Work Text:
“Coba ceritakan.”
“Apa?”
“Bagaimana pertama kali kamu jatuh cinta.”
“Sudah lama sekali….”
“Ceritakan saja, Junnie.”
“Kamu yakin?”
“Yakin.”
“Baik…. Tapi, pertama-tama… tolong ambilkan serbet di meja makan.”
“Hmmm, sebentar.”
“Kita butuh serbet baru.”
“Iya.”
“Dan ketel baru.”
“Iya.... Ini serbetnya, Junnie….”
“Terima kasih, Sayang.”
“Jadi?”
“Oh! Pertama kali jatuh cinta! Bagaimana ya….”
“Seingat kamu saja.”
“Aku ingat dengan jelas.”
“Oh iya?”
“Iya, aku ingat! Saat itu aku lihat kamu sedang bersantai di pekarangan belakang sekolah….”
“Aku? Jadi aku cinta pertamamu?”
“Aku pikir begitu.”
“Aku tersanjung.”
“Sudah semestinya…. Apakah sup ini terlalu pedas?”
“Coba berikan padaku.”
“Hati-hati… panas….”
“Hmm~ menurutku sudah pas.”
“Aku takut memasukkan terlalu banyak bumbu.”
“Tidak kok. Enak seperti biasa.”
“Syukurlah.”
“Lantas, kenapa saat itu kau bisa jatuh cinta padaku?”
“Ah, aku malu.”
“Kenapa?”
“Karena alasannya sangat sederhana.”
“Tolong beritahu aku… aku sangat penasaran sekarang, sungguh.”
“Iya, iyaaa…. Kamu ingat kucing oranye yang suka tidur siang di pekarangan belakang sekolah?”
“Ingat. Yang sering kita beri makanan bukan?”
“Betul, yang satu itu.”
“Kenapa dengan kucing itu?”
“Aku mendekati kamu pertama kali karena aku lihat kamu memberi makan kucing oranye itu.... Setelah itu kita jadi sering bertemu di belakang pekarangan belakang bukan? Masalahnya, setiap kali aku lihat kamu memberi makan kucing, aku selalu merasa berdebar…. Saat itu aku merasa kalau kamu terlihat lembut, baik hati, dan menggemaskan. Aku suka... aku suka sosok kamu yang lembut dan penyayang itu.”
“Oh! Memberi makan kucing… Itu kan sudah lama sekali….”
“Sudah aku bilang, bukan? Itu sudah lama. Oh iya, sudah beri makan Māo?"
"Sudah. Air minumnya juga sudah aku ganti."
"Terima kasih, Sayang...."
"Hmmm, bukan masalah."
"Sebentar lagi makanan kita matang."
"Harumnya enak."
"Aku memasukkan banyak daging, seperti yang kamu suka."
"Junnie~" Ekhmmm. "Jadi... kamu suka padaku lebih dulu ya?”
“Sepertinya begitu bukan? Aku tidak terlalu ingat. Lagipula sudah begitu lama, sepuluh tahun lebih?”
“Salah! Bukan kamu yang suka lebih dulu.”
“Kenapa bisa salah? Oh, ngomong-ngomong, tolong susun piring dan gelas di meja makan.”
“Siap!”
“Kenapa, Wonwoo-ya?”
“Kamu baru jatuh cinta saat melihat aku memberi makan kucing itu, sementara aku sepertinya sudah jatuh cinta saat melihat kamu di barisan siswa baru.”
“Berlebihan sekali….”
“Heheh…. Soalnya aku masih ingat jelas manisnya kamu mengenakan jaket biru muda kebesaran.”
“Wah!”
“Keren bukan? Aku masih ingat.”
“Keren! Tolong bantu cuci piringnya dulu.”
“Siap, Sayangku!”
“Aku juga ingat kamu mengenakan apa di hari pertama sekolah, Wonwoo-ya.”
“Apa?”
“Tas bergambar Ultraman.”
“Hah—”
“Hahahah, aku juga ingat Soonyoung mengejekmu seharian dan malah jadi dekat karena kamu balik mengejek sepatunya yang bertali neon nyentrik.”
“Sudah kubilang itu tas milik adikku. Aku salah ambil saat berangkat. Berhenti tertawa! Aku malu sekali….”
“Tetap saja itu lucu—ahh… jangan gelitik aku! Kompornya!”
“Sudah mati." Heheheh. "Rasakan! Siapa suruh mengungkit soal tas Ultraman itu.”
“Hahahahah! Wonwoo! Geli sekali. Berhenti—”
“Tidak mau. Tidak sampai kamu minta ampun.”
“Sayang—”
“Heheh, geli bukan?”
“Wonwoo, ampun! Astaga, ampun… ampuuun… hmmm….”
Cup.
“Hmmm….”
“...”
“...”
“Bibirmu pedas, Kitten.”
“Hngg, saus szechuan….”
“Pantas saja.... Bibirku jadi ikut pedas, Junnie!”
Cup “Rasakan. Pembalasan dariku.”
“Heheheh~”
“Kenapa tertawa, Wonwoo-ya?”
“Kalau aku cium lehermu, kulitnya akan ikut terasa panas tidak ya?”
“Hmmm… aku yakin akan panas….”
“Aku coba ya? Coba miringkan kepalamu.”
“Heh? Begini?”
“Muahhh, muahh.”
Cup.
Cup.
Cup.
“Bagaimana? Pedas tidak, Sayang?”
“Hehehe….”
“Bagaimana, Junnie?”
“Belum terasa. Coba hisap lebih kencang.”
“Nakal sekali anak kucing yang satu ini…. Sini, aku cium lagi lehermu.”
Cup.
“Masih belum…. Coba cium lagi setelah makan sup. Mungkin akan lebih terasa.”
“Heheh…. Kalau begitu, ayo cepat makan, Junnie!”
"Sebentar—"
"Jun—"
Cup.
"Aku sayang kamu."
"Aku lebih sayang!"
..
Come live with me for a very long time
나랑 살자 아주 오랫동안
let's live together
우리 같이 살자
Who else could you love if not me?
나랑 아니면 누구랑 사랑 할 수 있겠니
END.
