjadi bagian dari hidup pemuda itu. “Aku nggak pernah seyakin ini sebelumnya,” ujar Yukie, tiap kali presensi Bokuto ada dalam jangkau pandangnya.
